Tembus 14 Ribu Pendaftar, Teknik Pertambangan UPN Veteran Jogja Jadi Jurusan Paling Dicari 2026

Tembus 14 Ribu Pendaftar, Teknik Pertambangan UPN Veteran Jogja Jadi Jurusan Paling Dicari 2026
Foto: Tembus 14 Ribu Pendaftar, Teknik Pertambangan UPN Veteran Jogja Jadi Jurusan Paling Dicari 2026. (Illustration by Pexels)
Ukuran teks

Universitas Pembangunan Nasional (UPN) "Veteran" Yogyakarta mencatatkan lonjakan peminat yang signifikan pada jalur Seleksi Nasional Berdasarkan Prestasi (SNBP) tahun 2026. Sebanyak 14.291 siswa tercatat mendaftarkan diri untuk memperebutkan kursi di kampus tersebut.

Persaingan dipastikan berlangsung sangat sengit mengingat keterbatasan kuota yang disediakan pihak kampus. UPN Veteran Yogyakarta hanya menyediakan daya tampung sebanyak 1.212 kursi yang tersebar di 22 program studi pilihan.

Berdasarkan data tersebut, rata-rata satu kursi di jalur SNBP akan diperebutkan oleh hampir 12 orang pendaftar. Wakil Rektor Bidang Akademik dan Sistem Informasi, Machya Astuti Dewi, menilai fenomena ini sebagai bentuk kepercayaan tinggi dari masyarakat.

Machya menjelaskan bahwa tingginya animo tersebut membuktikan kampus ini tetap menjadi tujuan utama bagi siswa berprestasi di seluruh Indonesia. Pernyataan ini ia sampaikan melalui laman resmi universitas pada Sabtu, 4 April 2026.

Program Studi Teknik Menjadi Incaran Utama

Sektor teknik masih mendominasi pilihan pendaftar, dengan Program Studi Teknik Pertambangan menempati posisi teratas sebagai jurusan paling diminati. Sebanyak 1.407 siswa mendaftar di prodi ini, padahal daya tampung yang tersedia hanya untuk 52 mahasiswa saja.

Kondisi tersebut membuat rasio keketatan di Teknik Pertambangan mencapai angka 1:27. Artinya, setiap satu kursi yang ada harus diperebutkan oleh sekitar 27 orang calon mahasiswa baru.

Posisi kedua ditempati oleh Teknik Lingkungan dengan rasio persaingan sebesar 1:24,80. Selain itu, Teknik Metalurgi juga menunjukkan persaingan yang tidak kalah menantang dengan rasio 1:19,64.

Peminat di jurusan teknik lainnya juga terpantau tinggi, seperti pada Teknik Perminyakan dan Teknik Industri. Kedua program studi tersebut masing-masing mencatatkan rasio keketatan sebesar 1:19,47 dan 1:17,77.

Persaingan di Rumpun Ilmu Sosial

Tidak hanya di bidang teknik, persaingan ketat juga terjadi pada program studi di rumpun ilmu sosial. Ilmu Administrasi Bisnis muncul sebagai prodi paling kompetitif di kelompok ini dengan tingkat keketatan 1:14,87.

Selanjutnya, Ilmu Komunikasi menyusul di posisi berikutnya dengan rasio persaingan mencapai 1:12,41. Bidang ekonomi seperti Akuntansi dan Manajemen juga tetap menjadi primadona bagi banyak calon mahasiswa.

Program Studi Akuntansi mencatatkan rasio keketatan sebesar 1:9,37 bagi para peminatnya. Sementara itu, Program Studi Manajemen memiliki rasio persaingan sebesar 1:7,76 pada periode seleksi kali ini.

Berikut adalah ringkasan rasio keketatan beberapa program studi populer di UPN Veteran Yogyakarta:

  • Teknik Pertambangan: Mencatatkan tingkat persaingan tertinggi dengan rasio 1:27,06.
  • Teknik Lingkungan: Menempati posisi kedua tersulit dengan rasio keketatan 1:24,80.
  • Teknik Metalurgi & Perminyakan: Keduanya berada di angka persaingan sekitar 1:19.
  • Ilmu Administrasi Bisnis: Menjadi prodi paling kompetitif di rumpun sosial dengan rasio 1:14,87.
  • Ilmu Komunikasi: Memiliki rasio persaingan 1:12,41 di antara para pendaftar.

Data ini memberikan gambaran bagi calon mahasiswa mengenai tingkat kesulitan menembus jurusan-jurusan favorit melalui jalur prestasi. Setiap program studi menunjukkan tren minat yang beragam namun tetap memiliki standar seleksi yang tinggi.

Dinamika Daya Tampung dan Minat Pendaftar

Terdapat fakta unik pada Jurusan Manajemen yang memiliki karakteristik berbeda dibandingkan jurusan teknik lainnya. Meskipun rasio keketatannya lebih rendah, Manajemen justru menjadi prodi dengan daya tampung paling banyak.

Jurusan ini menerima hingga 142 mahasiswa baru dari total pendaftar yang mencapai 1.102 orang. Kapasitas yang besar inilah yang membuat rasio persaingannya terlihat lebih longgar dibanding jurusan teknik.

Keberagaman minat ini mencakup berbagai disiplin ilmu, mulai dari sektor industri dan lingkungan hingga komunikasi serta bisnis. Hal ini menandakan bahwa daya tarik UPN Veteran Yogyakarta tidak hanya terpusat pada satu bidang keilmuan saja.

Machya Astuti Dewi menambahkan bahwa penyebaran minat ini merupakan sinyal positif bagi perkembangan kampus ke depan. Pihak universitas berkomitmen untuk terus menjaga kualitas layanan akademik serta proses seleksi mahasiswa baru.

Bagi universitas, statistik ini mengukuhkan posisi mereka sebagai lembaga pendidikan yang relevan dan memiliki daya pikat kuat. Kampus ini tetap dianggap sebagai tempat belajar yang kompetitif di tengah persaingan perguruan tinggi yang semakin ketat.

Artikel terkait

Rekomendasi