Kabar membanggakan datang dari arena panjat tebing internasional di Praha, Republik Ceko. Indonesia berhasil mengukir sejarah baru setelah atlet andalannya, Putra Tri Ramadani, sukses mengamankan medali emas.
Putra Tri Ramadani, yang akrab disapa Srondeng, naik ke podium tertinggi pada nomor lead putra dalam ajang World Climbing Series 2026. Keberhasilan ini menjadi tonggak sejarah penting bagi dunia olahraga tanah air.
Kemenangan Srondeng diraih setelah ia menunjukkan performa yang sangat impresif di babak final. Ia berhasil mengungguli dua pesaing beratnya dari Jepang dan Austria.
Dalam perolehan skor akhir, Srondeng mencatatkan 43 poin yang membawanya sebagai pemenang utama. Sementara itu, Neo Suzuki asal Jepang harus puas dengan perak setelah meraih 39 poin.
Posisi ketiga atau medali perunggu ditempati oleh Jakob Schubert, atlet kawakan asal Austria. Schubert menutup kompetisi tersebut dengan perolehan total 37 poin.
Pecahkan Rekor Baru Indonesia
Keberhasilan pemuda berusia 20 tahun ini tidak hanya sekadar menambah koleksi medali bagi Indonesia. Ia resmi menjadi atlet pertama dari tanah air yang menjuarai World Climbing Series di luar kategori speed.
Pihak World Climbing pun memberikan apresiasi khusus atas prestasi bersejarah ini melalui pernyataan resminya. Mereka menegaskan bahwa Srondeng adalah pemanjat Indonesia pertama yang meraih emas di nomor lead.
Sebelum kemenangan gemilang di Praha ini, Srondeng sempat bertanding pada seri Wujiang, China, di bulan Mei. Kala itu, perjalanannya harus terhenti di babak semifinal karena menempati peringkat kesembilan.
Kini, performa apiknya di Republik Ceko mendongkrak posisi Srondeng dalam pemeringkatan atlet internasional. Saat ini, ia berada di peringkat keenam dunia dengan total koleksi 3.075 poin.
Persaingan Ketat di Klasemen Dunia
Meski telah meraih emas, Srondeng masih harus bersaing dengan para pemanjat unggulan dari berbagai negara. Berikut adalah rincian pemuncak klasemen sementara lead putra saat ini:
Daftar lima besar atlet panjat tebing nomor lead putra dunia:- Alberto Gines Lopez (Spanyol): Memimpin di posisi pertama dengan 5.130 poin.
- Lee Dohyun (Korea Selatan): Menempati urutan kedua dengan perolehan 4.875 poin.
- Neo Suzuki (Jepang): Berada di peringkat ketiga dengan koleksi 4.765 poin.
- Satone Yoshida (Jepang): Menghuni posisi keempat dengan raihan 4.740 poin.
- Sorato Anraku (Jepang): Berada di peringkat kelima dunia dengan 4.400 poin.
Data tersebut menunjukkan dominasi kuat atlet asal Asia, khususnya Jepang, di jajaran peringkat teratas. Srondeng menjadi satu-satunya wakil Indonesia yang mulai mengancam posisi elit para atlet dunia tersebut.
Prestasi ini diharapkan menjadi pemacu semangat bagi atlet panjat tebing Indonesia lainnya. Fokus kini beralih pada konsistensi Srondeng untuk terus memperbaiki posisinya di seri-seri kejuaraan dunia mendatang.