Kasus Pungli Imigrasi Seret Gitaris dan Vokalis, Komentar Kocak Musisi Hebohkan Publik

Kasus Pungli Imigrasi Seret Gitaris dan Vokalis, Komentar Kocak Musisi Hebohkan Publik
Foto: Kasus Pungli Imigrasi Seret Gitaris dan Vokalis, Komentar Kocak Musisi Hebohkan Publik. (Illustration by Pexels)
Ukuran teks
Kasus Korupsi Izin Tinggal WNA dengan Kode Musik

Para pelaku korupsi di lingkungan Direktorat Jenderal Imigrasi menggunakan istilah dunia musik seperti vokalis, gitaris, hingga backing vocal sebagai kode untuk mengumpulkan uang sebanyak Rp145,5 miliar dari pungutan liar izin tinggal warga negara asing.

Kasus ini melibatkan delapan orang termasuk Silmy Karim, Saffar Muhammad Godam, dan Jaya Saputra. Sejumlah musisi Indonesia seperti Yo Iqbal, Denny Chasmala, dan Heruwa memberikan reaksi satir dan menggelitik terhadap penggunaan istilah musik untuk kegiatan ilegal ini.

Dunia musik Indonesia tercoreng oleh keterlibatan dalam kasus korupsi ini. Istilah-istilah teknis band dipakai sebagai kode untuk menyalurkan dana hasil pemerasan. KPK mengungkap bahwa istilah "konser grup band" digunakan dalam distribusi uang korupsi. Kode lainnya seperti "vokalis", "gitaris", "backing vocal", dan "koreografer" juga dipakai.

Untuk pejabat tinggi di tingkat kementerian, mereka menggunakan istilah lebih religius, yakni "malaikat". Total uang dari praktek kotor ini mencapai Rp145,5 miliar dan berlangsung sejak tahun 2022 hingga 2026. Dana tersebut berasal dari penyalahgunaan wewenang dan pungutan liar terhadap alih status izin tinggal bagi WNA di Indonesia.

Delapan orang yang terjerat dalam kasus ini mencakup Silmy Karim, Saffar Muhammad Godam sebagai Plt. Dirjen Imigrasi, hingga Jaya Saputra yang memimpin Kanwil Ditjen Imigrasi Jawa Barat. Pejabat teknis lain yang terlibat adalah Ronald Arman Abdullah, Tessar Bayu Setyaji, Bagus Bramantyo, Junaidi Sri Pramudi, dan Gusti Bernardiansyah.

Reaksi Musisi Tanah Air

Beberapa musisi populer tidak tinggal diam ketika profesi mereka digunakan sebagai 'alat' untuk korupsi. Komentar mereka di akun Instagram @Indomusikgram memberikan sentuhan humor sekaligus sindiran tajam.

Drummer Yo Iqbal menyuarakan reaksi lega dengan sentuhan sindiran. "Drummer aman ya," tulisnya, menyoroti absennya posisi drummer dalam daftar kode korupsi ini. Denny Chasmala, seorang gitaris dan pencipta lagu, ikut berkomentar kocak.

"Kok saya sebagai gitaris gak kecipratan ya?? Mungkin harus gitaris yang jago banget kaya gitaris luar. Untungnya saya jenis gitaris yang 'ngangenin'," tulisnya, Jumat, 5 Juni 2026, sambil memasukkan emoji tertawa. Heruwa, vokalis band ska Shaggydog, juga memberikan komentar singkat namun menyentil, "Albumnya kapan rilis?"

Artikel terkait

Rekomendasi