Valve saat ini tengah menghadapi tekanan hukum besar setelah dua gugatan antimonopoli diajukan di Amerika Serikat dan Inggris. Perusahaan yang menaungi Steam tersebut dituduh melakukan praktik yang menghambat persaingan sehat melalui kebijakan harga mereka.
Inti dari gugatan tersebut menyoroti aturan "Platform Parity Obligations" yang diduga diterapkan oleh Valve. Kebijakan ini disinyalir melarang para pengembang menjual gim mereka dengan harga yang lebih murah di platform pesaing selain Steam.
Respons Gabe Newell Terhadap Tuduhan Monopoli
Gabe Newell selaku pemimpin tertinggi Valve akhirnya memberikan tanggapan resmi mengenai tuduhan yang menimpa perusahaannya. Dalam kesaksian di persidangan Amerika Serikat, ia secara tegas menolak anggapan bahwa Steam telah memonopoli pasar gim PC.
Menurut Newell, para pemain gim memiliki kebebasan penuh untuk memilih platform tempat mereka berbelanja. Ia mencontohkan keberadaan Xbox, Epic Games Store, hingga opsi membeli langsung melalui situs resmi pengembang sebagai bukti adanya kompetisi.
Valve berargumen bahwa dominasi mereka di industri saat ini bukan diraih melalui praktik curang atau penguasaan paksa. Perusahaan mengklaim keberhasilan mereka adalah hasil murni dari inovasi berkelanjutan yang menjaga kualitas layanan tetap unggul.
Bantahan Mengenai Pengaturan Harga
Selain membantah soal monopoli, Valve juga menyangkal keberadaan aturan yang memaksa pengembang mengikuti standar harga tertentu. Newell menegaskan bahwa pihaknya tidak pernah mengatur kebijakan harga pengembang pihak ketiga di luar platform Steam.
Terkait potensi adanya oknum karyawan yang mungkin melakukan intervensi harga, Newell tidak memberikan jawaban spesifik. Ia lebih memilih menyoroti tingkat kepuasan para mitra dan pengguna yang selama ini tetap setia menggunakan layanan Valve.
Dominasi Steam di Pasar Global
Meskipun pihak manajemen membantah adanya monopoli, data di lapangan menunjukkan bahwa Steam masih memegang kendali pasar yang sangat kuat. Saat ini, platform milik Valve tersebut diperkirakan menguasai sekitar 75% pangsa pasar gim digital secara global.
Angka ini berbanding sangat jauh dengan para pesaingnya, termasuk Epic Games Store yang hanya memiliki porsi pasar sekitar 8 hingga 10 persen. Berikut adalah beberapa data performa bisnis Steam yang menunjukkan posisi dominan mereka:
Data performa dan pencapaian pasar Valve dalam beberapa tahun terakhir:- Pangsa Pasar: Menguasai 75% distribusi gim digital di PC.
- Jumlah Pengguna Aktif: Mencapai rekor tertinggi sebanyak 41,81 juta pengguna bersamaan pada Januari 2026.
- Pendapatan Tahunan: Meraup pendapatan hingga 16,2 miliar dolar AS sepanjang tahun 2025.
- Kompetitor Terdekat: Epic Games Store hanya mampu meraih sekitar 8% hingga 10% pasar.
Data di atas memperlihatkan betapa kuatnya posisi Valve di tengah gempuran platform baru lainnya. Pertumbuhan pengguna dan pendapatan yang fantastis menjadi bukti bahwa pengaruh mereka di industri gim masih sulit digoyahkan.
Hingga saat ini, proses hukum di Inggris masih terus berlanjut setelah Valve gagal membatalkan gugatan tersebut di tahap awal. Hasil dari persidangan di kedua negara ini nantinya akan menentukan bagaimana wajah distribusi gim digital di masa depan.