Grup musik legendaris SLANK bersiap memberikan kejutan besar bagi para penggemarnya dengan kembali tampil di panggung Java Jazz Festival. Kehadiran Kaka dan kawan-kawan di ajang bergengsi ini menjadi sangat istimewa karena menandai kembalinya mereka setelah absen selama 17 tahun.
Kabar mengenai penampilan mereka disampaikan dalam sesi konferensi pers yang berlangsung di Geneva Ballroom, Swissotel Jakarta PIK Avenue, pada Senin (25/5/2026). Dalam pertemuan singkat tersebut, para personel SLANK membagikan berbagai bocoran menarik mengenai persiapan hingga kolaborasi yang akan mereka suguhkan.
Momen Spesial SLANK Kembali "Nge-jazz" Setelah Sekian Lama
Aksi panggung SLANK dijadwalkan mengisi hari ketiga Java Jazz Festival 2026, tepatnya pada hari Minggu (31/5/2026). Grup ini akan menyapa para penonton pada slot waktu sore hari, yakni mulai pukul 15.30 hingga 16.30 WIB.
Penampilan ini merupakan kali kedua SLANK menginjakkan kaki di panggung Java Jazz Festival sepanjang sejarah karier mereka. Terakhir kali grup yang bermarkas di Gang Potlot ini beraksi di festival musik jazz tersebut adalah pada tahun 2009 silam.
Kaka selaku vokalis menyampaikan kekagumannya terhadap Java Jazz Festival yang tetap konsisten berdiri di tengah banyaknya festival musik lainnya. Ia mengapresiasi kemampuan penyelenggara dalam menjaga antusiasme penonton melalui inovasi serta daftar penampil yang selalu berkembang setiap tahun.
Pernyataan Kaka mengenai antusiasme publik terhadap festival ini:
"Java Jazz masih ada dan peminatnya masih banyak, penonton masih rame, ticket war-nya juga masih ngeri. Lineup-nya juga berubah terus, inovasinya bagus. Walaupun konotasinya ini Jazz Festival, tapi yang nonton justru semua penikmat musik dari genre apa pun, itu yang perlu digarisbawahi," ujar Kaka.
Kutipan tersebut menegaskan bahwa meski mengusung nama genre jazz, festival ini telah menjadi daya tarik bagi seluruh pecinta musik lintas genre. Bimbim pun menambahkan dengan nada canda bahwa kesempatan melihat SLANK beraksi dengan nuansa jazz adalah momen yang sangat langka.
Bimbim meyakinkan para Slankers dan penikmat musik bahwa aksi panggung kali ini hanya bisa disaksikan secara khusus pada akhir Mei mendatang. "Kapan lagi bisa nonton SLANK nge-jazz kecuali 31 Mei gitu ya?" ungkap Bimbim sembari tersenyum kepada awak media.
Kolaborasi Legendaris Bersama Margie Segers
Tidak hanya sekadar membawakan lagu-lagu hits mereka, Bimbim juga membocorkan rencana kolaborasi yang sangat dinantikan. Ia menyebutkan bahwa SLANK akan berbagi panggung dengan salah satu musisi senior yang karyanya sudah ia kagumi sejak lama.
Detail mengenai jadwal dan informasi dasar penampilan SLANK:
| Kategori Informasi | Detail Keterangan |
|---|---|
| Tanggal Penampilan | Minggu, 31 Mei 2026 |
| Waktu Manggung | 15.30 – 16.30 WIB |
| Lokasi Acara | NICE PIK, Jakarta |
| Kolaborator Utama | Margie Segers |
Tabel di atas merangkum jadwal penting bagi para penggemar yang ingin menyaksikan aksi kolaborasi langka ini secara langsung. Informasi ini diharapkan mempermudah pembaca dalam merencanakan kedatangan mereka ke lokasi festival.
Bimbim sempat merahasiakan nama musisi tersebut dan hanya memberikan petunjuk bahwa lagu milik sang musisi sudah ia hafal sejak masa kecil. "Kita mau collab sama… Ada satu lagu yang dari kecil aku hafal sampai hari ini gak lupa-lupa," kata sang penggebuk drum tersebut.
Teka-teki mengenai sosok misterius tersebut akhirnya terjawab melalui alunan melodi yang disenandungkan oleh Kaka secara spontan. Diketahui bahwa sosok tersebut adalah Margie Segers, penyanyi jazz ikonik era 70-an yang sangat dikenal melalui lagu populernya berjudul "Semua Bisa Bilang".
Persiapan Matang dan Perombakan Aransemen Lagu
Mengingat waktu pelaksanaan acara yang sudah semakin dekat, SLANK mengaku tengah menjalani persiapan yang jauh lebih serius dari biasanya. Kaka menjelaskan bahwa tantangan tampil di Java Jazz Festival membuat mereka harus lebih giat dalam melakukan latihan rutin.
Beberapa poin utama mengenai persiapan SLANK menjelang festival:
- Intensitas latihan yang lebih tinggi dibandingkan dengan konser-konser biasa.
- Eksperimen suara baru agar penonton bisa mendengarkan aransemen yang belum pernah ada sebelumnya.
- Memberikan sentuhan segar pada lagu-lagu lama agar sesuai dengan atmosfer festival jazz.
- Menghadapi tantangan kreatif untuk keluar dari zona nyaman musikalitas mereka.
Daftar di atas menunjukkan betapa seriusnya para personel SLANK dalam mempersiapkan panggung kembalinya mereka ke ajang internasional ini. Mereka ingin memastikan bahwa pengalaman yang didapatkan penonton akan terasa benar-benar berbeda dan membekas.
Kaka menegaskan bahwa SLANK tidak ragu untuk merombak aransemen beberapa lagu agar terdengar lebih segar dan unik. Meskipun porsi lagu kolaborasi dengan Margie Segers tidak terlalu mendominasi daftar lagu, perubahan aransemen tetap dilakukan secara menyeluruh.
"Kita yang kali ini lebih niat latihan. Ya, pokoknya kita kasih sesuatu yang orang belum pernah denger," tutur Kaka dengan penuh semangat. Ia menekankan bahwa konsep panggung kali ini akan jauh berbeda dibandingkan penampilan perdana mereka belasan tahun silam.
Menurut Kaka, merombak lagu-lagu lama merupakan sebuah tantangan tersendiri bagi grup musik yang sudah puluhan tahun malang melintang ini. "Kolaborasinya gak terlalu banyak, tapi kita ngerombak beberapa lagu," pungkas Kaka menutup sesi perbincangan mengenai persiapan teknis mereka.
Java Jazz Festival 2026 sendiri dijadwalkan berlangsung selama tiga hari berturut-turut pada 29 hingga 31 Mei 2026. Seluruh rangkaian acara musik akbar ini akan dipusatkan di lokasi baru, yakni kawasan NICE PIK, Jakarta Utara.