Sassuolo Tumbang di Markas Torino Saat Jay Idzes Absen, Ini Hasilnya

Sassuolo Tumbang di Markas Torino Saat Jay Idzes Absen, Ini Hasilnya
Foto: Ilustrasi Sassuolo Tumbang di Markas Torino Saat Jay Idzes Absen, Ini Hasilnya.
Ukuran teks

Sassuolo harus menerima kenyataan pahit setelah gagal membawa pulang poin dalam lawatan mereka ke markas Torino pada lanjutan pekan ke-36 Serie A. Bertanding di Stadion Olimpico Grande Torino pada Jumat (8/5/2026), tim berjuluk Neroverdi tersebut terpaksa menyerah dengan skor tipis 1-2 dalam laga yang berlangsung sangat dramatis.

Kekalahan ini terasa sangat menyesakkan bagi tim tamu mengingat mereka sempat memimpin jalannya pertandingan melalui gol yang dicetak oleh Kristian Thorstvedt. Sayangnya, Sassuolo gagal mempertahankan keunggulan tersebut setelah tuan rumah berhasil membalas dengan dua gol cepat pada paruh kedua pertandingan.

Hasil negatif ini sekaligus memutus tren positif yang sebelumnya mereka bangun saat berhasil menumbangkan raksasa Italia, AC Milan, pada pekan lalu. Salah satu faktor utama yang menjadi pusat perhatian dalam laga ini adalah tidak hadirnya sosok pemain bertahan andalan asal Indonesia, Jay Idzes.

Pemain kunci Timnas Indonesia tersebut terpaksa absen dan harus menepi dari lapangan hijau lantaran masih berjuang dalam proses pemulihan cedera. Kehilangan Jay Idzes di sektor pertahanan sangat berdampak pada koordinasi lini belakang Sassuolo yang terlihat kurang solid sepanjang pertandingan tersebut.

Kekosongan posisi yang ditinggalkan Idzes dimanfaatkan dengan baik oleh Torino yang terus memberikan tekanan intensitas tinggi, terutama pada 25 menit terakhir laga. Tanpa ketenangan sang bek, para pemain bertahan Sassuolo tampak kesulitan dalam mengantisipasi skema serangan balik yang dibangun oleh tim tuan rumah.

Pelatih Sassuolo, Fabio Grosso, sebenarnya sudah berupaya menjaga performa tim dengan melakukan beberapa rotasi pemain setelah meraih kemenangan gemilang atas AC Milan. Ia kembali mempercayakan posisi starter kepada pemain-pemain andalannya seperti Andrea Pinamonti, Cristian Volpato, hingga gelandang muda Luca Lipani.

Pada awal babak pertama, strategi ini sempat berjalan efektif di mana Sassuolo tampil cukup dominan dan mampu memberikan ancaman nyata bagi lini pertahanan Torino. Peluang-peluang berbahaya sempat tercipta melalui aksi individu Pinamonti serta pergerakan agresif dari Thorstvedt yang berulang kali merepotkan kiper lawan.

Jalannya Pertandingan dan Gol Pembuka

Setelah babak pertama berakhir tanpa gol, kebuntuan akhirnya pecah saat laga memasuki menit ke-51 melalui skema serangan yang terorganisir dengan rapi. Gelandang Luca Lipani berhasil mengirimkan umpan akurat dari sisi kanan lapangan yang langsung disambar dengan sempurna oleh Kristian Thorstvedt di depan gawang.

Gol tersebut sempat menghidupkan harapan bagi Sassuolo untuk bisa memenangkan pertandingan dan terus bersaing memperebutkan posisi di papan atas klasemen Serie A. Namun, kegembiraan tersebut tidak bertahan lama karena situasi pertandingan mulai berbalik secara drastis memasuki pertengahan babak kedua.

Torino yang tidak ingin malu di depan pendukung sendiri akhirnya berhasil menyamakan kedudukan pada menit ke-66 melalui tandukan tajam Giovanni Simeone. Keadaan justru berbalik unggul bagi tuan rumah hanya berselang empat menit kemudian setelah Marcus Pedersen berhasil menyarangkan bola ke gawang Sassuolo.

Terjadinya dua gol dalam waktu singkat tersebut menjadi bukti nyata rapuhnya koordinasi di lini pertahanan tim asuhan Fabio Grosso pada pertandingan kali ini. Lemahnya antisipasi terhadap bola-bola silang yang dilepaskan pemain Torino menjadi kelemahan utama yang sangat terlihat selama absennya Jay Idzes.

Signifikansi Absennya Jay Idzes

Ketidakhadiran Jay Idzes karena cedera memberikan dampak yang sangat signifikan bagi kestabilan permainan Sassuolo secara keseluruhan dalam laga penting ini. Bek berusia 25 tahun itu selama ini dikenal sebagai pemimpin di jantung pertahanan yang sangat kuat dalam memenangkan duel-duel udara melawan penyerang lawan.

Selain tangguh dalam bertahan, Idzes juga memiliki kemampuan distribusi bola yang tenang saat tim ingin membangun serangan dari lini paling belakang. Kehilangan karakter pemimpin seperti dirinya membuat lini pertahanan Sassuolo sering kehilangan konsentrasi ketika intensitas serangan lawan mulai meningkat di menit-menit akhir.

Dengan hasil minor ini, posisi Sassuolo di klasemen sementara Serie A masih tertahan di peringkat ke-10 dan gagal memperbaiki posisi mereka. Kini, Fabio Grosso menaruh harapan besar agar proses pemulihan cedera Jay Idzes dapat berjalan lebih cepat sebelum kompetisi musim ini berakhir.

Mengingat hanya tersisa dua pertandingan lagi, kehadiran kembali pemain asal Indonesia itu sangat dinantikan untuk mengembalikan stabilitas pertahanan tim. Kestabilan di sektor belakang menjadi kunci utama bagi Sassuolo jika ingin menutup musim ini dengan hasil yang lebih baik dan konsisten.

Artikel terkait

Rekomendasi