Terbaru 2026, Peneliti Kembangkan AI Mutakhir Penambah Umur Baterai Mobil Listrik

Terbaru 2026, Peneliti Kembangkan AI Mutakhir Penambah Umur Baterai Mobil Listrik
Foto: Terbaru 2026, Peneliti Kembangkan AI Mutakhir Penambah Umur Baterai Mobil Listrik. (Illustration by Pexels)
Ukuran teks

Para peneliti dari Chalmers University of Technology baru-baru ini memperkenalkan inovasi berupa algoritma kecerdasan buatan (AI) yang dirancang khusus untuk baterai mobil listrik. Teknologi ini fokus pada optimasi pengisian daya agar komponen baterai tidak cepat mengalami penurunan kualitas atau degradasi.

Melalui sistem berbasis perangkat lunak ini, umur pakai baterai kendaraan listrik diklaim dapat meningkat hingga 23 persen. Menariknya, pencapaian tersebut diraih tanpa perlu menambahkan sensor perangkat keras tambahan pada unit kendaraan.

Solusi Cerdas di Tengah Tantangan Pengisian Cepat

Meskipun fitur pengisian cepat DC sangat membantu mobilitas, penggunaan secara terus-menerus sering kali berdampak buruk pada kesehatan jangka panjang baterai. Semakin tua usia baterai, kemampuannya dalam menahan arus listrik yang besar saat pengisian daya akan semakin menurun secara signifikan.

Kondisi ini mengakibatkan kapasitas penyimpanan energi menyusut lebih cepat dari seharusnya. Algoritma AI baru ini hadir untuk membaca kondisi kesehatan baterai secara akurat dan menyesuaikan pola pengisian secara otomatis.

Mekanisme Kerja Algoritma Health-Aware

Berdasarkan laporan di jurnal IEEE, tim peneliti mengembangkan sistem pintar yang mampu beradaptasi dengan kondisi fisik sel baterai secara real-time. Teknologi ini mengawasi berbagai parameter teknis untuk memastikan proses pengisian tetap aman dan efisien.

Beberapa fungsi utama dari algoritma cerdas ini meliputi:

  • Memantau status kesehatan (state of health) baterai secara berkala.
  • Mengatur batas tegangan yang masuk selama proses pengisian daya berlangsung.
  • Menyesuaikan kecepatan pengisian berdasarkan kebutuhan dan kondisi sel baterai.

Melalui serangkaian simulasi, teknologi ini terbukti mampu menjaga performa baterai hingga 703 siklus pengisian sebelum kapasitasnya turun ke bawah ambang batas 80 persen. Hasil ini jauh lebih baik dibandingkan metode konvensional yang biasanya hanya sanggup mencapai sekitar 572 siklus pengisian.

Keunggulan Efisiensi dan Adopsi Industri

Salah satu nilai jual utama dari inovasi ini adalah kemudahannya untuk diterapkan pada mobil listrik yang sudah ada saat ini. Algoritma tersebut hanya mengandalkan data tegangan sel yang memang sudah tersedia pada sistem standar manufaktur mobil listrik.

Berikut adalah ringkasan perbandingan performa antara metode pengisian standar dengan algoritma berbasis AI:

Indikator Performa Metode Konvensional Algoritma AI Chalmers
Jumlah Siklus Pengisian (Hingga 80%) 572 Siklus 703 Siklus
Peningkatan Umur Pakai - Sekitar 23%
Waktu Pengisian Rata-rata 24 Menit 24 Menit

Data di atas menunjukkan bahwa peningkatan usia pakai baterai tidak mengorbankan kecepatan pengisian daya sama sekali. Dengan waktu yang tetap efisien, pengguna mendapatkan manfaat proteksi baterai yang jauh lebih maksimal dalam jangka panjang.

Masa Depan Teknologi Pengisian Pintar

Tren pengisian daya pintar berbasis perangkat lunak ini mulai dilirik oleh berbagai pelaku industri otomotif global. Startup seperti GBatteries dan Breathe bahkan telah mulai menjajaki kerja sama komersial dengan produsen kendaraan besar.

Sebagai contoh, Volvo berencana menyematkan teknologi serupa pada model generasi terbaru mereka, yakni EX60 yang dijadwalkan meluncur tahun 2027. Langkah ini diprediksi akan menjadi standar baru dalam industri kendaraan listrik di masa depan.

Bagi konsumen, kehadiran teknologi ini tentu memberikan keuntungan finansial karena biaya penggantian baterai yang sangat mahal dapat ditunda lebih lama. Selain itu, efisiensi biaya kepemilikan mobil listrik secara keseluruhan akan menjadi lebih kompetitif dibandingkan kendaraan konvensional.

Artikel terkait

Rekomendasi