Teuku Ryan Akui Kewalahan Perankan Pengacara Narsis di Istiqomah Cinta 2026

Teuku Ryan Akui Kewalahan Perankan Pengacara Narsis di Istiqomah Cinta 2026
Foto: Teuku Ryan Akui Kewalahan Perankan Pengacara Narsis di Istiqomah Cinta 2026. (Illustration by Pexels)
Ukuran teks

Aktor Teuku Ryan kini tengah menjajal tantangan baru melalui perannya dalam sinetron unggulan SCTV berjudul Istiqomah Cinta. Ia didapuk memerankan tokoh bernama Oscar, seorang pengacara dengan karakter unik dan kompleks.

Karakter Oscar digambarkan sebagai pria narsis yang memiliki sisi licik di balik penampilannya yang profesional. Peran ini pun diakui Ryan sangat berbeda jauh dengan kepribadian aslinya di dunia nyata.

Kontras Antara Karakter Oscar dan Kepribadian Asli

Dalam sesi wawancara virtual pada Kamis (21/5/2026), Teuku Ryan membeberkan perbedaan mencolok antara dirinya dan Oscar. Ia merasa Oscar memiliki tingkat kepercayaan diri yang sangat tinggi, sementara dirinya cenderung pemalu.

Ryan menjelaskan bahwa Oscar adalah sosok yang merasa bisa mendapatkan apa saja yang ia inginkan dengan mudah. Hal ini sangat bertolak belakang dengan sifat aslinya yang sering merasa kurang percaya diri saat berinteraksi.

Beberapa perbedaan mencolok antara kepribadian Teuku Ryan dan karakter Oscar :

  • Tingkat Kepercayaan Diri: Oscar sangat narsis dan percaya diri, sedangkan Ryan mengaku aslinya adalah sosok pemalu.
  • Sifat Sosial: Oscar digambarkan gemar tebar pesona kepada wanita, sementara Ryan lebih menutup diri.
  • Watak Tersembunyi: Oscar memiliki sisi manipulatif atau bermuka dua yang tidak dimiliki Ryan di kehidupan nyata.

Perbedaan sifat yang signifikan ini mengharuskan Teuku Ryan melakukan observasi lebih mendalam untuk menghidupkan peran tersebut. Ia harus mampu menanggalkan identitas aslinya saat berada di depan kamera sebagai pengacara licik.

Tantangan Menghafal Istilah Hukum dan Pasal

Selain kendala karakter, Ryan juga menghadapi kesulitan saat harus berdialog menggunakan istilah-istilah hukum yang teknis. Sebagai pengacara, ia wajib menghafal dialog formal yang sesuai dengan naskah tanpa ada kesalahan.

Ia mengungkapkan bahwa adegan di ruang persidangan menjadi momen yang paling menguras konsentrasi. Ryan tidak bisa asal bicara karena istilah hukum dan pasal-pasal yang disebutkan harus akurat sesuai skrip.

Berikut adalah ringkasan tantangan teknis yang dihadapi Ryan dalam peran barunya :

Aspek Tantangan Penjelasan Detail
Dialog Formal Harus menghafal istilah pengacara dan bahasa hukum yang kaku.
Akurasi Naskah Wajib mengikuti naskah secara presisi (plek-ketiplek) terutama saat adegan sidang.
Perubahan Karakter Transformasi dari peran religius (Ustaz) di proyek sebelumnya menjadi Lawyer.

Ryan menganggap pengalaman ini sebagai proses belajar yang berharga dalam karier aktingnya. Ia bahkan sempat tertawa saat membandingkan peran barunya sebagai pengacara dengan peran ustaz yang pernah ia mainkan dahulu.

Dinamika Baru di Lokasi Syuting Istiqomah Cinta

Kehadiran Teuku Ryan dan Djihan Ranti ternyata membawa dampak positif bagi suasana kerja di lokasi syuting. Anjani Dina, salah satu pemain lama, menyebutkan bahwa atmosfer basecamp kini menjadi lebih berwarna.

Menurut Anjani, Ryan dan Djihan membuat obrolan di sela-sela syuting menjadi lebih seru dan menyenangkan. Hal ini membantu para pemain untuk melepas penat setelah menjalani jadwal syuting yang padat.

Di sisi lain, Djihan Ranti sempat merasa cemas saat pertama kali bergabung dalam produksi ini. Perasaan grogi muncul karena sinetron tersebut sudah berjalan cukup lama dan telah melewati lebih dari 100 episode.

Namun, kekhawatiran Djihan segera sirna berkat sambutan hangat dari para pemain senior lainnya. Suasana yang akrab dan terbuka memudahkan para pemeran baru untuk beradaptasi dan membangun chemistry yang kuat.

Artikel terkait

Rekomendasi