Dominasi Michael Saylor sebagai sosok kunci dalam kepemilikan Bitcoin korporasi melalui MicroStrategy mungkin segera mendapatkan pesaing baru yang sangat kuat. Meskipun MicroStrategy masih memimpin dari segi jumlah aset, perhatian kini tertuju pada potensi valuasi perusahaan milik Elon Musk.
Rencana penawaran umum perdana atau IPO SpaceX yang dijadwalkan pada Juni mendatang diprediksi akan mengubah peta persaingan pasar kripto global. Perusahaan transportasi luar angkasa ini diperkirakan akan menjadi perusahaan publik dengan nilai pasar paling tinggi yang menyimpan Bitcoin dalam neraca keuangannya.
Kabar ini diperkuat oleh laporan dari manajer aset kripto terkemuka, Grayscale, yang menyebutkan bahwa kehadiran SpaceX di bursa saham akan memberikan dampak signifikan. Berdasarkan data yang dihimpun, langkah ini diprediksi mampu menggeser posisi raja korporasi Bitcoin saat ini jika dilihat dari perspektif valuasi perusahaan.
Informasi mengenai aset kripto milik SpaceX terungkap melalui dokumen registrasi S-1 yang telah diajukan kepada Securities and Exchange Commission (SEC) Amerika Serikat. Dalam berkas resmi tersebut, SpaceX tercatat menguasai sebanyak 18.712 BTC di dalam portofolio investasinya.
Nilai kepemilikan Bitcoin milik SpaceX berdasarkan estimasi harga pasar saat ini adalah:
- Jumlah Kepemilikan: 18.712 keping Bitcoin (BTC).
- Estimasi Valuasi Dollar: Sekitar USD 1,63 miliar.
- Estimasi Valuasi Rupiah: Mencapai Rp 29,1 triliun dengan asumsi kurs Rp 17.850 per USD.
Jumlah aset digital yang dimiliki SpaceX tersebut dilaporkan tidak mengalami perubahan dibandingkan dengan periode tahun sebelumnya. Hal ini menunjukkan strategi investasi jangka panjang yang stabil di tengah fluktuasi harga pasar kripto yang dinamis.
Dalam dokumen resmi yang diajukan ke otoritas bursa, pihak SpaceX memberikan pernyataan tegas mengenai pengelolaan aset digital mereka. Perusahaan menegaskan kepemilikan dan kontrol penuh atas seluruh unit Bitcoin yang mereka miliki saat ini.
SpaceX juga menjelaskan bahwa mereka mempercayakan penyimpanan aset tersebut kepada pihak ketiga yang bertindak sebagai kustodian profesional. Langkah ini diambil guna menjamin keamanan serta standar operasional yang tinggi dalam pengelolaan aset digital korporasi.
Analisis Grayscale: Perbedaan Strategi MicroStrategy dan SpaceX
Pihak Grayscale melalui riset terbarunya mencoba memberikan klasifikasi yang jelas bagi perusahaan-perusahaan besar yang memiliki keterkaitan dengan Bitcoin. Terdapat dua kategori utama yang membedakan bagaimana sebuah korporasi memperlakukan kepemilikan aset digital mereka.
Kategori pertama adalah Digital Asset Treasuries atau DAT, yang merupakan perusahaan dengan fokus utama sebagai kendaraan investasi Bitcoin di pasar publik. Contoh paling menonjol dari kategori ini adalah MicroStrategy yang dipimpin oleh tokoh kripto kenamaan, Michael Saylor.
MicroStrategy saat ini memegang rekor kepemilikan absolut terbesar di dunia untuk kategori perusahaan publik dengan total 843.738 BTC. Jika dikonversi ke nilai mata uang saat ini, aset tersebut bernilai fantastis mencapai USD 75,3 miliar atau sekitar Rp 1.344 triliun.
Berikut adalah ringkasan perbandingan antara dua raksasa pemegang Bitcoin korporasi:
| Aspek Perbandingan | MicroStrategy (Saylor) | SpaceX (Elon Musk) |
|---|---|---|
| Jumlah Kepemilikan BTC | 843.738 BTC | 18.712 BTC |
| Kategori Perusahaan | Digital Asset Treasuries (DAT) | Operasional (Treasury Management) |
| Tujuan Kepemilikan | Investasi dan Strategi Bisnis Utama | Pengelolaan Kas (Treasury) |
| Status di Bursa | Perusahaan Publik (Terdaftar) | Proses Menuju IPO Juni 2026 |
Tabel di atas menunjukkan perbedaan mendasar di mana MicroStrategy menjadikan Bitcoin sebagai inti bisnis, sedangkan SpaceX hanya sebagai cadangan kas. Meski jumlah BTC SpaceX jauh lebih sedikit, valuasi perusahaannya secara keseluruhan tetap menjadi daya tarik utama.
Kategori kedua yang disebutkan oleh Grayscale mencakup perusahaan operasional yang menggunakan Bitcoin sebagai bagian dari manajemen keuangan atau treasury management. Di kelompok inilah SpaceX bernaung, bersama dengan perusahaan besar lainnya seperti Tesla, Coinbase, dan Block.
Head of Research Grayscale, Zach Pandl, memberikan pandangan menarik mengenai posisi SpaceX di masa depan setelah melakukan IPO. Ia meyakini bahwa SpaceX akan segera dinobatkan sebagai perusahaan publik paling bernilai yang menyimpan Bitcoin di neraca mereka.
Hal ini berarti bahwa walaupun MicroStrategy tetap memegang gelar sebagai "whale" atau pemilik Bitcoin terbanyak, SpaceX unggul dari sisi kapitalisasi pasar. Kapitalisasi pasar SpaceX yang masif akan menempatkannya di puncak daftar perusahaan dengan kepemilikan BTC paling prestisius.
Momentum IPO SpaceX pada Juni mendatang menjadi sangat krusial bagi industri kripto karena akan membawa eksposur yang lebih besar. Masuknya perusahaan teknologi antariksa ini ke pasar saham diharapkan dapat meningkatkan kepercayaan institusional terhadap aset digital.
Elon Musk sendiri melalui berbagai perusahaannya terus menunjukkan keterlibatan yang signifikan dalam dunia aset kripto meski penuh dengan dinamika. Langkah SpaceX ini dipandang sebagai kelanjutan dari visi besar Musk dalam mengintegrasikan teknologi modern dengan sistem keuangan masa depan.