Proses perbaikan jalan yang amblas atau fenomena sinkhole di kawasan Lenteng Agung, Jakarta Selatan, saat ini masih terus berjalan dengan berbagai dinamika di lapangan. Tim di lokasi menghadapi kendala teknis berupa aliran air yang sangat deras di bawah permukaan aspal, yang membuat pengerjaan membutuhkan waktu lebih lama.
Berdasarkan pengamatan di lokasi pada Sabtu (30/5), titik aspal yang amblas kini sudah ditutup sementara menggunakan pelat besi tebal agar kendaraan masih tetap bisa melintas. Namun, pemandangan di sisi bahu jalan masih memperlihatkan lubang besar yang menyingkap aliran air keruh bercampur tanah di bawahnya.
Arus air di bawah jalan tersebut mengalir sangat kencang dan membawa serta serpihan material seperti tanah dan bebatuan yang ikut hanyut. Kondisi ini menjadi perhatian serius petugas karena letak lubang yang sangat dekat dengan beberapa utilitas umum penting.
Langkah pengamanan di sekitar lokasi proyek perbaikan jalan:
- Petugas PPSU mengikat tiga tiang listrik dan tiang internet menggunakan tali merah sebagai antisipasi agar tidak roboh.
- Area sekitar lubang dibatasi secara ketat menggunakan garis polisi, barier berwarna oranye, hingga pagar seng proyek.
- Petugas gabungan dari Dinas Perhubungan, Polantas, Satpol PP, hingga PPSU bersiaga penuh untuk mengatur situasi.
- Lajur kendaraan yang menuju arah Depok dipersempit demi menjaga keamanan struktur jalan yang sedang diperbaiki.
Meskipun penyempitan jalur membuat lalu lintas melambat, petugas terus memantau perkembangan struktur jalan secara berkala. Hal ini dilakukan untuk memastikan keamanan para pengendara yang melintas dari arah Lenteng Agung menuju wilayah Depok.
Penyebab Derasnya Aliran Air di Bawah Jalan
Kepala Satuan Pelaksana (Kasatpel) SDA Kecamatan Jagakarsa, Sartono, memberikan penjelasan mengenai fenomena aliran air yang sangat deras tersebut. Menurutnya, air yang terlihat mengalir kencang itu sebenarnya adalah volume air yang sempat tertahan di bagian hulu saluran.
Sartono menjelaskan bahwa ketika kerusakan jalan terjadi, material amblasan sempat menyumbat saluran sehingga air menumpuk di bagian atas. Kondisi ini membuat air seolah-olah mengantre karena tidak bisa mengalir secara normal ke arah hilir.
“Sebelum pengerjaan dilakukan semalam, lubangnya memang cukup besar dan membuat air tertahan ke arah atas. Karena amblasnya menutupi jalur air, jadinya air menumpuk atau mengantre di bagian hulu,” ujar Sartono saat dikonfirmasi.
Begitu pengerjaan dimulai dan material box culvert dipasang di ujung jembatan, sumbatan tersebut mulai terbuka sedikit demi sedikit. Hal inilah yang memicu arus air keluar dengan tekanan yang lebih kuat daripada biasanya saat pengerjaan berlangsung.
Sartono menambahkan bahwa kondisi arus yang kuat di ujung lubang dipicu oleh penggantian saluran yang belum tuntas sepenuhnya. Meski terlihat sangat deras, ia memastikan bahwa volume air di bagian hulu sebenarnya sudah mulai menunjukkan tanda-tanda penyusutan.
“Berdasarkan laporan rekan-rekan yang memantau di area hulu, permukaan air sudah mulai surut walaupun pergerakannya perlahan. Saat ini pengerjaan crossing memang belum selesai total, sehingga aliran masih sedikit terhambat di beberapa titik,” lanjutnya.
Ia juga membenarkan bahwa derasnya arus air sempat berdampak pada lubang yang terlihat semakin melebar akibat proses pengikisan atau gerusan air. Pihaknya sangat berharap faktor cuaca di Jakarta tetap mendukung dan tidak terjadi hujan ekstrem agar perbaikan lancar.
Terkait manajemen waktu kerja, Sartono menegaskan bahwa pengerjaan berat tetap difokuskan pada waktu malam hari. Keputusan ini diambil untuk menghindari risiko gangguan lalu lintas yang sangat tinggi jika alat berat dioperasikan pada siang hari.
“Kalau siang hari kami hanya melakukan langkah antisipasi dan pemantauan situasi saja di lapangan. Pekerjaan utama dilakukan malam hari saat volume kendaraan sudah jauh berkurang agar tidak memicu kemacetan yang luar biasa,” jelas Sartono.
Selama proses perbaikan berlangsung, tim dari Satuan Pelaksana Sumber Daya Air (SDA) akan terus bersiaga penuh di lokasi kejadian. Mereka berkoordinasi dengan instansi lain seperti Dishub dan Satpol PP untuk mengamankan objek utilitas serta mengatur arus lalu lintas.
Target Perbaikan dan Penggunaan Teknologi Beton Cepat
Suku Dinas Sumber Daya Air Jakarta Selatan menargetkan badan jalan utama dapat berfungsi normal kembali dalam waktu dekat. Kasudin SDA Jakarta Selatan, Santo, menyatakan bahwa prioritas utama adalah memulihkan kelancaran lalu lintas bagi masyarakat.
“Kami mengejar agar badan jalan utama bisa dilalui secara normal dalam waktu tiga hari ke depan. Target kami adalah memastikan lalu lintas sudah bersih dari hambatan dan tidak memicu kemacetan lagi,” kata Santo di lokasi.
Fokus pengerjaan saat ini meliputi area sepanjang 10 meter yang menghubungkan bagian hulu hingga ke arah hilir. Petugas sedang memasang box culvert untuk mengarahkan air dari Saluran Penghubung (PHB) UI menuju muara akhirnya di Sungai Ciliwung.
Rincian target dan progres pengerjaan di lapangan:
- Pemasangan 10 unit box culvert diupayakan selesai dalam waktu singkat untuk mengalirkan air.
- Penyelesaian lapisan perkerasan aspal utama pada badan jalan dijadwalkan selesai pada Minggu malam.
- Pengerjaan total hingga finishing secara menyeluruh diperkirakan membutuhkan waktu sekitar dua minggu.
- Penggunaan teknik beton rigid khusus yang bisa mengering hanya dalam waktu 8 jam setelah dicor.
Santo memaparkan alasan mengapa pengerjaan secara total membutuhkan waktu hingga dua minggu meskipun jalan utama sudah dibuka lebih awal. Kendala utama terletak pada pengerjaan sisi kiri dan kanan jalan yang tidak bisa menggunakan material pabrikan siap pakai.
“Di area samping itu terdapat banyak utilitas kabel dan tiang yang menghalangi penggunaan box culvert. Akibatnya, kami harus membangun turap batu kali secara manual satu per satu, yang tentu memakan waktu lebih lama,” ungkap Santo menjelaskan detail teknis.
Untuk mempercepat pembukaan jalan bagi kendaraan bermotor, pihak SDA menggunakan beton dengan kekuatan tinggi yang memiliki waktu setting cepat. Setelah material di bawah jalan dipadatkan, beton tersebut akan langsung dituangkan agar jalan bisa segera diaspal kembali.
Informasi terkait anggaran dan dampak perbaikan:
| Kategori Informasi | Detail Keterangan |
|---|---|
| Estimasi Total Anggaran | Sekitar Rp 380 Juta |
| Target Jalan Utama Dibuka | 3 Hari (Pekan Depan) |
| Durasi Pengerjaan Total | 2 Minggu |
| Material Utama | Box Culvert & Beton Rigid |
Anggaran sebesar Rp 380 juta tersebut sudah mencakup keseluruhan biaya material dan upah pengerjaan hingga proyek tuntas. Dana ini dialokasikan untuk memastikan struktur jalan di Lenteng Agung kembali kokoh dan mampu menahan beban kendaraan serta aliran air.
Di akhir penjelasannya, Santo menyampaikan permohonan maaf yang tulus kepada masyarakat luas atas ketidaknyamanan yang muncul akibat proyek ini. Ia menyadari bahwa pengerjaan crossing saluran ini telah menyebabkan kepadatan lalu lintas di area tersebut.
“Kami memohon maaf kepada seluruh pengguna jalan dan warga sekitar atas kemacetan yang terjadi selama proses perbaikan. Langkah ini harus diambil demi keamanan jangka panjang dan mencegah amblasan jalan terulang kembali,” pungkas Santo menutup pembicaraan.