Menjelang Idul Adha, Ustaz Solmed bersama istrinya, April Jasmine, melakukan pengecekan langsung terhadap hewan kurban yang akan disembelih tahun ini. Mereka mendatangi kandang sapi milik rekan mereka yang berlokasi di kawasan Bekasi, Jawa Barat.
Kunjungan yang dilakukan pada Selasa (19/4/2026) tersebut bertujuan untuk memastikan kondisi fisik dan kesehatan sapi-sapi pilihannya. Sang pendakwah ingin memastikan hewan kurban yang akan disalurkan ke berbagai lokasi benar-benar dalam keadaan prima.
Fokus pada Keberkahan dan Kualitas Hewan
Ustaz Solmed menjatuhkan pilihannya pada beberapa ekor sapi yang diberi nama panggilan unik, yaitu Berkah dan Kosma. Bagi pria berusia 42 tahun ini, kurban bukan hanya sekadar soal ukuran fisik hewan yang besar.
Ia menekankan bahwa aspek kesehatan dan keberkahan adalah poin utama yang paling penting dalam menjalankan ibadah ini. "Sapinya harus sehat, dan yang terpenting kita dapat keberkahannya, bukan sekadar besar saja," tegasnya.
Berikut adalah beberapa detail mengenai persiapan kurban Ustaz Solmed pada tahun ini:
Poin-poin penting dalam persiapan kurban keluarga Ustaz Solmed:
- Memilih lokasi pembelian di kandang "Sapi Berkah" milik rekannya di Bekasi.
- Memastikan kondisi fisik sapi kurban dalam keadaan prima dan sehat secara langsung.
- Menamai sapi-sapi pilihannya dengan sebutan Berkah dan Kosma sebagai harapan baik.
- Menyalurkan hewan kurban ke beberapa titik lokasi distribusi yang berbeda.
- Menitipkan harapan agar kurban tersebut bermanfaat bagi karyawan dan masyarakat sekitar.
Persiapan yang matang ini diharapkan dapat menjadi pelayanan terbaik bagi mereka yang berhak menerima manfaat dari kurban tersebut. Ustaz Solmed berharap perannya sebagai perantara kurban bisa memberikan kebahagiaan bagi sesama.
Absennya Sang Anak dalam Prosesi Kurban
Ada hal yang berbeda pada pelaksanaan Idul Adha kali ini dibandingkan dengan tahun-tahun sebelumnya. Biasanya, Ustaz Solmed kerap mengajak anak-anaknya untuk melihat langsung proses penyembelihan di rumah.
Namun, tahun ini anak kembarnya dipastikan tidak bisa ikut serta karena sedang fokus menempuh pendidikan di pesantren. Hal ini memaksa mereka untuk memantau momen kurban hanya dari jauh saja.
Ustaz Solmed menjelaskan bahwa kesibukan si kembar dalam menuntut ilmu menjadi alasan utama ketidakhadiran mereka. "Sepertinya tahun ini si kembar yang sedang mondok tidak bisa melihat pemotongan hewan kurban di rumah," jelasnya.
Meskipun tanpa kehadiran lengkap anggota keluarga, semangat ibadah kurban tetap dijalankan dengan penuh khidmat. Fokus utama mereka tetap pada esensi berbagi dan menjalankan perintah agama dengan sebaik-baiknya.