Turis Asing Keluhkan Papan Informasi Wisata Bali yang Sulit Terbaca

Turis Asing Keluhkan Papan Informasi Wisata Bali yang Sulit Terbaca
Foto: Ilustrasi Turis Asing Keluhkan Papan Informasi Wisata Bali yang Sulit Terbaca.
Ukuran teks

Sejumlah wisatawan mancanegara yang berkunjung ke Taman Wisata Kertha Gosa di Kabupaten Klungkung, Bali, menyampaikan keluhannya terkait fasilitas pendukung. Masalah utamanya terletak pada papan informasi sejarah yang kondisinya sulit dibaca oleh para turis.

Kondisi ini cukup disayangkan mengingat destinasi tersebut merupakan salah satu situs budaya penting di Bali. Papan keterangan yang seharusnya membantu pengunjung memahami sejarah lokasi justru tampak pudar dan tidak terawat.

Keluhan Wisatawan Belanda

Nicole, seorang wisatawan asal Belanda berusia 56 tahun, menjadi salah satu pengunjung yang menyuarakan keresahannya. Ia merasa kesulitan menyerap informasi sejarah karena tulisan di papan peringatan sudah sangat kabur.

Meski mengagumi keindahan arsitektur dan nilai sejarah Kertha Gosa, Nicole merasa kenyamanan wisatanya terganggu. Ia berharap pengelola segera memperbaiki sarana informasi tersebut agar pengunjung bisa belajar lebih banyak tentang situs tersebut.

"Tempat ini sebenarnya sangat mengagumkan, namun sayang papan keterangannya sudah tidak bisa dibaca lagi," ungkap Nicole pada Sabtu (16/5). Ia juga menyarankan agar pihak pengelola menambah lebih banyak titik informasi bagi para pelancong.

Kunjungan ke Kertha Gosa ini menjadi penutup rangkaian perjalanan Nicole selama berlibur di Pulau Dewata. Setelah mengunjungi situs bersejarah ini, ia dijadwalkan langsung menuju area bandara untuk kembali ke negaranya.

Kondisi Fasilitas di Lapangan

Berdasarkan pengamatan langsung di lokasi, kerusakan papan informasi paling parah terlihat di area depan Museum Semara Jaya. Tulisan pada papan tersebut luntur diduga akibat paparan cuaca dan air hujan dalam waktu lama.

Beberapa titik bahkan hanya menyisakan bingkai papan tanpa ada teks informasi sedikit pun di dalamnya. Hal ini tentu menyulitkan wisatawan yang datang tanpa didampingi pemandu wisata secara pribadi.

Berikut adalah beberapa kendala utama yang ditemukan pada papan informasi di Kertha Gosa:

  • Tulisan pada papan informasi utama sudah luntur dan pudar sepenuhnya.
  • Adanya bingkai informasi yang kosong tanpa materi teks atau sejarah.
  • Tiang penyangga papan yang mulai mengalami pengeroposan akibat usia.
  • Kurangnya jumlah papan keterangan di beberapa titik penting situs sejarah.

Kondisi fisik papan yang tidak memadai ini menjadi sorotan karena kunjungan wisatawan ke Klungkung sedang mengalami tren kenaikan.

Respons Dinas Pariwisata Klungkung

Menanggapi keluhan tersebut, Dinas Pariwisata Klungkung mengakui adanya sejumlah fasilitas yang memerlukan perbaikan segera. Kabid Destinasi Pariwisata Klungkung, Ida Bagus Gede Agung Prayudha, menyatakan pihaknya terus memantau kondisi di lapangan.

Prayudha menjelaskan bahwa perbaikan sebenarnya sempat dilakukan sekitar enam bulan lalu. Namun, faktor cuaca membuat material papan cepat mengalami kerusakan dan pengeroposan kembali.

Data kunjungan wisatawan di Taman Wisata Kertha Gosa:

Kategori Hari Rata-rata Jumlah Wisatawan
Hari Kerja (Weekday) 150 Orang per hari
Akhir Pekan (Weekend) 200 - 250 Orang per hari

Tabel di atas menunjukkan tingginya antusiasme turis, baik domestik maupun mancanegara, untuk mengunjungi destinasi ikonik di Klungkung ini. Oleh karena itu, pemeliharaan fasilitas menjadi prioritas yang harus segera diselesaikan.

Saat ini, pemerintah daerah sedang mempertimbangkan opsi kerja sama dengan pihak ketiga dalam pengelolaan situs. Skema ini dinilai akan mempercepat proses penganggaran dan pemeliharaan fasilitas dibandingkan jika hanya mengandalkan dana pemerintah.

Dengan adanya pengelolaan profesional, diharapkan masalah teknis seperti papan informasi yang pudar tidak akan terulang kembali di masa depan. Hal ini penting untuk menjaga citra pariwisata Bali di mata dunia internasional.

Artikel terkait

Rekomendasi