Selebriti Tanggapi Isu Rupiah Anjlok ke Rp18.000 per Dolar AS, Banyak Dicari!

Selebriti Tanggapi Isu Rupiah Anjlok ke Rp18.000 per Dolar AS, Banyak Dicari!
Foto: Selebriti Tanggapi Isu Rupiah Anjlok ke Rp18.000 per Dolar AS, Banyak Dicari!. (Illustration by Pexels)
Ukuran teks
```html

Sejumlah selebritas tanah air mengomentari pelemahan rupiah yang mencapai Rp18 ribu per dolar AS pada Jumat (5/6). Mereka mengaitkan situasi ini dengan kondisi ekonomi yang semakin menantang.

Komedian Kemal Palevi, melalui media sosial, menunjukkan tangkapan layar kurs rupiah yang menyentuh Rp18 ribu per dolar pada Kamis (4/6). Ia menulis, "SELAMAT DOLAR UDAH 18 RIBU! TAKBIR! Kalau udah 20 ribu party kali kita yeee."

Senada dengan Kemal, aktor Denny Sumargo mengungkap kebingungannya terhadap banyaknya informasi yang ia harus cerna. "Timelineku isinya,, seskab,, dadang cs ditangkap.. pemilik dapur MBG ketemu presiden.. sarwenda ama Ruben.. dollar naik 18 ribuan.. mana dulu yg mau dicerna ini," ujarnya.

Aktris Hesti Purwadinata berharap masyarakat bisa mendapatkan "nafas" lebih dulu akibat banyaknya kabar buruk terkait situasi ekonomi akhir-akhir ini. "Salah satu yang bisa menggerakkan roda ekonomi itu daya beli masyarakat Indonesia. Atuh lah... in this ekonomi begini kasih napas dulu rakyatnya," katanya. Hesti juga menambahkan bahwa pengusaha banyak yang kesulitan di tengah kondisi ini.

Maia Estianty juga menyampaikan harapannya di tengah melonjaknya kurs. "Dollar tembus 18.000, pajak2 naik, potongan admin marketplace naik.... Doa aja deh, 'Yaa Allah berikanlah kami rejeki yang banyak, sehingga kami tidak kekurangan apapun... Aamiin' untuk semuanya masyarakat Indonesia," ungkapnya.

Pada perdagangan Jumat sore, nilai tukar rupiah berada di Rp18.036 per dolar AS, menguat 13 poin atau 0,07 persen dari sebelumnya. Penguatan ini sejalan dengan mata uang Asia lainnya seperti yuan China, dolar Singapura, peso Filipina, dan dolar Hong Kong yang semuanya berada di zona hijau.

Analis mata uang, Ibrahim Assuaibi, mengatakan penguatan rupiah didorong gabungan sentimen dari luar dan dalam negeri yang menekan dolar AS. Di kawasan Timur Tengah, ketegangan meningkat meski ada kesepakatan gencatan senjata antara Israel dan Lebanon. Dari sisi domestik, pasar merespons negatif revisi perkiraan pertumbuhan ekonomi Indonesia pada 2026 oleh OECD menjadi 4,7 persen dari semula 4,8 persen.

```

Artikel terkait

Rekomendasi