Panggung final Festival Storytelling Cerita Rakyat Suara Nusantara Banten 2026 telah usai digelar dengan meriah di Pendopo Gubernur Banten pada Minggu (17/5). Perhelatan yang diinisiasi oleh Navaswara ini sukses menjadi wadah kreatif bagi generasi muda untuk melestarikan tradisi lisan asli daerah.
Melalui pendekatan yang lebih modern, ajang ini bertujuan memastikan kekayaan budaya Banten tetap relevan di tengah perkembangan zaman. Ratusan peserta mulai dari tingkat Sekolah Dasar (SD) hingga kategori umum turut serta memeriahkan kompetisi ini.
Sebelum melaju ke babak semifinal dan final, para peserta diwajibkan mengirimkan karya mereka dalam format video melalui platform media sosial Instagram. Proses kurasi ini dilakukan untuk menyaring bakat-bakat terbaik yang mampu membawakan legenda lokal secara menarik.
Acara tahun ini mengusung tema besar yakni Menghidupkan Legenda Banten, Menginspirasi Masa Depan yang menekankan pada pentingnya sejarah bagi generasi baru. Gubernur Banten, Andra Soni, memberikan apresiasi tinggi terhadap penyelenggaraan festival budaya yang dinilai sangat strategis ini.
Andra Soni berpendapat bahwa kegiatan ini bukan sekadar ajang perlombaan untuk memperebutkan gelar juara atau mendongeng semata. Baginya, festival ini merupakan langkah nyata dalam menanamkan nilai-nilai luhur kebudayaan kepada anak-anak muda di wilayah Banten.
Pernyataan Gubernur Banten mengenai esensi budaya tutur bagi masyarakat setempat:
- Budaya tutur merupakan akar utama dari identitas dan jati diri masyarakat Banten.
- Melalui festival ini, generasi muda tidak hanya mendengarkan narasi masa lalu tetapi juga menyerap nilai moral.
- Kegiatan ini berfungsi sebagai sarana pembentukan etika bagi calon pemimpin masa depan.
- Pelestarian cerita rakyat membantu memperkuat karakter bangsa di tengah arus globalisasi.
Gubernur juga menekankan bahwa memahami sejarah melalui cerita rakyat dapat menjadi bekal berharga bagi pertumbuhan mental anak-anak. Hal ini diharapkan mampu membangun rasa bangga terhadap asal-usul daerah yang menjadi tempat tinggal mereka.
Ketua panitia penyelenggara, Cahaya Manthovani, mengungkapkan kekagumannya terhadap antusiasme masyarakat yang sangat tinggi pada tahun ini. Jumlah peserta yang mendaftar dan berpartisipasi disebut telah melampaui target serta ekspektasi awal tim panitia.
Ia mencatat bahwa para peserta tidak hanya mengandalkan teknik bercerita atau olah vokal yang mumpuni untuk menarik perhatian juri. Banyak dari mereka yang sengaja menyiapkan kostum khusus dan properti panggung yang sangat detail untuk mendukung penampilan.
Fakta menarik terkait partisipasi peserta dalam ajang Suara Nusantara Banten 2026:
| Aspek Penilaian | Keterangan dan Detail |
|---|---|
| Kategori Peserta | Terbuka untuk pelajar tingkat SD hingga masyarakat umum. |
| Media Seleksi | Pengiriman video storytelling melalui akun Instagram resmi. |
| Daya Tarik Visual | Penggunaan kostum tradisional dan properti kreatif yang tematik. |
| Materi Cerita | Fokus pada legenda, mitos, dan sejarah lisan lokal Banten. |
Pihak panitia menganggap fenomena ini sebagai bukti nyata bahwa cerita rakyat masih memiliki daya tarik yang kuat bagi anak muda. Jika diberikan ruang ekspresi yang tepat dan modern, warisan budaya tersebut tidak akan ditinggalkan oleh penutur aslinya.
Cahaya Manthovani menambahkan bahwa keterlibatan aktif peserta menunjukkan adanya potensi besar dalam industri kreatif berbasis literasi. Hal ini sekaligus menjadi angin segar bagi upaya konservasi budaya yang seringkali dianggap membosankan oleh sebagian orang.
Kualitas kompetisi ini juga didukung oleh kehadiran dewan juri yang kompeten di bidang literasi dan seni pertunjukan dongeng. Para pakar tersebut bertugas memberikan penilaian objektif serta masukan konstruktif bagi seluruh finalis yang tampil.
Daftar tokoh literasi dan pegiat dongeng yang bertindak sebagai juri kompetisi:
- Kurniawati Yuli Pratiwi
- Yunita Andra Sukmastuti
- Putri Dewi
- Suci Yoskarina (perwakilan dari komunitas Ayo Dongeng Indonesia)
- Ratna Puspa Indah
- Raudloh Rida (selaku Duta Bahasa Banten)
Nama-nama tersebut dikenal luas dalam komunitas literasi nasional dan memiliki pengalaman panjang dalam mengapresiasi karya storytelling. Kehadiran mereka menjamin bahwa pemenang yang terpilih benar-benar memiliki kualitas yang teruji secara teknik maupun pemahaman isi.
Duta Bahasa Banten, Raudloh Rida, menyoroti pentingnya peran bahasa daerah dalam memperkuat pesan yang disampaikan melalui dongeng tersebut. Penggunaan dialek atau istilah lokal dianggap memberikan warna tersendiri yang memperkaya khazanah budaya dalam kompetisi.
Ajang Suara Nusantara 2026 ini diharapkan tidak berhenti pada seremoni final saja, namun terus berkelanjutan di tahun-tahun mendatang. Dengan begitu, estafet penjagaan tradisi lisan di Banten tetap terjaga dan tidak terputus oleh pergantian zaman yang sangat cepat.
Masyarakat berharap festival serupa dapat merambah ke wilayah yang lebih luas guna menjangkau lebih banyak bakat terpendam di pelosok daerah. Melalui cerita rakyat, identitas kolektif sebagai warga Banten akan terus hidup dan menjadi inspirasi bagi kemajuan masa depan.