Strategi Hery Gunardi Memulai Usaha Terbaru 2026: Aman dan Cepat Cair

Strategi Hery Gunardi Memulai Usaha Terbaru 2026: Aman dan Cepat Cair
Foto: Strategi Hery Gunardi Memulai Usaha Terbaru 2026: Aman dan Cepat Cair. (Illustration by Pexels)
Ukuran teks

Direktur Utama PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk, Hery Gunardi, memberikan panduan mendalam bagi masyarakat yang ingin merintis dunia kewirausahaan. Pandangan ini ia sampaikan dalam acara Jogja Financial Festival 2026 yang berlangsung di Jogja Expo Center, Daerah Istimewa Yogyakarta.

Kegiatan edukatif tersebut dihadiri oleh sekitar 1.000 peserta yang terdiri dari pelaku UMKM, mahasiswa, pelajar, hingga masyarakat umum. Dalam sesi tersebut, Hery menekankan bahwa semangat saja tidak cukup untuk membangun sebuah bisnis yang berkelanjutan.

Menurut Hery, calon pengusaha wajib memahami berbagai aspek fundamental agar bisnis mereka tidak hanya bertahan, tetapi juga mampu tumbuh besar. Sebagai bankir senior, ia merumuskan lima tips utama yang menjadi kunci sukses dalam memulai usaha.

Strategi Memilih Industri dan Memahami Pasar

Tips pertama yang disarankan oleh Hery adalah memilih industri yang memiliki hambatan masuk atau entry barrier yang tergolong rendah. Strategi ini sangat krusial bagi pemula agar mereka dapat lebih cepat beradaptasi dengan dinamika pasar yang ada.

Hery mengingatkan agar pengusaha baru tidak gegabah masuk ke sektor dengan tingkat persaingan yang sangat tinggi atau membutuhkan modal besar. Ia menilai langkah memulai dari sektor yang mudah diakses merupakan pendekatan yang lebih realistis bagi wirausahawan baru.

Lima strategi utama dalam memulai usaha menurut Hery Gunardi:

  • Memilih industri yang tepat: Fokus pada sektor dengan entry barrier rendah agar lebih mudah beradaptasi tanpa beban modal yang terlalu besar di awal.
  • Riset mendalam terhadap pasar: Mempelajari siapa saja pemain utama, kompetitor, serta alasan mengapa sebuah perusahaan bisa mendominasi pasar.
  • Manajemen keuangan yang disiplin: Memisahkan dengan tegas antara kas pribadi dan kas perusahaan untuk menjaga akuntabilitas bisnis.
  • Menjaga stabilitas arus kas: Memastikan ketersediaan uang tunai terutama pada enam bulan pertama operasional untuk mencegah kegagalan usaha.
  • Adopsi teknologi digital: Memanfaatkan media sosial dan platform online untuk menekan biaya variabel serta memperluas jangkauan pasar.

Daftar di atas merangkum poin-poin penting yang harus dipersiapkan oleh setiap calon pengusaha sebelum benar-benar terjun ke lapangan. Hery menegaskan bahwa penguasaan terhadap elemen-elemen tersebut akan meminimalkan risiko kegagalan di masa depan.

Selain pemilihan sektor, Hery juga menyoroti pentingnya memahami perilaku pasar secara mendalam. Pemahaman ini mencakup identifikasi pemain besar di industri terkait serta mempelajari strategi kesuksesan mereka.

Ia menyarankan para pemula untuk belajar dari perusahaan yang sudah mapan guna menemukan celah atau peluang yang masih terbuka. Dengan mempelajari praktik terbaik, pelaku usaha dapat mengembangkan inovasi yang relevan dengan kebutuhan pasar saat ini.

Pentingnya Disiplin Keuangan bagi Pelaku UMKM

Tips ketiga yang ditekankan oleh Hery berkaitan erat dengan manajemen keuangan dan pencatatan yang rapi. Ia mengungkapkan bahwa banyak UMKM yang gagal berkembang akibat lemahnya sistem pembukuan keuangan mereka.

Berdasarkan pengalamannya di BRI, Hery sering menemukan pelaku usaha yang masih mencampuradukkan uang pribadi dengan modal usaha. Hal ini membuat pengusaha sulit menilai apakah bisnis mereka sebenarnya menghasilkan keuntungan atau justru merugi.

Contoh perbandingan pengelolaan keuangan yang ideal:

Aspek Pengelolaan Cara yang Salah Cara yang Benar (Disarankan)
Pemisahan Dana Mencampur uang belanja rumah tangga dengan hasil jualan. Memiliki rekening dan catatan kas yang terpisah total.
Pencatatan Transaksi Hanya dicatat secara lisan atau tidak dicatat sama sekali. Mendokumentasikan setiap pengeluaran dan pemasukan secara rutin.
Evaluasi Keuntungan Menganggap uang di tangan adalah laba bersih. Menghitung laba setelah dikurangi biaya operasional dan modal.

Tabel tersebut menunjukkan perbedaan mendasar antara cara kerja pengusaha tradisional dan pengusaha yang memiliki visi pertumbuhan jangka panjang. Disiplin dalam pencatatan merupakan fondasi objektif untuk mengevaluasi kesehatan kinerja bisnis.

Selanjutnya, Hery menyoroti pentingnya menjaga arus kas atau cash flow, khususnya pada semester pertama operasional bisnis. Banyak usaha potensial yang harus gulung tikar hanya karena pengelolaan kas yang kurang sehat.

Ia mencontohkan risiko memberikan utang kepada pelanggan yang terlalu besar sehingga mengakibatkan kas perusahaan menipis. Jika ketersediaan uang tunai tidak mencukupi untuk operasional harian, maka kelangsungan bisnis akan terancam meski prospeknya bagus.

Peran Teknologi dan Inovasi di Era Modern

Langkah kelima yang tidak kalah penting adalah pemanfaatan teknologi digital sebagai alat pendorong efisiensi dan ekspansi pasar. Perkembangan zaman telah membuka peluang bagi pengusaha kecil untuk bersaing dengan perusahaan besar melalui platform digital.

Hery mendorong penggunaan media sosial seperti TikTok dan Instagram untuk kegiatan pemasaran yang lebih hemat biaya. Inovasi secara daring dinilai mampu menurunkan biaya variabel sehingga produk yang ditawarkan tetap kompetitif di pasar.

Pandangan serupa juga diperkuat oleh Chairman & Founder CT Corp, Chairul Tanjung, yang turut hadir dalam diskusi tersebut. Tokoh yang akrab disapa CT ini menyatakan bahwa teknologi telah menjadi bagian integral dari dunia bisnis kontemporer.

Menurut CT, kesuksesan seorang wirausahawan tidak hanya bergantung pada keunikan produk, tetapi juga kecepatan merespons kebutuhan zaman. Produk yang hebat harus didukung oleh pemahaman mendalam terhadap karakteristik generasi konsumen saat ini.

CT juga menyoroti perubahan perilaku belanja masyarakat yang kini sudah sangat bergantung pada ekosistem digital dan e-commerce. Ia mencatat bahwa platform seperti TikTok kini memiliki pengaruh luar biasa dalam promosi dan penjualan dibandingkan media sosial lama.

Bagi generasi milenial hingga generasi alfa, akses terhadap barang melalui toko fisik bukan lagi prioritas utama. Oleh karena itu, pengusaha muda wajib menguasai teknologi agar tidak tertinggal dalam persaingan pasar yang semakin dinamis dan serba cepat.

Kesimpulan dari diskusi kedua tokoh besar tersebut menunjukkan bahwa kesuksesan bisnis memerlukan sinergi berbagai faktor pendukung. Mulai dari pemahaman pasar, disiplin keuangan, hingga kemampuan beradaptasi dengan inovasi teknologi digital terbaru.

Artikel terkait

Rekomendasi