Erin Taulany secara tegas menepis kabar miring mengenai dugaan penganiayaan yang ia lakukan terhadap asisten rumah tangganya yang bernama Hera. Pernyataan tersebut disampaikan langsung saat ia berada di kawasan Senayan, Jakarta Pusat, pada Senin, 18 Mei 2026.
Untuk memperkuat pembelaannya, mantan istri Andre Taulany ini membawa barang bukti berupa rekaman CCTV rumah. Langkah ini diambil guna mematahkan seluruh klaim kekerasan fisik yang dituduhkan kepadanya.
Bukti Rekaman CCTV untuk Tangkis Tuduhan
Erin menjelaskan bahwa rekaman tersebut menyimpan seluruh aktivitas Hera sejak hari pertama bekerja hingga memutuskan keluar dari rumah. Data tersebut telah dipindahkan ke dalam penyimpanan eksternal agar bisa ditunjukkan secara transparan.
Ia menekankan bahwa bukti digital ini sangat valid untuk menjawab tuduhan yang ia anggap sebagai fitnah. Erin merasa perlu meluruskan informasi yang beredar demi menjaga nama baiknya.
Beberapa poin tuduhan yang dibantah secara langsung melalui bukti rekaman tersebut adalah:
- Tuduhan melakukan penusukan menggunakan pisau dapur.
- Klaim mengenai tindakan pencekikan terhadap asisten rumah tangga.
- Tudingan melakukan kekerasan berupa pencakaran pada bagian tubuh tertentu.
- Laporan mengenai aksi pemukulan fisik di dalam lingkungan rumah.
Erin menyebutkan ada 14 kamera pengawas yang memantau situasi di kediamannya setiap saat. Melalui kamera tersebut, ia yakin tidak ada satu pun tindakan kekerasan seperti yang dilaporkan oleh pihak Hera.
Pelanggaran Aturan Rumah oleh Sang Asisten
Selain membela diri, Erin juga mengungkapkan kekecewaannya terhadap perilaku buruk yang dilakukan Hera selama bekerja. Ia membeberkan bahwa asistennya tersebut kerap melanggar aturan privasi dan kebersihan rumah.
Salah satu pelanggaran berat yang disoroti adalah kebiasaan Hera merokok di area dapur rumah. Tindakan ini dianggap sangat fatal karena Erin dan keluarganya sangat menjaga pola hidup sehat tanpa asap rokok.
Dampak perilaku asisten rumah tangga tersebut menurut penjelasan Erin Taulany meliputi:
- Gangguan kesehatan bagi seluruh penghuni rumah akibat asap rokok di ruangan tertutup.
- Kekhawatiran terhadap kondisi kesehatan anak-anak Erin yang berada di area tersebut.
- Pelanggaran terhadap standar prosedur kerja bagi staf yang bekerja di kediamannya.
- Ketidaknyamanan bagi asisten rumah tangga lainnya yang selama ini patuh pada aturan tidak merokok.
Erin mengaku sebenarnya sudah berulang kali memberikan teguran keras kepada Hera mengenai aturan larangan merokok tersebut. Namun, teguran tersebut tampaknya tidak diindahkan hingga memicu konflik antara keduanya.
Ia memastikan bahwa seluruh staf yang bekerja dengannya sudah memahami bahwa merokok di dalam ruangan adalah larangan mutlak. Erin menutup keterangannya dengan menegaskan bahwa selama ini tidak pernah ada masalah serupa dengan pekerja rumah tangga lainnya.