Peristiwa tragis mengguncang wilayah Jatisampurna, Kota Bekasi, Jawa Barat, setelah seorang balita berusia dua tahun ditemukan tak bernyawa. Bocah malang tersebut tewas dengan kondisi sangat mengenaskan akibat belasan luka tusuk di sekujur tubuhnya.
Terduga pelaku dalam kasus ini mengarah kepada paman korban sendiri yang berinisial G (18). Pihak kepolisian mengungkapkan bahwa pemuda tersebut diduga kuat mengidap gangguan jiwa atau merupakan Orang Dengan Gangguan Jiwa (ODGJ).
Penemuan Korban dan Kondisi Terduga Pelaku
Kasat Reskrim Polres Metro Bekasi Kota, Kompol Andi Muhammad Iqbal, mengonfirmasi bahwa korban ditemukan di sebuah rumah kontrakan. Saat ditemukan, sang paman juga berada di lokasi yang sama dengan kondisi tubuh penuh luka.
Korban menderita belasan luka tusukan yang sangat parah di berbagai bagian tubuh. Sementara itu, G ditemukan dalam keadaan kritis dengan luka tusuk di bagian dada serta pipi kiri dan kanan.
Saat ini, terduga pelaku masih menjalani perawatan intensif di rumah sakit karena kondisinya yang sempat mengkhawatirkan. Polisi masih menunggu kesehatan G stabil sebelum melakukan pemeriksaan lebih lanjut terkait aksi sadis tersebut.
Kompol Andi menjelaskan bahwa proses penyelidikan masih berjalan dan status G saat ini masih sebagai terduga. Pihak kepolisian telah memberikan penanganan medis agar keterangan yang bersangkutan dapat segera diambil.
Riwayat Gangguan Jiwa Terduga Pelaku
Berdasarkan hasil investigasi di lapangan, kepolisian menemukan fakta bahwa G memang memiliki riwayat masalah kesehatan mental. Informasi ini diperkuat oleh keterangan dari orang tua G sendiri kepada tim penyidik.
G diketahui pernah menjalani konsultasi ke psikiater sebelumnya untuk menangani kondisi kejiwaannya. Selama ini, pemuda tersebut diwajibkan untuk mengonsumsi obat-obatan secara rutin guna mengontrol kondisinya.
Informasi terkait latar belakang kesehatan mental terduga pelaku adalah sebagai berikut:
- Terduga pelaku memiliki riwayat medis resmi dan pernah dibawa berkonsultasi ke psikiater.
- G seharusnya mengonsumsi obat penenang atau obat khusus gangguan jiwa secara rutin setiap hari.
- Selama ini, korban dan G tinggal bersama dalam pengawasan nenek korban di rumah kontrakan tersebut.
- Pihak keluarga membenarkan adanya perilaku yang tidak stabil jika terduga pelaku tidak meminum obatnya.
Penjelasan tersebut memberikan gambaran bahwa kondisi psikis G menjadi faktor krusial dalam penyelidikan kasus kematian balita ini. Namun, polisi tetap mengedepankan pembuktian ilmiah dalam menangani perkara tersebut.
Penyebab Berhentinya Konsumsi Obat
Dugaan tindakan kekerasan ini disinyalir berkaitan dengan kondisi G yang tidak meminum obat selama dua hari terakhir. Polisi mengungkapkan adanya kendala ekonomi yang dialami keluarga sehingga pengobatan terhenti.
Nenek korban dikabarkan tidak memiliki biaya untuk menebus obat yang dibutuhkan oleh G. Akibatnya, kondisi kejiwaan G diduga menjadi tidak terkontrol hingga berujung pada peristiwa maut yang menimpa keponakannya.
Jasad korban pertama kali ditemukan pada Rabu (27/5) di dalam kamar kontrakan yang menyatu dengan area dapur. Lokasi yang sempit membuat kejadian tersebut baru diketahui setelah kondisi sudah terlambat.
Kompol Andi memaparkan detail luka yang sangat menyayat hati pada tubuh korban kecil tersebut. Selain luka tusuk di kepala dan badan, terdapat luka iris yang cukup dalam pada bagian wajah.
Berikut adalah ringkasan rincian luka yang ditemukan pada tubuh korban dan terduga pelaku:
| Subjek | Lokasi Luka | Jenis Luka |
|---|---|---|
| Korban (Balita 2 Tahun) | Kepala, wajah, badan, selangkangan, dan pipi | Lebih dari 10 luka tusuk dan luka iris di pipi hingga terbuka |
| Terduga Pelaku (Paman G) | Dada, pipi kiri, dan pipi kanan | Luka tusuk yang mengakibatkan kondisi kritis |
Data di atas menunjukkan betapa brutalnya serangan yang terjadi di dalam rumah kontrakan tersebut. Luka pada pipi korban digambarkan sangat parah hingga menyebabkan bagian mulut terlihat terbuka akibat irisan senjata tajam.
Pihak kepolisian terus melakukan pendalaman untuk memastikan motif di balik kejadian ini. Hingga saat ini, pengamanan di lokasi kejadian dan pengawasan di rumah sakit tempat G dirawat terus diperketat oleh aparat.