Sekolah Rakyat Terbesar Resmi Dibangun 2026: Luas 16 Hektare, Tampung 3.000 Siswa

Sekolah Rakyat Terbesar Resmi Dibangun 2026: Luas 16 Hektare, Tampung 3.000 Siswa
Foto: Sekolah Rakyat Terbesar Resmi Dibangun 2026: Luas 16 Hektare, Tampung 3.000 Siswa. (Illustration by Pexels)
Ukuran teks

Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Pekerjaan Umum (PU) tengah bersiap membangun Sekolah Rakyat terbesar yang berlokasi di Kabupaten Tanah Datar, Sumatera Barat. Proyek ambisius ini tepatnya berada di Nagari Tanjung Gadih dan Nagari Tanjung Alam, Kecamatan Tanjung Baru.

Fasilitas pendidikan skala besar ini direncanakan mampu menampung hingga 3.000 pelajar sekaligus. Dengan luas lahan mencapai 16 hektare, proses pembangunan saat ini sudah memasuki tahap pematangan lahan agar konstruksi utama bisa segera dimulai.

Target Percepatan dan Keamanan Bangunan

Menteri Pekerjaan Umum, Dody Hanggodo, menginstruksikan agar proses pematangan lahan yang dikerjakan oleh Nindya Karya dipercepat. Awalnya target pengerjaan memakan waktu tiga minggu, namun ia meminta agar rampung dalam satu minggu saja.

Meski menuntut kecepatan, Dody menegaskan bahwa aspek keamanan tetap menjadi prioritas utama. Ia mengingatkan bahwa bangunan sekolah ini masuk dalam kategori risiko tinggi (high risk building) sehingga pengerjaannya tidak boleh dilakukan secara sembarangan.

Selain struktur bangunan, pemerintah juga berencana memperlebar akses jalan menuju lokasi sekolah menjadi 5,5 meter. Hal ini dilakukan demi menjamin kelancaran distribusi logistik dan kebutuhan pangan bagi ribuan siswa nantinya.

Hibah Lahan dan Partisipasi Tenaga Kerja Lokal

Lahan yang digunakan untuk proyek ini berasal dari hibah keluarga besar Wakil Menteri BUMN, Dony Oskaria. Awalnya lahan yang diberikan seluas 10 hektare, namun pihak pemerintah kabupaten mengusulkan tambahan seluas 6 hektare lagi.

Bupati Tanah Datar, Eka Putra, mengonfirmasi bahwa seluruh proses administrasi dan sertifikasi tanah hibah tersebut telah tuntas. Ia juga memastikan bahwa proyek besar ini sudah mulai menyerap tenaga kerja dari warga sekitar.

Rincian utama mengenai proyek Sekolah Rakyat di Tanah Datar:

  • Lokasi Proyek: Kecamatan Tanjung Baru, Kabupaten Tanah Datar, Sumatera Barat.
  • Luas Area: Total mencapai 16 hektare (gabungan lahan hibah dan tambahan).
  • Kapasitas Daya Tampung: Didesain untuk mengakomodasi 3.000 siswa.
  • Kontraktor Pelaksana: Nindya Karya (saat ini pada tahap pematangan lahan).
  • Infrastruktur Pendukung: Pelebaran akses jalan utama hingga lebar 5,5 meter.

Pemanfaatan tenaga kerja lokal menjadi poin penting dalam pembangunan ini guna memberikan dampak ekonomi langsung bagi masyarakat setempat. Sinergi antara pemerintah pusat dan daerah diharapkan dapat mempercepat penyelesaian fasilitas pendidikan ini.

Pembangunan Serupa di Sulawesi Selatan

Langkah masif dalam memperbaiki infrastruktur pendidikan juga sedang berlangsung di Sulawesi Selatan. Proyek yang dijalankan oleh PT Waskita Karya ini mencakup lima kabupaten, yaitu Tana Toraja, Sidrap, Wajo, Soppeng, dan Barru.

Direktur Operasi II Waskita Karya, Paulus Budi Kartiko, menyatakan bahwa sekitar 3.000 pekerja dilibatkan dalam proyek ini. Menariknya, sebanyak 41 persen dari total tenaga kerja yang terserap merupakan penduduk asli daerah setempat.

Fasilitas pendukung yang dibangun di wilayah Sulawesi Selatan meliputi:

  • Asrama khusus untuk siswa dan tempat tinggal bagi para guru.
  • Fasilitas ibadah dan ruang serbaguna untuk berbagai aktivitas sekolah.
  • Gedung belajar yang dirancang dengan standar keamanan dan mutu tinggi.
  • Sarana pendukung lainnya yang berfokus pada keberlanjutan bangunan.

Saat ini, pengerjaan di Sulawesi Selatan telah mencapai tahap arsitektur dan penyelesaian akhir (finishing). Meski menghadapi tantangan cuaca hujan, tim di lapangan terus bekerja siang dan malam demi mengejar target waktu yang telah ditetapkan.

Pembangunan Sekolah Rakyat di berbagai wilayah ini diharapkan dapat menyediakan fasilitas belajar yang lebih layak, aman, dan modern bagi ratusan ribu siswa di Indonesia. Proyek ini menjadi bagian dari upaya pemerintah dalam memeratakan kualitas pendidikan melalui penguatan infrastruktur.

Artikel terkait

Rekomendasi