Grup parodi politik yang tengah viral di India, Partai Janta Kecoak (CJP), melaporkan bahwa situs resmi mereka telah diblokir secara tiba-tiba. Pemblokiran ini terjadi hanya berselang beberapa hari setelah platform tersebut resmi diluncurkan ke publik.
Fenomena Partai Kecoak sendiri bermula dari sindiran terhadap pernyataan Ketua Mahkamah Agung India yang sempat menyinggung isu pengangguran. Meski sang hakim telah memberikan klarifikasi, istilah tersebut terlanjur menjadi simbol gerakan bagi kaum muda India di dunia maya.
Situs dan Media Sosial Tidak Bisa Diakses
Melansir laporan dari BBC pada Minggu (24/5/2026), akses terhadap laman resmi Partai Kecoak kini tertutup sepenuhnya bagi pengguna internet di wilayah India. Gangguan serupa dikabarkan juga terjadi di beberapa wilayah lain di luar negara tersebut.
Abhijeet Dipke selaku pendiri gerakan satire ini melontarkan kritik pedas terkait tindakan otoritas setempat yang menutup situs tersebut. Melalui media sosial, ia mempertanyakan mengapa pemerintah tampak merasa terancam oleh eksistensi gerakan bertema kecoak ini.
Pernyataan sikap dari pendiri gerakan melalui platform X :
- Menyebutkan bahwa pejabat India telah resmi menutup situs ikonik milik kelompok mereka.
- Menegaskan bahwa timnya sedang menyiapkan "markas" baru agar gerakan tetap berjalan.
- Menyampaikan kutipan ikonik yang menyatakan bahwa semangat gerakan "kecoak" tidak akan pernah mati.
Selain situs web, akun resmi gerakan ini di platform X juga telah ditahan oleh pihak berwenang. Pengguna yang mencoba mengakses akun tersebut hanya akan menemukan pesan pemberitahuan terkait adanya tuntutan hukum yang berlaku.
Dugaan Peretasan dan Sindiran Politik
Abhijeet Dipke, yang merupakan mahasiswa pascasarjana di Boston University, juga mengeklaim adanya serangan siber terhadap akun pribadinya. Ia menyebutkan bahwa akun Instagram miliknya beserta akun grup tersebut telah diretas oleh pihak yang tidak bertanggung jawab.
Nama CJP sendiri secara sengaja dibuat menyerupai Partai Bharatiya Janata (BJP) milik Perdana Menteri Narendra Modi. Gerakan ini hadir untuk menyuarakan keresahan kaum muda yang merasa kesulitan mendapatkan pekerjaan di tengah kondisi ekonomi saat ini.
Berikut adalah beberapa fakta menarik mengenai popularitas Partai Janta Kecoak :
- Berhasil meraup lebih dari 20 juta pengikut daring dalam waktu singkat sejak didirikan.
- Akun Instagram mereka memiliki 22 juta pengikut, melampaui jumlah pengikut akun partai penguasa, BJP.
- Menggunakan teknologi AI untuk membuat konten promosi dan mempopulerkan tagar #MainBhiCockroach.
- Para sukarelawan sering tampil menggunakan kostum kecoak dalam berbagai aksi sosial dan demonstrasi.
Popularitas yang meledak ini dianggap sebagai cermin nyata atas rasa frustrasi generasi muda India terhadap sistem politik arus utama. Dengan jumlah penduduk usia di bawah 30 tahun yang mencapai setengah dari total populasi, isu pengangguran menjadi sangat sensitif.
Meskipun memiliki kriteria anggota yang terdengar jenaka, gerakan ini membawa pesan serius mengenai keterbatasan partisipasi politik formal bagi anak muda. Hingga kini, belum ada tanggapan resmi lebih lanjut dari otoritas India mengenai alasan spesifik di balik pemblokiran massal kanal komunikasi grup tersebut.