Wakil Menteri Sekretaris Negara (Wamensesneg), Juri Ardiantoro, meninjau langsung lokasi pengungsian korban kebakaran di kawasan Kemayoran Gempol, Pasar Jiung, Jakarta Pusat. Kunjungan ini merupakan instruksi langsung dari Presiden Prabowo Subianto untuk memberikan dukungan kepada warga terdampak.
Dalam kunjungannya pada Selasa (2/6/2026), Juri menyampaikan rasa duka mendalam dan keprihatinan pemerintah atas musibah yang menimpa warga setempat. Ia hadir sebagai perwakilan pemerintah untuk memastikan kondisi para pengungsi terpantau dengan baik.
Bantuan Langsung dari Presiden Prabowo
Kebakaran hebat yang melanda wilayah tersebut pada Senin malam dilaporkan telah berdampak pada ratusan keluarga. Pemerintah pusat berkomitmen untuk memastikan seluruh kebutuhan dasar para korban dapat segera terpenuhi di masa darurat ini.
Rincian bantuan yang disalurkan oleh Pemerintah Pusat meliputi:
- Uang tunai sebesar Rp 5.000.000 untuk setiap kepala keluarga terdampak.
- Paket sembako lengkap guna mencukupi kebutuhan pangan harian para pengungsi.
- Bingkisan khusus dari Presiden Prabowo sebagai bentuk kepedulian terhadap warga.
Penyaluran bantuan ini dilakukan secara simbolis sebagai amanah dari Presiden untuk meringankan beban masyarakat. Juri berharap bantuan tersebut dapat segera dimanfaatkan untuk kebutuhan mendesak para korban kebakaran.
Rencana Solusi Hunian Jangka Panjang
Selain memberikan bantuan darurat, Juri mengungkapkan bahwa pemerintah tengah mengkaji solusi permanen bagi warga Kemayoran. Langkah ini diambil agar warga tidak lagi tinggal di kawasan yang memiliki risiko tinggi terhadap bencana kebakaran.
Pemerintah berencana melakukan koordinasi intensif dengan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta serta Kementerian Perumahan. Fokus utamanya adalah mencarikan skema hunian yang lebih layak dan aman, seperti opsi pembangunan rumah susun atau penataan kawasan.
Data terkini mengenai dampak kebakaran di Kemayoran:
| Kategori Dampak | Jumlah Total |
|---|---|
| Bangunan Rusak | 304 Unit |
| Kepala Keluarga (KK) | 354 KK |
| Warga Terdampak | 679 Jiwa |
Data sementara dari Pemprov DKI Jakarta menunjukkan skala kerusakan yang cukup masif di kawasan Kebon Kosong tersebut. Hal inilah yang mendasari pemerintah untuk segera merancang penataan ulang area pemukiman di sana.
Akses Listrik dan Dukungan Moral
Merespons laporan mengenai kurangnya pasokan listrik di pengungsian, Juri langsung menghubungi pihak Direktur Utama PLN. Saat ini, lokasi pengungsian dilaporkan masih bergantung pada mesin genset untuk keperluan penerangan sehari-hari.
Pihak PLN telah memberikan komitmen untuk segera menyambungkan jaringan listrik permanen ke area pengungsian. Fasilitas ini sangat krusial agar aktivitas warga di tenda darurat bisa berjalan lebih nyaman dan aman.
Juri juga menekankan pesan dari Presiden Prabowo agar seluruh korban tetap tabah dan sabar menghadapi ujian ini. Kehadiran pemerintah di tengah warga menjadi bukti nyata bahwa negara tidak membiarkan masyarakat berjuang sendirian.
Pihak kepolisian saat ini masih melakukan penyelidikan mendalam untuk mengetahui penyebab pasti kebakaran tersebut. Proses identifikasi dilakukan dengan menunggu hasil resmi dari Pusat Laboratorium Forensik (Puslabfor) Polri.