Samsung Bagi-bagi Bonus Fantastis, Satu Karyawan Bakal Cair Rp6 Miliar di 2026

Samsung Bagi-bagi Bonus Fantastis, Satu Karyawan Bakal Cair Rp6 Miliar di 2026
Foto: Samsung Bagi-bagi Bonus Fantastis, Satu Karyawan Bakal Cair Rp6 Miliar di 2026. (Illustration by Pexels)
Ukuran teks
```html

Samsung Electronics Co. telah mengumumkan akan membagikan bonus total sekitar 40 triliun won atau sekitar US$26,6 miliar (setara Rp469,7 triliun) kepada karyawan di divisi semikonduktornya tahun ini. Langkah ini diambil setelah tercapainya kesepakatan dengan serikat pekerja, yang berhasil mencegah potensi aksi mogok kerja.

Di dalam divisi semikonduktor, Samsung mempekerjakan sekitar 78.000 orang. Meskipun jumlah bonus yang diterima akan bervariasi, rata-rata karyawan diperkirakan akan mendapatkan 513 juta won atau sekitar US$340.000 (sekitar Rp6 miliar). Ini berdasarkan perhitungan Bloomberg yang didasarkan pada syarat yang diusulkan dan proyeksi laba operasional tahun 2026.

Karyawan Samsung sebelumnya meraih rata-rata pendapatan 158 juta won pada 2025, sesuai laporan perusahaan di bulan Maret. Berdasarkan penghitungan dari Yonhap News, karyawan di divisi memori yang sedang berkembang pesat bahkan mungkin berhak menerima sekitar 600 juta won per orang. Samsung belum mengungkapkan jumlah spesifik karyawan di setiap divisi semikonduktor.

Baca Juga

Dalam berita terkait, Samsung juga sedang mempersiapkan peluncuran Galaxy S27 Pro yang akan hadir dengan ukuran layar baru. Di sektor semikonduktor, produsen chip memori Samsung baru-baru ini terhindar dari ancaman gangguan pasokan. Di Amerika Serikat, Samsung berhasil mengungguli iPhone dalam tingkat kepuasan pelanggan.

Terkait negosiasi dengan buruh yang sempat gagal, Samsung menghadapai risiko adanya gangguan pada pasokan chip. Namun, terlepas dari tantangan tersebut, Samsung dan Google tengah bekerja sama meluncurkan produk kacamata pintar. Langkah ini menunjukkan kolaborasi strategis antara kedua perusahaan teknologi besar.

Lebih jauh, Samsung juga telah menyiapkan rencana darurat jika terjadi masalah di lini produksi. Keadaan darurat ini bisa menyebabkan penghentian sementara operasi jika diperlukan. Semua langkah ini dilakukan untuk memitigasi risiko yang mungkin muncul di masa depan.

```

Artikel terkait

Rekomendasi