Sektor pariwisata Indonesia menunjukkan performa luar biasa pada awal tahun 2026 dan kini menjadi salah satu pilar utama dalam mendongkrak devisa negara. Momentum positif ini mendapat apresiasi langsung dari Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto.
Dalam Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Pariwisata 2026 di Jakarta, Airlangga menyebutkan bahwa pertumbuhan ekonomi nasional telah mencapai 5,64 persen. Capaian ini dinilai menjadi landasan yang sangat kuat di tengah ketidakpastian situasi global saat ini.
Berdasarkan data yang dipaparkan, sektor pariwisata kini menjadi mesin pertumbuhan domestik yang sangat diandalkan untuk mendatangkan devisa. Pada tahun sebelumnya, Indonesia berhasil menarik 15,39 juta kunjungan wisatawan mancanegara dengan nilai pengeluaran mencapai 1,2 miliar USD.
Tren positif ini terus berlanjut ke kuartal pertama tahun 2026, di mana pergerakan wisatawan nusantara mencapai angka 319 juta perjalanan. Sementara itu, jumlah kunjungan wisatawan mancanegara pada periode yang sama sudah menyentuh angka 3,44 juta kunjungan.
Target dan Strategi Penguatan Pariwisata Nasional
Pemerintah menetapkan target yang ambisius agar sektor pariwisata mampu berkontribusi sebesar 5 persen terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) nasional. Perolehan devisa dari sektor ini diharapkan dapat menembus angka 39,4 miliar USD.
Airlangga menekankan bahwa nilai tersebut sudah setara dengan komoditas ekspor unggulan Indonesia, seperti kelapa sawit dan batu bara. Oleh karena itu, pariwisata dipandang sebagai mesin pertumbuhan yang harus terus dipacu melalui berbagai langkah strategis.
Berikut adalah fokus utama pemerintah dalam memperkuat paradigma baru industri pariwisata:
- Peningkatan kompetensi Sumber Daya Manusia (SDM) di sektor pariwisata secara berkelanjutan.
- Peningkatan kualitas setiap destinasi wisata agar lebih kompetitif di kancah internasional.
- Perbaikan aksesibilitas menuju berbagai titik tujuan pariwisata di seluruh Indonesia.
Upaya transformasi ini dilakukan untuk memastikan industri pariwisata Indonesia tetap tangguh menghadapi perubahan perilaku wisatawan global.
Capaian Rekor Devisa dan Pertumbuhan Wisatawan
Menteri Pariwisata, Widiyanti Putri Wardhana, mengungkapkan bahwa perolehan devisa pariwisata tahun lalu berhasil mencetak sejarah baru. Angka yang diraih merupakan yang tertinggi sepanjang sejarah industri pariwisata Indonesia.
Sepanjang tahun 2025, pergerakan wisatawan domestik juga mengalami kenaikan signifikan sebesar 17,6 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Berikut adalah rincian capaian data pariwisata yang berhasil dihimpun:
Data Capaian Sektor Pariwisata Indonesia:
| Kategori Data | Capaian Tahun 2025/2026 |
|---|---|
| Total Devisa Pariwisata | 18,27 Miliar USD (Rp 305,47 Triliun) |
| Perjalanan Wisatawan Nusantara | 1,2 Miliar Perjalanan |
| Pertumbuhan Wisnus (YoY) | 17,6 Persen |
| Target Kontribusi PDB Nasional | 5 Persen |
Data di atas menunjukkan bahwa sektor pariwisata telah menjadi kekuatan ekonomi yang nyata dan stabil di tengah tekanan ekonomi dunia.
Widiyanti berharap pencapaian ini bisa terus dipertahankan dan ditingkatkan di masa mendatang melalui proses transformasi yang adaptif. Kondisi geopolitik yang dinamis menuntut industri pariwisata untuk terus berinovasi agar mampu bertahan menghadapi tantangan global.
Ia menegaskan bahwa keberhasilan ini bukan sekadar tentang angka, melainkan bukti kemampuan Indonesia untuk bertransformasi dengan cepat. Sektor pariwisata diharapkan tetap menjadi motor penggerak ekonomi yang inklusif bagi seluruh masyarakat Indonesia.