Semarak Idul Adha 2026, Kirab Grebeg Besar Keraton Solo Terbaru Banyak Dicari Masyarakat

Semarak Idul Adha 2026, Kirab Grebeg Besar Keraton Solo Terbaru Banyak Dicari Masyarakat
Foto: Semarak Idul Adha 2026, Kirab Grebeg Besar Keraton Solo Terbaru Banyak Dicari Masyarakat. (Illustration by Pexels)
Ukuran teks

Keraton Kasunanan Surakarta kembali menggelar tradisi tahunan Kirab Grebeg Besar dalam rangka memperingati Hari Raya Idul Adha 1447 Hijriah. Acara yang berlangsung di Solo, Jawa Tengah ini menjadi pusat perhatian masyarakat karena kemeriahan dan nilai spiritualnya yang kental.

Para abdi dalem Keraton Kasunanan Surakarta terlihat bersemangat mengarak gunungan menuju Masjid Agung Solo pada Rabu, 27 Mei 2026. Prosesi ini merupakan bagian dari warisan budaya yang terus dijaga kelestariannya oleh pihak keraton hingga saat ini.

Dalam perayaan Grebeg Besar tahun ini, pihak keraton mengeluarkan dua buah gunungan utama yang dikenal sebagai gunungan jaler dan estri. Gunungan jaler melambangkan laki-laki, sementara gunungan estri mewakili simbol perempuan dalam filosofi Jawa.

Kedua gunungan tersebut disusun dengan rapi menggunakan berbagai macam hasil bumi dan hasil pertanian masyarakat setempat. Selain hasil tani, terdapat pula beragam makanan tradisional yang ditata sedemikian rupa hingga membentuk kerucut raksasa.

Makna dan Simbolisme Gunungan

Setiap elemen yang ada pada gunungan tersebut memiliki makna mendalam sebagai bentuk rasa syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa. Masyarakat percaya bahwa gunungan ini merupakan simbol keberkahan dan kemakmuran bagi seluruh rakyat Surakarta.

Arak-arakan dimulai dari kawasan keraton dan bergerak perlahan melintasi jalur yang telah dipadati oleh ribuan warga serta wisatawan. Suasana religius dan khidmat sangat terasa sepanjang perjalanan menuju pelataran Masjid Agung Solo.

Setelah rombongan abdi dalem dan gunungan sampai di Masjid Agung, doa-doa segera dipanjatkan oleh para pemuka agama keraton. Hal ini dilakukan untuk memohon keselamatan, kedamaian, serta keberlimpahan rezeki bagi semua orang.

Momen yang paling dinantikan oleh pengunjung adalah saat gunungan tersebut akhirnya diperbolehkan untuk dibagikan kepada warga. Suasana seketika berubah menjadi sangat ramai saat masyarakat mulai berebut untuk mendapatkan bagian dari gunungan.

Beberapa fakta menarik terkait pelaksanaan Grebeg Besar Keraton Solo :

  • Jenis Gunungan: Terdapat dua jenis utama yaitu gunungan jaler (laki-laki) dan gunungan estri (perempuan).
  • Isi Gunungan: Terdiri dari sayuran, buah-buahan, kacang-kacangan, serta berbagai panganan tradisional hasil bumi.
  • Lokasi Tujuan: Seluruh gunungan diarak dari keraton menuju Masjid Agung Solo untuk didoakan sebelum dibagikan.
  • Tujuan Tradisi: Sebagai bentuk syukur atas Idul Adha dan sarana memohon keberkahan bagi kehidupan masyarakat.
  • Antusiasme Warga: Masyarakat percaya bahwa mendapatkan bagian dari gunungan dapat membawa harapan baik dan nasib baik.

Tradisi ini tidak hanya sekadar upacara adat, tetapi juga menjadi sarana mempererat tali silaturahmi antarwarga. Kepercayaan terhadap berkah dari isi gunungan tersebut tetap kuat mengakar di tengah modernisasi zaman.

Dampak Budaya dan Pariwisata

Kegiatan Grebeg Besar ini juga memberikan dampak positif bagi sektor pariwisata di wilayah Solo dan sekitarnya. Banyak wisatawan mancanegara dan domestik yang sengaja datang untuk menyaksikan langsung kekayaan budaya Keraton Surakarta.

Selain Grebeg Besar, suasana Idul Adha di berbagai lokasi ikonik lainnya juga terpantau sangat meriah dengan pelaksanaan salat Id. Momentum ini sekaligus menjadi pengingat akan pentingnya nilai pengorbanan dan kepedulian sosial di tengah masyarakat.

Pemerintah setempat terus mendukung kegiatan budaya seperti ini karena dianggap sebagai identitas kuat bagi kota Solo. Pelestarian tradisi ini diharapkan mampu menjaga harmoni antara kehidupan modern dengan akar budaya luhur bangsa.

Ringkasan detail acara Grebeg Besar Idul Adha 1447 H :

Aspek Informasi Detail Keterangan
Penyelenggara Keraton Kasunanan Surakarta Hadiningrat
Waktu Pelaksanaan Rabu, 27 Mei 2026
Tujuan Utama Peringatan Hari Raya Idul Adha 1447 H
Simbol Utama Gunungan Jaler dan Gunungan Estri
Lokasi Akhir Masjid Agung Solo, Jawa Tengah

Tabel di atas merangkum informasi kunci mengenai jalannya prosesi kirab budaya yang berlangsung dengan khidmat di pusat kota Solo. Data tersebut menunjukkan bahwa tradisi ini tetap konsisten dilaksanakan sesuai dengan pakem adat yang berlaku.

Hingga acara berakhir, situasi di sekitar Masjid Agung tetap tertib meskipun ribuan orang memadati area tersebut. Petugas keamanan dan pihak keraton bekerja sama memastikan prosesi "ngalap berkah" atau berebut gunungan berjalan lancar.

Kirab Grebeg Besar ini menjadi bukti nyata bahwa Keraton Solo masih menjadi pilar utama dalam menjaga eksistensi budaya Jawa. Perayaan Idul Adha pun terasa lebih semarak dengan kehadiran tradisi yang sarat akan makna spiritual dan sosial ini.

Artikel terkait

Rekomendasi