Jaksa Agung ST Burhanuddin menyambut positif gelaran Anugerah Komisi Kejaksaan (Komjak) yang memberikan penghargaan bagi jaksa dan ASN berprestasi di lingkungan Kejaksaan RI. Beliau menyampaikan apresiasi mendalam atas inisiatif ini sebagai bentuk pengakuan terhadap dedikasi para pegawai.
Burhanuddin menekankan bahwa penghargaan ini tidak boleh sekadar menjadi agenda seremonial tahunan belaka. Baginya, penganugerahan tersebut harus benar-benar menyasar sosok yang memiliki prestasi nyata di lapangan.
Harapan besar tersebut disampaikan Burhanuddin dalam pidatonya saat menghadiri acara di Balai Diklat Kejagung, Ragunan, Jakarta Selatan. Ia menginginkan adanya kerja sama yang solid sehingga penghargaan ini memberikan dampak signifikan terhadap kinerja organisasi.
Dalam ajang tersebut, terdapat tujuh kategori nominasi yang diberikan kepada para penerima penghargaan. Jaksa Agung berpesan agar pencapaian ini menjadi motivasi bagi para pemenang untuk bekerja lebih giat lagi.
Beliau mengingatkan bahwa apresiasi ini bukanlah garis finis bagi seseorang dalam mengukir prestasi. Sebaliknya, momen ini dianggap sebagai langkah awal bagi para insan Adhyaksa untuk memunculkan potensi terbaik mereka.
Lebih lanjut, Burhanuddin menuntut pembuktian kinerja yang konsisten dari para penerima anugerah tersebut. Ia tidak ingin penghargaan yang diberikan hanya didasarkan pada klaim sepihak tanpa hasil kerja yang konkret.
Dalam kesempatan tersebut, Jaksa Agung juga berbagi pengalaman pahit mengenai pemberian penghargaan di masa lalu. Ia mengaku sempat merasa trauma karena adanya oknum berprestasi yang justru terjerat kasus hukum.
Burhanuddin menceritakan pernah ada penerima penghargaan yang ditangkap oleh pihak internal hanya berselang satu minggu setelah acara. Kejadian serupa terulang kembali pada tahun lalu ketika seorang Kepala Kejaksaan terbaik justru melakukan pelanggaran berat.
Peristiwa-peristiwa tersebut dirasakan sangat menyakitkan bagi institusi Kejaksaan secara keseluruhan. Oleh karena itu, ia sangat selektif dan waspada dalam memberikan apresiasi agar integritas tetap terjaga.
Di sisi lain, Ketua Komisi Kejaksaan Pujiyono Suwadi menegaskan bahwa anugerah ini adalah bentuk penghargaan nyata bagi kinerja anggota kejaksaan. Ia berharap program ini mampu meningkatkan rasa percaya diri serta profesionalisme di lingkungan kerja.
Menurut Pujiyono, Komjak tidak hanya bertugas menegakkan disiplin pegawai saja. Mereka juga berkomitmen memberikan apresiasi atas integritas dan pengabdian tinggi yang ditunjukkan oleh insan Adhyaksa.
Penyelenggaraan acara ini juga disebut sebagai perwujudan kolaborasi antara Komisi Kejaksaan RI dengan Persatuan Jaksa Indonesia. Sinergi ini bertujuan untuk menciptakan institusi yang profesional dan semakin dipercaya oleh publik.
Berikut adalah daftar lengkap para pemenang Anugerah Komisi Kejaksaan yang telah diumumkan:
- Penghargaan Luar Biasa: Jaksa Agung ST Burhanuddin
- Kejaksaan Tinggi Tipe A Berprestasi: Kejati Daerah Khusus Jakarta
- Kejaksaan Tinggi Tipe B Berprestasi: Kejati Lampung
- Kejaksaan Negeri Tipe A Berprestasi: Kejari Jakarta Pusat
- Kejaksaan Negeri Tipe B Berprestasi: Kejari Tana Toraja
- Jaksa Eselon IV Terbaik: Didit Agung Nugoroho (Kasubbag Pembinaan Kejari Mamuju)
- Jaksa Eselon V Terbaik: I Putu Gede Sumariartha (Jaksa Ahli Madya Bidang Datun Kejati Bali)
- ASN Non Jaksa Kejati Terbaik: Dora Siska Dewi (Kasubbag Data Statistik Kriminal Kejati Kepri)
- ASN Non Jaksa Kejari Terbaik: Suzanah (Petugas Barang Bukti Kejari Sorong)
- Penghargaan Posthumous: Alm. Philips David Ay (Jaksa Kejari Rote Ndao)
Daftar pemenang di atas mencakup berbagai jenjang jabatan mulai dari pimpinan tinggi hingga staf administrasi. Penghargaan Posthumous juga diberikan sebagai bentuk penghormatan bagi anggota yang telah gugur dalam tugas.
Kejaksaan Agung berharap dengan adanya daftar prestasi ini, seluruh satuan kerja di daerah dapat terpacu untuk meningkatkan kualitas pelayanan publik. Penilaian ini diharapkan objektif dan mampu mencerminkan kondisi riil di lapangan.
Secara keseluruhan, acara ini menjadi momentum penting bagi penguatan internal di bawah kepemimpinan ST Burhanuddin. Fokus utama tetap pada menjaga kebersihan institusi dari segala bentuk perbuatan tercela.