Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) menjadi sorotan publik di media sosial setelah mengunggah visual Garuda Pancasila yang dinilai keliru. Unggahan tersebut sedianya dipublikasikan untuk memperingati Hari Lahir Pancasila pada Senin (1/6/2026).
Keriuhan bermula saat akun resmi X milik BRIN membagikan ucapan peringatan pada pagi hari. Namun, pengguna internet segera menyadari adanya kejanggalan pada detail fisik lambang negara tersebut.
Kritik Netizen Terkait Penggunaan AI
Warganet melontarkan protes karena gambar Garuda yang ditampilkan tidak memenuhi kaidah resmi simbol negara. Ketidaksesuaian tersebut terlihat jelas pada jumlah bulu di bagian sayap dan ekor yang tidak lengkap.
Banyak pihak menduga desain tersebut dibuat menggunakan teknologi artificial intelligence (AI) atau kecerdasan buatan. Hal ini memicu kritik mengenai ketelitian lembaga negara dalam merepresentasikan simbol sakral bangsa.
Setidaknya ada dua poin utama yang menjadi fokus kritik masyarakat terhadap unggahan tersebut:
Daftar kekeliruan yang ditemukan pada unggahan BRIN:- Ketidaksesuaian jumlah helai bulu pada sayap dan ekor yang seharusnya memiliki makna historis tertentu.
- Dugaan penggunaan alat desain otomatis (AI) tanpa adanya proses kurasi manual yang ketat sebelum dipublikasikan.
Kesalahan detail ini dianggap fatal karena setiap elemen pada Garuda Pancasila mewakili identitas dan filosofi luhur bangsa Indonesia.
Permohonan Maaf dan Evaluasi Internal
Merespons gelombang kritik tersebut, BRIN akhirnya menyampaikan permohonan maaf secara terbuka pada sore harinya. Pihak lembaga mengakui adanya ketidakcermatan dalam proses pembuatan konten tersebut.
BRIN menyatakan bahwa kejadian ini merupakan teguran berharga bagi internal mereka. Manajemen berkomitmen untuk lebih berhati-hati dalam setiap tahap produksi hingga penyebaran konten di masa depan.
Pernyataan resmi BRIN terkait insiden kesalahan desain tersebut:
"Hal ini menjadi pelajaran bagi kami untuk lebih teliti, cermat, dan berhati-hati dalam proses pembuatan serta penyebaran konten di masa mendatang," tulis pihak BRIN melalui saluran komunikasinya.
Lembaga riset negara ini juga menyampaikan apresiasi kepada masyarakat yang telah memberikan pengawasan dan masukan. BRIN menegaskan bahwa pihaknya sangat menghargai kontrol sosial yang dilakukan warga siber.
Sebagai bentuk tanggung jawab, konten yang bermasalah telah ditarik dan diperbaiki. BRIN kini telah mengunggah desain terbaru yang sudah sesuai dengan kaidah dan standar lambang negara yang benar.