Kenaikan harga komponen komputer yang signifikan seringkali membuat para gamer merasa kesulitan untuk merakit PC impian. Namun, seorang perakit PC baru-baru ini berhasil membuktikan bahwa perangkat keras generasi lama masih sangat bertenaga untuk menjalankan judul game modern.
Melalui eksperimen kreatif, ia menunjukkan bahwa keterbatasan budget bukan penghalang untuk menikmati pengalaman gaming yang berkualitas. Dengan strategi yang tepat, komponen yang dianggap jadul ternyata mampu bersaing dengan teknologi masa kini.
Solusi Hemat di Tengah Mahalnya Harga RAM
Menghadapi lonjakan harga RAM DDR5 yang terjadi pada tahun 2026, kanal YouTube RandomGaminginHD menawarkan solusi alternatif yang cukup unik. Ia memilih untuk menghidupkan kembali platform legendaris Intel Haswell sebagai basis rakitannya.
PC eksperimental ini ditenagai oleh prosesor Intel Core i7-4790K yang dipadukan dengan memori RAM DDR3 sebesar 32GB. Meskipun teknologinya sudah tertinggal beberapa generasi, kombinasi ini memberikan hasil yang di luar ekspektasi.
Berikut adalah perbandingan ringkas mengenai spesifikasi dan biaya yang digunakan dalam eksperimen tersebut:
| Komponen Utama | Keterangan Spesifikasi | Estimasi Biaya / Keunggulan |
|---|---|---|
| Prosesor | Intel Core i7-4790K (Overclock 4.6GHz) | Performa quad-core yang masih solid |
| Memori (RAM) | 32GB DDR3 | Hanya sekitar $40 (Rp600 ribuan) |
| Kartu Grafis | NVIDIA RTX 2060 Super | Mendukung fitur DLSS dan Ray Tracing |
| Total Biaya | Seluruh Sistem | Di bawah $600 (Sekitar Rp10 Jutaan) |
Penggunaan RAM DDR3 32GB ini menjadi sorotan utama karena harganya jauh lebih murah dibandingkan satu keping RAM DDR5 8GB di pasaran saat ini. Strategi ini memungkinkan perakit untuk mengalokasikan dana lebih besar pada sektor kartu grafis.
Performa Nyata pada Game AAA Modern
Untuk menguji ketangguhan PC berusia satu dekade tersebut, dilakukan pengujian pada delapan judul game AAA populer. Pengujian ini menggunakan resolusi 1080p dengan pengaturan grafis yang cukup tinggi untuk melihat batas kemampuan perangkat.
Hasil performa rata-rata frame per second (FPS) yang dicapai pada sistem ini adalah sebagai berikut:
- Counter-Strike 2: Mencapai 117.9 FPS (High, 4x MSAA).
- Fortnite: Mencapai 115.2 FPS (Medium, TAA).
- Red Dead Redemption 2: Mencapai 72.3 FPS (Ultra Textures, Medium).
- Kingdom Come Deliverance 2: Mencapai 72.2 FPS (High, SMAA 2TX).
- Battlefield 6: Mencapai 69.7 FPS (Medium, DLAA).
- GTA V Enhanced: Mencapai 69.6 FPS (Very High RT, DLAA).
- Cyberpunk 2077: Mencapai 59.8 FPS (High Preset, Medium Crowds).
- Baldur’s Gate 3: Mencapai 57.9 FPS (High, DLAA).
Data tersebut menunjukkan bahwa Cyberpunk 2077 yang dikenal sangat berat pun hampir menyentuh angka stabil 60 FPS. Meskipun angka minimum (1% Lows) terkadang rendah, pengalaman bermain secara keseluruhan tetap terasa lancar dan nyaman.
Kesimpulan untuk Gamer dengan Budget Terbatas
Keberhasilan rakitan ini membuktikan bahwa perangkat keras berusia 12 tahun masih sanggup menangani game modern jika dipadukan dengan GPU yang tepat. Dengan total biaya sekitar 10 juta rupiah, PC ini bahkan lebih murah daripada sekadar membeli kit RAM DDR5 64GB kelas atas.
Langkah ini bisa menjadi referensi cerdas bagi Anda yang ingin tetap aktif bermain game tanpa harus menunggu harga komponen terbaru turun. Penyesuaian pengaturan grafis sedikit lebih rendah dapat menjadi kunci untuk menghilangkan kendala teknis pada sistem lama.