Update Terbaru 2026: Harga Bawang Merah dan Cabai Melonjak Usai Iduladha

Update Terbaru 2026: Harga Bawang Merah dan Cabai Melonjak Usai Iduladha
Foto: Update Terbaru 2026: Harga Bawang Merah dan Cabai Melonjak Usai Iduladha. (Illustration by Pexels)
Ukuran teks

Harga sejumlah komoditas pangan utama terpantau mengalami kenaikan yang cukup signifikan setelah berakhirnya masa libur panjang Iduladha. Lonjakan harga ini terlihat jelas pada kelompok bumbu dapur, terutama berbagai jenis cabai dan bawang merah yang harganya kompak merangkak naik.

Berdasarkan data terbaru dari Pusat Informasi Harga Pangan Strategis (PIHPS) Nasional yang dirilis oleh Bank Indonesia (BI) pada Minggu (31/5/2026) pagi, tren kenaikan ini mulai terasa sejak pukul 08.30 WIB. Masyarakat kini harus merogoh kocek lebih dalam untuk memenuhi kebutuhan dapur sehari-hari pasca perayaan hari raya kurban.

Daftar Kenaikan Harga Bawang dan Cabai

Kenaikan harga yang paling mencolok terjadi pada komoditas bawang merah dan cabai besar yang persentasenya mencapai angka dua digit. Bawang merah saat ini menyentuh harga Rp50.750 per kilogram, setelah mengalami kenaikan sekitar 4,96% dibandingkan dengan harga pada hari sebelumnya.

Kenaikan yang jauh lebih drastis dialami oleh cabai merah besar yang harganya melonjak hingga 26,93% dalam waktu singkat. Lonjakan tajam ini membuat harga cabai merah besar kini bertengger di angka Rp73.050 per kilogram di pasar-pasar tradisional.

Tidak berhenti di situ, varian cabai lainnya seperti cabai merah keriting dan cabai rawit hijau juga ikut mengalami kenaikan harga yang cukup membebani konsumen. Cabai merah keriting kini dibanderol Rp69.600 per kilogram atau naik sebesar 26,78%, sementara cabai rawit hijau naik 9,51% menjadi Rp59.300 per kilogram.

Berikut adalah rincian perbandingan harga komoditas pangan terbaru yang dirangkum dari data BI:

Jenis Komoditas Harga Terbaru (Per Kg) Persentase Kenaikan
Bawang Merah Rp50.750 4,96%
Cabai Merah Besar Rp73.050 26,93%
Cabai Merah Keriting Rp69.600 26,78%
Cabai Rawit Merah Rp82.450 12,18%
Cabai Rawit Hijau Rp59.300 9,51%

Data di atas memperlihatkan bahwa cabai rawit merah menjadi komoditas dengan harga tertinggi saat ini, yaitu mencapai Rp82.450 per kilogram. Kenaikan harga cabai rawit merah tersebut tercatat sebesar 12,18% dibandingkan dengan periode sebelumnya.

Berbeda dengan tren bumbu dapur, harga minyak goreng curah yang setara dengan program MinyaKita justru menunjukkan sedikit penurunan. Harga minyak goreng jenis ini tercatat berada di angka Rp20.650 per kilogram, mengalami koreksi tipis sebesar 0,24% dari posisi harga terakhir.

Situasi Pasar dan Dampak Liburan

Kondisi pasar saat ini masih dipengaruhi oleh siklus musiman yang biasanya terjadi setelah masa libur panjang seperti Iduladha. Aktivitas distribusi yang belum sepenuhnya normal kembali menjadi salah satu faktor pemicu fluktuasi harga di tingkat pedagang eceran.

Selain masalah pangan, perhatian pasar juga tertuju pada berbagai isu ekonomi dan sosial lainnya yang terjadi bersamaan dengan momen ini. Beberapa isu tersebut mencakup dinamika pasar obligasi hingga perkembangan industri agrikultur di wilayah Asia yang sedang menghadapi tantangan cuaca.

Beberapa faktor lain yang turut memengaruhi kondisi pasar saat ini adalah:

  • Tingginya volume kendaraan yang keluar masuk wilayah Jabodetabek selama masa libur Iduladha yang memengaruhi arus logistik.
  • Adanya kendala cuaca dan situasi geopolitik global yang mengancam produksi komoditas pangan pokok seperti beras di kawasan Asia.
  • Langkah-langkah penertiban yang dilakukan oleh pemerintah terkait distribusi ekspor sawit dan migas di sektor riil.
  • Peningkatan layanan transportasi publik dan telekomunikasi yang terus dipantau untuk memastikan kelancaran aktivitas ekonomi warga.

Informasi mengenai kenaikan harga ini diharapkan dapat menjadi panduan bagi masyarakat dalam mengatur anggaran belanja rumah tangga. Pemerintah dan instansi terkait juga terus memantau pergerakan harga ini agar tetap dalam batas wajar bagi konsumen maupun pedagang.

Hingga saat ini, pantauan di lapangan menunjukkan stok barang di pasar sebenarnya masih tersedia meski harga mengalami lonjakan yang cukup "pedas". Para pedagang berharap pasokan dari daerah penghasil bisa kembali stabil agar harga jual ke masyarakat dapat berangsur normal.

Artikel terkait

Rekomendasi