Surabaya Tambah 4 Mobil Perpustakaan Listrik guna Genjot Literasi Anak pada 2026

Surabaya Tambah 4 Mobil Perpustakaan Listrik guna Genjot Literasi Anak pada 2026
Foto: Ilustrasi Surabaya Tambah 4 Mobil Perpustakaan Listrik guna Genjot Literasi Anak pada 2026.
Ukuran teks

Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya terus berupaya meningkatkan minat baca di tengah masyarakat dengan menghadirkan inovasi baru. Langkah terbaru yang dilakukan adalah menambah empat unit mobil perpustakaan listrik untuk memperluas jangkauan layanan literasi secara cuma-cuma.

Fasilitas ini direncanakan akan berkeliling ke berbagai titik strategis, mulai dari sekolah-sekolah hingga menyasar lingkungan pemukiman warga. Kehadiran mobil perpustakaan ini diharapkan mempermudah akses anak-anak dalam mendapatkan bacaan yang berkualitas dan mendidik.

Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (Dispusip) Kota Surabaya, Yusuf Masruh, menjelaskan bahwa penambahan armada ini memiliki makna spesial. Proyek tersebut merupakan kado istimewa bagi warga dalam rangka menyambut Hari Jadi Kota Surabaya (HJKS) ke-733.

Mobil-mobil listrik ini didesain sebagai pusat literasi berjalan yang tidak hanya membawa buku. Di dalamnya tersedia berbagai sarana menarik yang bisa dimanfaatkan oleh anak-anak maupun orang dewasa di Kota Pahlawan.

Fasilitas utama yang disediakan dalam mobil perpustakaan listrik ini meliputi:

  • Koleksi ribuan judul buku dari berbagai genre dan usia.
  • Fasilitas mendongeng untuk meningkatkan daya imajinasi anak.
  • Sarana belajar interaktif yang modern dan edukatif.
  • Akses layanan literasi gratis untuk seluruh lapisan masyarakat.

Program ini dirancang untuk menjangkau hingga ke unit terkecil dalam masyarakat seperti lingkungan RT dan RW. Dengan begitu, kegiatan literasi bisa hadir langsung di tengah komunitas saat mereka mengadakan acara lokal.

"Mobil listrik ini nantinya akan memfasilitasi berbagai kegiatan literasi di lingkungan masyarakat, komunitas, hingga tingkat RT/RW jika ada acara literasi," ujar Yusuf saat memberikan keterangan kepada media di Surabaya, Senin (18/5).

Selain menyasar pemukiman warga, sekolah-sekolah juga menjadi prioritas kunjungan rutin armada baru ini. Yusuf menekankan bahwa mobilitas armada tersebut akan sangat tinggi demi mengejar target pemerataan literasi anak.

Rencananya, empat unit mobil perpustakaan berbasis listrik ini akan mulai dioperasikan secara resmi pada Mei 2026. Penambahan ini secara signifikan akan memperkuat kapasitas layanan yang sudah ada sebelumnya di bawah kendali Dispusip.

Sebelum adanya tambahan unit baru, Dispusip Surabaya telah mengoperasikan empat mobil perpustakaan dengan mesin konvensional. Dengan datangnya armada listrik ini, maka kekuatan tim perpustakaan keliling Surabaya kini menjadi dua kali lipat.

Berikut adalah rincian jumlah armada perpustakaan keliling yang dikelola Dispusip Surabaya:

Jenis Kendaraan Jumlah Unit Keterangan
Mobil Perpustakaan Konvensional 4 Unit Armada lama yang sudah beroperasi
Mobil Perpustakaan Listrik 4 Unit Armada baru sebagai kado HJKS ke-733
Total Keseluruhan 8 Unit Siap melayani seluruh wilayah Surabaya

Data di atas menunjukkan komitmen serius Pemkot Surabaya dalam menyediakan fasilitas pendidikan non-formal bagi warganya. Seluruh unit tersebut akan disebar secara merata agar tidak ada wilayah yang tertinggal dalam mendapatkan layanan buku gratis.

Keputusan menggunakan kendaraan listrik diambil bukan tanpa pertimbangan matang oleh jajaran pemerintah kota. Yusuf menyebutkan bahwa aspek efisiensi dan keberlanjutan lingkungan menjadi faktor penentu utama dalam pengadaan ini.

Langkah ini sejalan dengan ambisi Pemkot Surabaya yang ingin beralih ke transportasi yang lebih ramah lingkungan. Selain praktis dalam penggunaan harian, operasional mobil listrik juga dianggap lebih hemat biaya dibandingkan mesin bensin.

"Kami memilih mobil listrik agar operasionalnya lebih efektif dan praktis saat di lapangan," jelas Yusuf lebih lanjut. Ia menambahkan bahwa konsep ramah lingkungan kini menjadi nilai inti dalam setiap pengembangan layanan publik di Surabaya.

Untuk memaksimalkan dampak dari kedelapan mobil tersebut, Dispusip Surabaya tengah menyusun skema pembagian area operasional yang ketat. Penataan rute dilakukan agar jangkauan literasi bisa menyentuh wilayah pinggiran kota secara terjadwal.

Setiap wilayah diharapkan mendapatkan giliran kunjungan secara rutin sehingga anak-anak bisa memiliki jadwal membaca yang teratur. Keberagaman buku yang dibawa juga akan terus diperbarui agar pembaca tidak merasa bosan dengan koleksi yang itu-itu saja.

Melalui inovasi mobil listrik ini, Surabaya berupaya menciptakan wajah baru perpustakaan yang lebih modern dan adaptif terhadap teknologi. Literasi kini bukan lagi kegiatan yang kaku, melainkan pengalaman yang menyenangkan dan mudah diakses siapa saja.

Masyarakat pun diimbau untuk aktif memanfaatkan fasilitas ini saat berkunjung ke lingkungan mereka masing-masing. Dengan sinergi antara pemerintah dan warga, diharapkan angka literasi anak di Surabaya akan terus merangkak naik secara signifikan.

Artikel terkait

Rekomendasi