Turis Asing Jadi Korban Pencurian di Pantai Marosi Sumba Barat, Publik Heboh 2026

Turis Asing Jadi Korban Pencurian di Pantai Marosi Sumba Barat, Publik Heboh 2026
Foto: Turis Asing Jadi Korban Pencurian di Pantai Marosi Sumba Barat, Publik Heboh 2026. (Illustration by Pexels)
Ukuran teks

Kejadian kurang menyenangkan menimpa seorang konten kreator asal Brasil bernama Ferri Cangussu Nicolas (28) saat berkunjung ke Nusa Tenggara Timur. Wisatawan asing tersebut menjadi korban pencurian saat sedang mengabadikan keindahan Pantai Marosi di Kabupaten Sumba Barat.

Peristiwa ini terjadi pada Kamis (28/5/2026) sekitar pukul 18.00 Wita di Desa Patiala Bawa, Kecamatan Lamboya. Sejumlah barang berharga milik korban sempat raib digondol pelaku saat situasi pantai sedang ramai oleh aktivitas warga.

Kronologi Pencurian di Pantai Marosi

Kepala Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sumba Barat, Semuel Dato Mesa, menjelaskan bahwa kejadian bermula saat Ferri tengah asyik memotret anak-anak lokal. Para remaja tersebut diketahui sedang memandikan kuda di tepi pantai yang eksotis tersebut.

Saat fokus mengambil gambar, Ferri meletakkan tas miliknya di sebuah titik yang dianggap aman. Di dalam tas tersebut tersimpan berbagai perlengkapan dokumentasi profesional, dokumen pribadi, serta sejumlah uang tunai dalam mata uang asing dan rupiah.

Berikut adalah daftar barang berharga milik korban yang sempat dibawa kabur oleh pelaku:

  • Satu unit drone beserta lima buah baterai kamera pendukung.
  • Lensa kamera profesional dan perangkat audio Airpods.
  • Uang tunai sebesar USD 300 (sekitar Rp 5,3 juta) dan uang rupiah senilai Rp 2 juta.
  • Paspor, kartu ATM, serta kunci kontak sepeda motor Honda Scoopy.

Meskipun sempat berpindah tangan, seluruh barang berharga tersebut akhirnya berhasil ditemukan kembali oleh pihak kepolisian dan warga. Hanya saja, terdapat kerusakan fisik pada salah satu bagian baling-baling drone milik korban yang ditemukan patah.

Aksi Cepat Warga dan Kepolisian

Aksi pencurian ini sebenarnya sempat dipergoki oleh anak-anak yang sedang memandikan kuda di lokasi kejadian. Mereka spontan berteriak saat melihat pelaku mengambil tas, sehingga pencuri tersebut merasa terdesak dan membuang barang jarahannya ke semak-semak.

Setelah kejadian, warga sekitar langsung sigap membantu Ferri untuk melaporkan kasus ini ke pihak berwajib. Berkat kerja sama yang baik, tas berisi seluruh aset berharga tersebut berhasil ditemukan dalam kondisi lengkap pada Jumat (29/5) pagi.

Rincian penemuan barang milik korban dapat dilihat pada tabel di bawah ini:

Kategori Barang Status Penemuan Keterangan Kondisi
Uang Tunai Lengkap USD 300 dan Rp 2 Juta ditemukan utuh.
Perangkat Drone Ditemukan Terdapat kerusakan patah pada satu baling-baling.
Dokumen & Kartu Lengkap Paspor dan kartu ATM masih berada di dalam tas.
Alat Elektronik Lengkap Lensa kamera dan Airpods berhasil diamankan.

Penemuan barang-barang ini menjadi titik terang dalam penanganan kasus yang sempat meresahkan wisatawan asing di area Pantai Marosi tersebut. Pihak berwenang memastikan bahwa hak-hak milik korban telah dikembalikan secara utuh meski pelaku masih dalam pengejaran.

Dampak Terhadap Citra Pariwisata Sumba

Semuel Dato Mesa sangat menyayangkan peristiwa kriminal yang menimpa turis mancanegara ini. Menurutnya, tindakan oknum tersebut sangat mencoreng nama baik pariwisata Sumba Barat yang selama ini dikenal ramah bagi pelancong.

Ia juga menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada jajaran kepolisian yang bergerak cepat menangani laporan korban. Semuel berharap pelaku dapat segera ditangkap untuk memberikan efek jera dan menjamin keamanan wisatawan di masa mendatang.

Di sisi lain, Kapolres Sumba Barat, Yohanis Nisa Pewali, belum bisa memberikan keterangan lebih mendalam terkait perkembangan pengejaran pelaku. Ia mengaku masih memiliki agenda kedinasan lain yang mendesak saat dihubungi melalui sambungan telepon.

Kasus ini menjadi pengingat penting bagi para wisatawan untuk selalu waspada terhadap barang bawaan saat berkunjung ke tempat umum. Keamanan bersama merupakan tanggung jawab seluruh elemen, baik pengelola wisata, aparat, maupun masyarakat sekitar.

Artikel terkait

Rekomendasi