Kabar unik datang dari persiapan Piala Dunia 2026, di mana Tim Nasional Iran memutuskan untuk menjadikan Tijuana, Meksiko, sebagai markas mereka. Keputusan ini diambil setelah skuad berjuluk Team Melli tersebut dilaporkan ditolak untuk bermalam di wilayah Amerika Serikat.
Presiden Meksiko, Claudia Sheinbaum, mengonfirmasi kabar tersebut baru-baru ini. Iran akan bergabung dengan enam negara lain, termasuk Uruguay, Korea Selatan, dan tuan rumah Meksiko, yang memilih tinggal di Negeri Sombrero selama turnamen berlangsung.
Konflik Politik dan Pemilihan Markas
Pada awalnya, Iran berencana untuk mendirikan pusat pelatihan di Tucson, Arizona, Amerika Serikat. Namun, rencana tersebut batal menyusul ketegangan militer yang melibatkan kedua negara sejak akhir Februari lalu.
Kondisi politik yang memanas bahkan sempat membuat pihak Iran meminta FIFA untuk memindahkan seluruh jadwal pertandingan mereka ke Meksiko. Meski demikian, otoritas sepak bola dunia tersebut menolak permintaan pemindahan lokasi laga.
Sebagai jalan tengah, FIFA mengizinkan Iran bermarkas di Tijuana yang berbatasan langsung dengan Amerika Serikat. Lokasi ini dipilih karena letaknya yang strategis dan cukup dekat dengan dua kota penyelenggara laga Iran, yakni Inglewood dan Seattle.
Rincian mengenai kebijakan tempat tinggal dan partisipasi Iran di Piala Dunia 2026:
- Lokasi Markas: Kota Tijuana, Meksiko, menjadi pusat operasional utama tim.
- Mobilitas Tim: Pemain dan ofisial akan segera kembali ke Meksiko setelah menyelesaikan pertandingan di wilayah AS tanpa menginap.
- Lokasi Pertandingan: Skuad Iran tetap akan memainkan tiga laga fase grup di stadion-stadion Amerika Serikat.
- Status Visa: Jaminan visa diperlukan bagi pemain dan ofisial, terutama yang terkait dengan organisasi militer nasional Iran.
Kebijakan mobilitas lintas batas ini menjadi strategi Iran untuk tetap bisa berkompetisi di Piala Dunia tanpa melanggar pembatasan diplomatik yang ada. Hal ini sekaligus menunjukkan upaya akomodatif dari pemerintah Meksiko bagi peserta turnamen.
Pernyataan Pemerintah Meksiko
Presiden Claudia Sheinbaum menegaskan bahwa pihaknya menyambut baik kehadiran tim Iran di wilayahnya. Ia menyebut keputusan ini diambil setelah adanya permintaan khusus karena pihak Amerika Serikat tidak menginginkan tim tersebut bermalam di sana.
“Kami tidak memiliki alasan untuk menolak kehadiran mereka di Meksiko,” ujar Sheinbaum dalam wawancara dengan BBC. Ia menambahkan bahwa koordinasi ini dilakukan agar turnamen tetap berjalan lancar meski ada hambatan diplomatik.
Di sisi lain, persoalan visa masih menjadi poin krusial yang sedang diperjuangkan melalui FIFA. Hal ini berkaitan dengan status beberapa anggota tim yang terafiliasi dengan korps militer Iran yang masuk dalam daftar hitam otoritas keamanan Amerika Serikat.
Berikut adalah daftar negara peserta yang memilih bermarkas di Meksiko selama Piala Dunia 2026:
| Negara Peserta | Status di Turnamen |
|---|---|
| Meksiko | Tuan Rumah |
| Iran | Peserta (Fase Grup di AS) |
| Uruguay | Peserta |
| Korea Selatan | Peserta |
| Tunisia | Peserta |
| Afrika Selatan | Peserta |
| Kolombia | Peserta |
Tabel di atas merinci keberagaman peserta yang memilih Meksiko sebagai rumah mereka selama perhelatan akbar tersebut. Kehadiran Iran menambah daftar panjang tantangan logistik dan keamanan yang harus diselesaikan oleh penyelenggara Piala Dunia 2026.
Dengan pengaturan ini, Timnas Iran diharapkan tetap bisa fokus pada performa di lapangan hijau. Meskipun harus menjalani rutinitas perjalanan lintas negara setiap kali jadwal pertandingan tiba.