Kebiasaan merebahkan sandaran kursi di dalam kabin pesawat sering kali menjadi pemicu perdebatan antarpenumpang. Sebuah survei terbaru mengonfirmasi bahwa tindakan ini menduduki posisi teratas sebagai perilaku yang paling menyebalkan selama penerbangan.
Melansir laporan dari Mirror, penyedia asuransi perjalanan Tiger.co.uk telah melakukan riset terhadap 1.000 wisatawan asal Inggris. Penelitian tersebut bertujuan untuk memetakan perilaku apa saja yang paling mengganggu kenyamanan orang lain saat berada di pesawat.
Daftar Kebiasaan Penumpang Pesawat yang Mengganggu
Berikut adalah rangkuman beberapa perilaku di pesawat yang paling sering memicu kekesalan penumpang berdasarkan hasil survei:
- Merebahkan kursi berlebihan: Sebanyak 14 persen responden merasa sangat terganggu jika orang di depan mereka menurunkan sandaran kursi terlalu rendah.
- Berdiri terlalu cepat: Penumpang yang langsung berdiri sebelum tanda sabuk pengaman mati setelah mendarat dianggap sangat mengganggu.
- Kurangnya persiapan dokumen: Wisatawan yang baru sibuk mencari paspor atau dokumen di depan loket imigrasi dinilai memperlambat antrean.
- Polusi suara dari gadget: Menggunakan tablet atau ponsel tanpa headphone untuk mendengarkan musik dan menonton video dianggap tidak sopan.
- Memadati lorong kabin: Berebut berdiri di lorong saat pesawat baru berhenti membuat ruang gerak penumpang lain menjadi sangat terbatas.
Masalah sandaran kursi menjadi perhatian utama karena langsung berdampak pada ketersediaan ruang kaki penumpang di belakangnya. Hal ini terasa semakin menjengkelkan pada penerbangan jarak pendek yang memiliki konfigurasi kursi sangat rapat.
Meskipun merebahkan kursi bertujuan untuk meningkatkan kenyamanan saat tidur, tindakan ini justru menciptakan efek domino ketidaknyamanan bagi orang lain. Oleh karena itu, penting bagi setiap pelancong untuk tetap memperhatikan batas wajar saat menggunakan fasilitas tersebut.
Risiko dan Sanksi Bagi Penumpang yang Tidak Tertib
Perilaku terburu-buru berdiri saat pesawat belum berhenti sempurna tidak hanya mengesalkan, tetapi juga memiliki risiko keselamatan yang nyata. Guncangan mendadak saat pengereman pesawat dapat membuat penumpang jatuh dan mengalami cedera serius jika tidak sedang memakai sabuk pengaman.
Beberapa otoritas penerbangan bahkan mulai menerapkan aturan yang sangat ketat untuk mendisiplinkan para penumpang. Contohnya, otoritas penerbangan sipil di Turki telah menetapkan kebijakan tegas untuk mengatasi perilaku tidak tertib ini.
Rincian mengenai denda dan kategori perilaku yang dianggap mengganggu diatur sebagai berikut:
| Perilaku Penumpang | Dampak yang Ditimbulkan | Sanksi / Konsekuensi |
|---|---|---|
| Berdiri sebelum pesawat berhenti sempurna | Risiko cedera fisik dan mengganggu alur turun kabin | Denda sekitar Rp 1,2 juta (53 pound sterling) |
| Mencari dokumen saat di depan petugas | Menghambat antrean panjang di bandara | Memperlama proses pemeriksaan keamanan |
| Menyalakan suara gadget tanpa headphone | Mengganggu waktu istirahat penumpang lain | Mendapatkan keluhan langsung dari kru kabin |
Selain masalah di dalam pesawat, perilaku tidak disiplin saat di area pemeriksaan keamanan juga menjadi sorotan responden. Wisatawan yang tidak menyiapkan paspor atau tiket sejak dini dianggap tidak peka terhadap situasi bandara yang padat.
Secara keseluruhan, hasil survei ini menunjukkan bahwa etika sederhana sangat berpengaruh terhadap kualitas perjalanan udara bagi semua orang. Sikap saling menghargai dan sedikit lebih sabar dapat menciptakan suasana penerbangan yang jauh lebih tenang dan menyenangkan.