Tradisi Api Dharma Waisak 2026, Kawasan Mrapen Mulai Dipadati Pengunjung Berbagai Daerah

Tradisi Api Dharma Waisak 2026, Kawasan Mrapen Mulai Dipadati Pengunjung Berbagai Daerah
Foto: Tradisi Api Dharma Waisak 2026, Kawasan Mrapen Mulai Dipadati Pengunjung Berbagai Daerah. (Illustration by Pexels)
Ukuran teks

Kawasan wisata Api Abadi Mrapen mulai ramai didatangi pengunjung dari berbagai penjuru daerah menjelang prosesi pengambilan Api Dharma Waisak. Antusiasme masyarakat terlihat sangat besar untuk menyaksikan salah satu bagian krusial dalam rangkaian perayaan Waisak tersebut secara langsung.

Hingga Jumat pagi, area parkir di kawasan Mrapen sudah dipenuhi oleh bus pariwisata dan puluhan kendaraan pribadi milik para peziarah. Karena daya tampung yang terbatas, sebagian kendaraan pengunjung terpaksa diparkir di area luar hingga ke SPBU yang berlokasi di dekat objek wisata tersebut.

Meskipun prosesi inti belum dimulai, para peserta yang telah hadir tampak memanfaatkan waktu untuk mendokumentasikan momen tersebut. Mereka terlihat antusias berfoto di sekitar titik api abadi yang menjadi ikon lokasi sejarah ini.

Jadwal dan Persiapan Prosesi Api Dharma

Berdasarkan informasi dari akun media sosial resmi Waisak Nasional Indonesia, seluruh rangkaian agenda pengambilan api dijadwalkan berlangsung dari pagi hingga sore hari. Penata Layanan Operasional Api Abadi Mrapen, Annas Rofiqi, mengonfirmasi bahwa ritual utama direncanakan berjalan pada siang hari.

Annas menjelaskan bahwa prosesi pengambilan Api Dharma diupayakan selesai sebelum waktu ibadah salat Jumat dimulai. Hal ini dilakukan agar seluruh rangkaian kegiatan dapat berjalan lancar sesuai dengan estimasi waktu yang telah ditetapkan panitia.

Salah satu peserta asal Tangerang, Mario, menceritakan pengalamannya menempuh perjalanan jauh bersama rombongan besar demi mengikuti tradisi ini. Ia membawa serta keluarganya untuk menyaksikan langsung fenomena alam sekaligus ritual suci umat Buddha tersebut.

Berikut adalah beberapa poin menarik terkait pengalaman peserta di lokasi pengambilan api:

  • Rombongan Besar: Banyak jemaat yang datang menggunakan bus besar, seperti rombongan dari Tangerang yang membawa tiga bus sekaligus.
  • Pengalaman Perdana: Bagi sebagian peserta, ini merupakan kunjungan pertama mereka ke situs Mrapen yang dikenal dengan api yang tidak pernah padam.
  • Kesan Positif: Pengunjung merasa terkesan dengan keunikan lokasi ini yang menggabungkan unsur religi dan daya tarik wisata alam.
  • Rute Perjalanan: Setelah dari Mrapen, sebagian besar rombongan akan langsung bertolak menuju kawasan Candi Borobudur.

Cerita dari Mario menggambarkan betapa bermaknanya kunjungan ini bagi para umat yang baru pertama kali menginjakkan kaki di Mrapen. Setelah prosesi di sini selesai, mereka akan melanjutkan perjalanan untuk mengikuti perayaan utama di Magelang.

Rangkaian Puncak Perayaan Waisak 2026

Puncak peringatan Hari Raya Waisak sendiri dijadwalkan berlangsung di Candi Borobudur pada hari Sabtu. Berbagai kegiatan spiritual dan budaya telah disiapkan untuk menyambut ribuan umat serta wisatawan yang akan hadir.

Informasi mengenai agenda utama perayaan Waisak di Candi Borobudur dapat dilihat pada tabel di bawah ini:

Jenis Kegiatan Deskripsi Singkat
Ibadah Waisak Prosesi doa bersama umat Buddha di pelataran candi.
Pradaksina Ritual berjalan mengelilingi Candi Borobudur searah jarum jam.
Festival Lampion Pelepasan ribuan lampion ke langit sebagai simbol doa dan harapan.
Hiburan Modern Pertunjukan cahaya melalui drone show yang menghiasi langit malam.

Daftar kegiatan di atas menunjukkan perpaduan antara tradisi kuno dan inovasi modern yang membuat perayaan tahun ini semakin menarik. Selain aspek religius, acara ini juga menjadi daya tarik wisata religi yang mempererat keberagaman di Indonesia.

Bagi masyarakat yang ingin menyaksikan festival lampion, panitia menyarankan untuk memantau informasi pembelian tiket secara daring. Hal ini penting untuk memastikan kenyamanan pengunjung mengingat tingginya minat masyarakat pada perayaan Waisak tahun ini.

Artikel terkait

Rekomendasi