Curah hujan tinggi yang mengguyur wilayah Kabupaten Empat Lawang, Sumatera Selatan, memicu luapan Sungai Lintang hingga menimbulkan kerusakan serius. Bencana ini tidak hanya menghancurkan fasilitas umum, tetapi juga melumpuhkan sektor pariwisata di daerah tersebut.
Debit air yang meningkat drastis mengakibatkan luapan sungai meluas hingga ke pemukiman dan kawasan wisata. Arus yang sangat deras dilaporkan merusak infrastruktur penting, termasuk merobohkan sebuah jembatan penghubung di wilayah terdampak.
Dampak Kerusakan Infrastruktur dan Objek Wisata
Hujan lebat yang turun sejak Kamis pagi (21/5/2026) menjadi pemicu utama meluapnya Sungai Lintang di perbatasan Desa Muara Tanding dan Desa Muara Danau. Aliran air yang sangat kuat menghantam struktur jembatan gantung di kawasan Peraduan hingga roboh dan hanyut terbawa arus.
Selain infrastruktur jalan, sektor pariwisata lokal juga terdampak hebat akibat terjangan banjir bandang ini. Objek wisata Air Lintang Indah yang berlokasi di Desa Muara Danau dilaporkan mengalami kerusakan parah pada berbagai fasilitas penunjangnya.
Berikut adalah beberapa poin utama terkait dampak banjir bandang di Empat Lawang:
- Jembatan Gantung Roboh: Akses penghubung di kawasan Peraduan terputus total setelah struktur jembatan terbawa arus sungai yang deras.
- Kerusakan Destinasi Wisata: Fasilitas di objek wisata Air Lintang Indah rusak berat sehingga tidak dapat beroperasi untuk sementara waktu.
- Kerugian Material: Setidaknya terdapat dua pondok milik warga yang dilaporkan hancur akibat terkena terjangan air.
- Status Korban: Hingga saat ini, pihak berwenang mengonfirmasi bahwa tidak ada korban jiwa dalam musibah tersebut.
Data tersebut menunjukkan bahwa meskipun tidak ada kehilangan nyawa, kerugian materiil yang dialami masyarakat dan pengelola wisata cukup signifikan. Pihak BPBD terus melakukan pendataan lebih lanjut di lapangan guna memastikan cakupan kerusakan secara menyeluruh.
Respons BPBD dan Kondisi Terkini
Fero Ananta selaku Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Empat Lawang menyatakan bahwa personel telah disiagakan di lokasi sejak banjir terjadi. Tim terus menjalin koordinasi intensif dengan aparat kecamatan serta desa untuk memantau situasi di lapangan.
Ia mengonfirmasi bahwa per Jumat (22/5/2026) pagi, kondisi air sudah mulai surut dan menyisakan tumpukan material serta kerusakan fisik. Meski air telah kembali normal, warga diminta tetap waspada terhadap potensi bencana susulan.
Pihak BPBD memberikan imbauan keselamatan bagi warga di sekitar area rawan:
- Waspada Longsor: Warga yang bermukim di lereng perbukitan diminta peka terhadap tanda-tanda awal pergerakan tanah atau longsor.
- Pantau Debit Air: Masyarakat diimbau untuk segera menjauh dari bantaran sungai jika melihat peningkatan debit air yang sangat cepat saat hujan deras.
- Komunikasi Aktif: Segera melapor kepada pihak berwenang jika menemukan kondisi lingkungan yang membahayakan keselamatan jiwa.
Langkah-langkah kewaspadaan ini sangat krusial mengingat cuaca ekstrem masih berpotensi terjadi di wilayah Sumatera Selatan dalam beberapa waktu ke depan. BPBD berkomitmen untuk terus mendampingi warga dalam masa pemulihan pascabencana ini.