Pelatih kepala tim nasional Australia, Tony Popovic, mengungkapkan rasa optimis yang tinggi terhadap peluang anak asuhnya di ajang Piala Dunia 2026 mendatang. Keyakinan ini muncul setelah skuad Socceroos berhasil menahan imbang Swiss dengan skor 1-1 dalam pertandingan uji coba terakhir mereka.
Pertandingan pemanasan yang digelar di San Diego, Amerika Serikat, pada Minggu (7/6/2026) tersebut menjadi tolok ukur kesiapan Australia. Meskipun sempat tertinggal lebih dulu, performa kolektif tim menunjukkan progres yang signifikan menjelang turnamen resmi dimulai.
Jalannya Pertandingan Swiss vs Australia
Swiss memulai laga dengan sangat agresif dan berhasil memecah kebuntuan pada menit ke-14 melalui aksi Dan Ndoye. Gol cepat tersebut sempat membuat Australia berada di bawah tekanan tim lawan yang memiliki peringkat FIFA lebih tinggi.
Memasuki babak kedua, Australia mulai menemukan ritme permainan mereka dan memberikan perlawanan yang lebih terorganisir. Hasilnya, pemain debutan Tete Yengi muncul sebagai pahlawan dengan mencetak gol penyama kedudukan yang menyelamatkan wajah Socceroos.
Laga persahabatan ini merupakan agenda persiapan pamungkas bagi kedua kesebelasan sebelum terjun ke putaran final Piala Dunia. Kompetisi sepak bola paling bergengsi sejagat tersebut dijadwalkan akan segera bergulir mulai Kamis (11/6/2026).
Eksperimen Strategi Tony Popovic
Dalam laga melawan Swiss, Tony Popovic melakukan langkah berani dengan merombak total susunan pemain utamanya. Tercatat ada tujuh perubahan pemain dibandingkan saat Australia menelan kekalahan tipis 0-1 dari Meksiko pada pekan sebelumnya.
Keputusan ini diambil untuk menguji kedalaman skuad sekaligus memberikan jam terbang bagi para pemain cadangan. Namun, pada paruh kedua pertandingan, Popovic kembali memasukkan komposisi pemain yang diprediksi akan menjadi pilar utama di turnamen nanti.
Popovic mengaku sangat puas dengan hasil akhir serta kondisi kebugaran para pemainnya setelah melakoni pertandingan yang intens tersebut. Ia menilai bahwa mampu melewati laga seberat itu tanpa ada pemain yang mengalami cedera adalah sebuah keuntungan besar.
Berikut adalah beberapa poin penting yang disampaikan Tony Popovic mengenai kesiapan timnya sebagaimana dikutip dari laporan AFP:
- Tim berhasil melewati pertandingan pemanasan tanpa kendala cedera pemain yang berarti.
- Hasil imbang melawan tim kuat seperti Swiss memberikan suntikan motivasi dan kepercayaan diri bagi seluruh skuad.
- Proses terciptanya gol penyama kedudukan dinilai sangat berkualitas dan menunjukkan potensi lini serang Australia.
- Penyelesaian akhir dan koordinasi permainan di awal laga menjadi catatan evaluasi utama untuk diperbaiki pekan depan.
Pernyataan Popovic tersebut menegaskan bahwa Australia kini fokus penuh untuk memperbaiki detail-detail kecil sebelum laga perdana. Ia berharap anak asuhnya bisa tampil lebih panas sejak peluit pertama dibunyikan di pertandingan resmi nanti.
Target Melampaui Ekspektasi Publik
Australia akan mencatatkan penampilan keenam mereka secara berturut-turut di ajang Piala Dunia pada tahun 2026 ini. Hal ini membuktikan konsistensi Socceroos sebagai salah satu kekuatan sepak bola dari konfederasi Asia yang patut diperhitungkan.
Berdasarkan hasil pengundian grup, Australia berada dalam situasi yang cukup menantang karena harus bersaing dengan lawan-lawan tangguh. Berikut adalah detail pembagian grup untuk Australia dan Swiss di putaran final nanti.
Berikut adalah ringkasan pembagian grup untuk Australia dan Swiss pada babak penyisihan Piala Dunia 2026:
| Tim Nasional | Grup | Daftar Lawan di Babak Penyisihan |
|---|---|---|
| Australia | Grup D | Turki, Amerika Serikat (Tuan Rumah), dan Paraguay |
| Swiss | Grup B | Qatar, Bosnia-Herzegovina, dan Kanada (Tuan Rumah) |
Tabel di atas menunjukkan bahwa Australia harus menghadapi salah satu tuan rumah, yaitu Amerika Serikat, di fase awal. Meski berada di grup yang berat, Popovic tetap yakin bahwa sejarah Australia yang sering mengejutkan akan terulang kembali.
Mentalitas dan Rekam Jejak Socceroos
Popovic merasa sangat termotivasi dengan fakta bahwa timnya mampu mengimbangi Swiss yang tampil dengan kekuatan penuh. Sebagai informasi, Swiss saat ini menduduki peringkat ke-19 dunia, atau delapan tingkat di atas posisi Australia dalam ranking FIFA.
Kepercayaan diri pelatih berusia 52 tahun ini juga didasari oleh tradisi olahraga masyarakat Australia yang pantang menyerah. Menurutnya, setiap warga Australia selalu berekspektasi agar tim nasional mereka bisa melangkah sejauh mungkin dalam kompetisi apa pun.
Ia menegaskan bahwa semangat untuk melampaui ekspektasi sudah mendarah daging dalam budaya olahraga Australia. Kemampuan untuk tampil lebih baik dari yang diprediksikan pengamat telah dibuktikan berkali-kali oleh Socceroos dalam berbagai kesempatan internasional.
Sebagai pengingat, pada Piala Dunia 2022 di Qatar, Australia berhasil membuat kejutan dengan lolos dari fase grup yang kompetitif. Di babak 16 besar, mereka bahkan memberikan perlawanan yang sangat sengit kepada Argentina yang akhirnya keluar sebagai juara.
Kala itu, Australia hanya kalah tipis 1-2 dari tim yang dikapteni oleh megabintang Lionel Messi tersebut. Pengalaman berharga di Qatar menjadi modal mental yang sangat penting bagi para pemain muda yang ada di skuad saat ini.
Fokus Menghadapi Fase Gugur
Target utama yang dipasang oleh Popovic adalah membawa Australia menembus babak gugur sekali lagi. Ia percaya bahwa setelah masuk ke fase sistem gugur, segala kemungkinan bisa terjadi dan peluang untuk melaju ke babak selanjutnya tetap terbuka lebar.
Meskipun memiliki ambisi besar, Popovic tetap membumi dan menyadari bahwa masih banyak pekerjaan rumah yang harus diselesaikan. Ia mengakui bahwa persaingan di fase grup akan sangat ketat dan membutuhkan konsentrasi tingkat tinggi di setiap pertandingan.
Popovic juga ingin agar tim lawan melihat Australia bukan sebagai tim pelengkap, melainkan sebagai tantangan yang sulit ditaklukkan. Dengan persiapan yang matang, ia yakin Socceroos akan menjadi lawan yang merepotkan bagi Turki, Amerika Serikat, maupun Paraguay.
Perjalanan Australia di Piala Dunia 2026 akan dimulai dengan menghadapi tantangan dari tim nasional Turki di Vancouver pada 13 Juni. Pertandingan pembuka ini akan menjadi kunci bagi langkah mereka untuk mengamankan poin di klasemen Grup D.
Di waktu yang bersamaan, Swiss juga akan memulai perjuangan mereka di Grup B dengan menghadapi Qatar di San Francisco. Kedua tim kini telah mengakhiri masa persiapan mereka dan siap memberikan penampilan terbaik di panggung sepak bola terbesar di dunia tersebut.