Sam Levinson selaku sutradara serial populer Euphoria akhirnya membeberkan alasan di balik nasib tragis yang menimpa karakter Rue Bennett di akhir musim ketiga. Keputusan ini diambil karena ia menganggap hal tersebut sebagai cara paling jujur untuk menutup perjalanan karakter yang diperankan Zendaya itu.
Langkah Levinson untuk mengakhiri nyawa karakter utama yang sangat dicintai penggemar ini memiliki makna mendalam. Ia ingin memberikan penghormatan khusus kepada mendiang Angus Cloud, pemeran karakter Fezco yang wafat akibat overdosis pada Juli 2023 lalu.
Pernyataan jujur dari Sam Levinson mengenai realita pecandu narkoba :
- Karakter seperti Rue memiliki risiko sangat tinggi untuk tidak bisa bertahan hidup di dunia nyata.
- Banyak pengguna narkoba yang mengalami fase kambuh atau belum benar-benar siap untuk berhenti sepenuhnya.
- Kematian Rue menjadi representasi bagi orang-orang yang tidak mendapatkan kesempatan kedua dalam hidup mereka.
Levinson menegaskan bahwa dirinya tidak ingin memperhalus realitas pahit tersebut demi menjaga keaslian cerita. Menurutnya, kisah ini didekasikan untuk mengenang Angus Cloud serta mereka yang nasibnya berakhir serupa karena ketergantungan zat terlarang.
Dalam episode pamungkas berjudul In God We Trust, Rue Bennett diceritakan meninggal dunia akibat overdosis yang tidak disengaja. Kematian ini terjadi setelah ia mengonsumsi pil yang ternyata telah dicampur dengan zat berbahaya oleh karakter Alamo Brown.
Menariknya, sosok Fezco yang diperankan Angus Cloud juga dimunculkan kembali dalam rangkaian adegan kematian tersebut. Penonton diajak melihat momen-momen Rue yang seolah sedang menelusuri kembali kenangan sepanjang masa hidupnya.
Detail adegan emosional yang melibatkan karakter Fezco :
- Rue terlihat berhenti di depan minimarket lama tempat Fezco pernah bekerja di masa lalu.
- Momen tersebut memicu kilas balik yang memperlihatkan kebersamaan antara Rue dan Fezco.
- Adegan tersebut menggunakan rekaman asli dari proses uji coba peran yang sebelumnya tidak pernah ditayangkan.
Levinson merasa penggunaan potongan klip lama tersebut sangat tepat untuk menghadirkan kembali sosok Cloud di layar. Ia ingin para penggemar bisa melihat kebersamaan mereka berdua untuk terakhir kalinya dalam konteks yang emosional.
Sutradara kondang ini juga menaruh perhatian besar pada bahaya fentanyl yang kini marak dan sangat mematikan di Amerika Serikat. Ia ingin menunjukkan betapa satu kesalahan kecil dalam penggunaan narkoba saat ini bisa langsung berakibat fatal bagi anak muda.
Levinson bahkan membandingkan pengalamannya sendiri saat masih muda ketika ia juga sempat terjerumus dalam penggunaan narkoba. Ia merasa beruntung karena pada masanya, ancaman zat seperti fentanyl belum semasif dan semematikan seperti kondisi saat ini.
Data nasib karakter utama Euphoria di akhir musim ketiga :
| Karakter | Pemeran | Status Akhir Cerita |
|---|---|---|
| Rue Bennett | Zendaya | Meninggal (Overdosis) |
| Fezco | Angus Cloud | Muncul dalam kilas balik |
| Nate Jacobs | Jacob Elordi | Meninggal (Episode sebelumnya) |
| Cassie Howard | Sydney Sweeney | Masih Bertahan |
| Jules Vaughn | Hunter Schafer | Masih Bertahan |
Tabel di atas merangkum bagaimana nasib para tokoh utama yang telah mengikuti perjalanan serial ini sejak musim perdana tahun 2019. Terlihat bahwa beberapa karakter kunci tidak berhasil mencapai akhir cerita dengan selamat.
Zendaya sendiri mengungkapkan bahwa memerankan Rue merupakan sebuah kehormatan sekaligus kebahagiaan yang sangat besar baginya. Ungkapan terima kasih ini ia sampaikan kepada seluruh kru yang telah mendampingi proses pertumbuhannya selama proses syuting berlangsung.
Terkait spekulasi mengenai kemungkinan adanya musim keempat, Sam Levinson memberikan tanggapan yang cukup diplomatis. Ia mengaku tidak ingin menutup pintu peluang apa pun, meski ia terbiasa menganggap setiap musim yang digarapnya sebagai musim terakhir.
Keputusan kreatif untuk mematikan Rue Bennett memang memicu perdebatan di kalangan penggemar setia Euphoria. Namun bagi Levinson, ini adalah pesan kuat tentang dampak nyata narkoba yang tidak mengenal belas kasihan pada korbannya.