Stadion Tak Layak Standar UEFA, Como 1907 Terancam Jadi Tim Musafir di Liga Champions 2026

Stadion Tak Layak Standar UEFA, Como 1907 Terancam Jadi Tim Musafir di Liga Champions 2026
Foto: Stadion Tak Layak Standar UEFA, Como 1907 Terancam Jadi Tim Musafir di Liga Champions 2026. (Illustration by Pexels)
Ukuran teks

Klub Serie A, Como 1907, sedang berada di puncak kegembiraan setelah berhasil mengukir sejarah baru dengan lolos ke kompetisi Liga Champions untuk pertama kalinya. Keberhasilan ini dipastikan setelah tim asuhan Cesc Fabregas tersebut meraih kemenangan telak 4-1 saat berhadapan dengan Cremonese pada Senin (25/5).

Pencapaian luar biasa ini menjadi kado manis bagi para pendukung klub yang baru saja promosi dari kasta kedua Liga Italia pada tahun 2024. Di bawah tangan dingin Fabregas, Como bertransformasi menjadi kekuatan baru yang mengejutkan panggung sepak bola Italia musim ini.

Namun, di balik euforia tersebut, muncul persoalan serius yang mengancam status mereka sebagai tuan rumah di kompetisi elit Eropa. Stadion kebanggaan mereka, Giuseppe Sinigaglia, dinilai belum memenuhi standar ketat yang ditetapkan oleh UEFA untuk menggelar laga internasional.

Stadion yang berlokasi di tepi Danau Como yang ikonik ini sebenarnya sudah menjalani renovasi agar bisa digunakan untuk kompetisi kasta tertinggi Italia, Serie A. Meski demikian, hasil inspeksi mendalam yang dilakukan tim UEFA pada April 2026 justru menunjukkan adanya sejumlah kekurangan fasilitas yang fatal.

Persoalan Infrastruktur dan Tribun Penonton

Berdasarkan laporan dari The Mirror, salah satu masalah utama stadion yang sering disebut sebagai tempat tercantik di dunia ini adalah struktur tribunnya. Saat ini, tribun untuk kelompok suporter ultras masih menggunakan struktur perancah atau scaffolding yang bersifat sementara.

Aturan UEFA sangat ketat dalam hal ini, di mana penggunaan tribun temporer dilarang keras demi alasan keamanan penonton. Otoritas sepak bola Eropa tersebut mewajibkan seluruh tribun penonton dibangun secara permanen dengan fondasi yang benar-benar kokoh dan aman.

Selain masalah tribun, ukuran lapangan juga menjadi sorotan karena tidak sesuai dengan dimensi standar kompetisi internasional. Como diwajibkan untuk memperlebar lapangan mereka dari ukuran semula 66 meter menjadi 68 meter agar sesuai dengan regulasi resmi UEFA.

Pihak klub juga memiliki pekerjaan rumah untuk mengatur ulang jarak antara garis lapangan dengan area papan iklan di sekeliling stadion. UEFA mengharuskan adanya ruang kosong atau jarak aman minimal sejauh dua meter demi keselamatan para pemain yang bertanding.

Rincian Perbaikan Stadion Giuseppe Sinigaglia:

  • Struktur Tribun: Mengganti tribun sementara berbasis perancah (scaffolding) menjadi struktur permanen dengan fondasi beton yang kuat.
  • Lebar Lapangan: Melakukan ekspansi lebar area lapangan dari 66 meter menjadi standar internasional 68 meter.
  • Zonasi Iklan: Penyesuaian tata letak papan iklan agar memiliki jarak aman minimal dua meter dari garis batas lapangan.
  • Kapasitas Parkir: Penataan ulang akses transportasi untuk mengantisipasi lonjakan arus lalu lintas saat hari pertandingan besar.

Daftar perbaikan di atas merupakan syarat mutlak yang harus dipenuhi manajemen klub jika ingin tetap bermain di kandang sendiri. Kegagalan memenuhi poin-poin tersebut dapat memaksa Como untuk mencari stadion alternatif di luar kota mereka sendiri.

Upaya Manajemen dan Potensi Pindah Kandang

Menanggapi situasi ini, Mirwan Suwarso selaku perwakilan manajemen klub tetap menyuarakan optimisme tinggi. Ia meyakini bahwa seluruh proses renovasi stadion Giuseppe Sinigaglia dapat dituntaskan sebelum kompetisi Liga Champions musim depan resmi bergulir.

Dukungan penuh juga telah dikantongi dari pemerintah kota setempat untuk mempercepat pembangunan tribun permanen pada musim panas ini. Namun, proyek besar ini tetap harus memperhatikan dampak sosial bagi warga sekitar, terutama terkait potensi kemacetan yang mungkin timbul.

Jika proses renovasi tidak berjalan sesuai rencana, Como terpaksa harus mengungsi dan menggunakan stadion milik klub lain. Beberapa opsi yang mulai dipertimbangkan adalah Stadion Mapei milik Sassuolo atau Stadion Bluenergy yang merupakan markas dari Udinese.

Pilihan untuk menggunakan Stadion San Siro di Milan tampaknya mustahil untuk diwujudkan oleh manajemen Como. Hal ini dikarenakan potensi jadwal yang bentrok dengan dua raksasa penghuni asli stadion tersebut, yaitu AC Milan dan Inter Milan.

Perbandingan Opsi Stadion Alternatif Como:

Stadion Klub Pemilik Jarak dari Como
Stadion Mapei Sassuolo Sekitar 240 Kilometer
Stadion Bluenergy Udinese Jarak Lebih Jauh
San Siro Milan/Inter Tidak Memungkinkan (Jadwal)

Tabel tersebut menunjukkan tantangan geografis yang akan dihadapi suporter jika Como benar-benar harus "numpang" di stadion lain. Jarak yang jauh tentu akan menyulitkan pendukung setia mereka untuk memberikan dukungan langsung di lapangan.

Tantangan Regulasi Skuad dan Perjalanan Tak Terduga

Selain masalah infrastruktur fisik, Como juga dihadapkan pada regulasi UEFA terkait komposisi pemain atau Squad Standard. Setiap klub yang berlaga di kancah Eropa wajib mendaftarkan minimal empat pemain hasil didikan akademi sendiri dan empat pemain binaan lokal Italia.

Aturan ini menjadi tantangan berat bagi manajemen klub mengingat akademi sepak bola Como 1907 baru mulai beroperasi secara serius sejak tiga tahun lalu. Memenuhi kuota pemain binaan sendiri dalam waktu singkat tentu membutuhkan strategi transfer dan pembinaan yang sangat cermat.

Mirwan Suwarso dalam sesi wawancara dengan La Gazzetta dello Sport mengakui bahwa pencapaian ini melampaui ekspektasi awal klub. Pada awal musim, manajemen sebenarnya hanya mematok target yang cukup realistis, yakni berada di posisi ketujuh atau kedelapan klasemen.

Namun, performa luar biasa para pemain sebelum jeda Natal membuat jajaran manajemen menyadari bahwa mereka memiliki peluang untuk melangkah lebih jauh. Tren positif yang terus terjaga akhirnya berhasil membawa klub yang dimiliki oleh Grup Djarum ini mengamankan tiket ke Liga Champions musim depan.

Artikel terkait

Rekomendasi