Rusia kini mulai menerima tawaran untuk penerbitan obligasi pemerintah kedua yang menggunakan denominasi yuan. Langkah ini diambil setelah Presiden Vladimir Putin melakukan pertemuan dengan pihak China di Beijing minggu lalu.
Kementerian Keuangan Rusia mengumumkan bahwa kupon untuk obligasi dengan jangka waktu sepuluh tahun tersebut tidak akan melebihi 8%. Penawaran ini akan dikumpulkan hingga pukul 15.00 di Moskow.
Tahun lalu, Rusia untuk pertama kalinya menjual obligasi lokal dalam bentuk yuan dengan mengumpulkan total 20 miliar yuan atau setara dengan US$2,9 miliar. Hal ini dilakukan melalui dua tahap untuk mencari pendanaan guna menutup defisit anggaran akibat belanja militer dan melemahnya pendapatan minyak.
Pemerintah sebenarnya menargetkan defisit fiskal sebesar 1,6% dari produk domestik bruto (PDB) tahun ini. Namun, pada empat bulan pertama, defisit tersebut mengalami peningkatan hingga sekitar 2,5%.
Baca Juga: BI: Instrumen Penempatan DHE SDA Kini Bisa Pakai Yuan China
Wamenkeu Beber Progres Penerbitan Panda Bonds
Analis: Panda Bond Bisa Perkuat Pembiayaan, Waspada Currency Risk
Artikel Terkait
Kecelakaan Tambang China, Industri Baja hingga Listrik Terpukul Energi | 1 jam yang lalu
Drone Hantam Tuapse, Pelabuhan Laut Hitam Rusia Terbakar Global | 1 hari yang lalu
Terima Delegasi Hebei, Airlangga Pacu Kolaborasi Smart Technology Market | 1 hari yang lalu
Reli Aluminium Dunia Berpotensi Pacu Lonjakan Ekspor dari China Energi | 1 hari yang lalu
China Tunda Pesanan Airbus Gegara Eropa Lambat Sertifikasi Comac Global | 1 hari yang lalu
Musim Panas Asia Ekstrem, Harga Gas Berisiko Melonjak Energi | 1 hari yang lalu
Baca Juga: DPR Klaim Prabowo Kurban Sapi Pakai APBN Sudah Sesuai Aturan
Market | 31 menit yang lalu
Rupiah Melemah Nyaris Rp17.900/US$, Industri Masuk Survival Mode Market | 2 jam yang lalu
Prediksi Gerak Rupiah Besok, Dibayangi Geopolitik hingga Minyak Market | 2 jam yang lalu
Mata Uang Asia Tiarap, Dihantam Kenaikan Harga Minyak Market | 2 jam yang lalu
Lainnya
Permintaan Listrik Prancis Naik Seiring Gelombang Panas Ekstrem Global | 14 menit yang lalu
DPR Klaim Prabowo Kurban Sapi Pakai APBN Sudah Sesuai Aturan Market | 31 menit yang lalu
Ada Cacing, Organ Hewan Kurban di Kepulauan Seribu Dimusnahkan Nasional | 43 menit yang lalu
Libur Iduladha, Kendaraan Keluar dari Jabodetabek Naik 20% Sektor Riil | 56 menit yang lalu
Kecelakaan Tambang China, Industri Baja hingga Listrik Terpukul Energi | 1 jam yang lalu
Berita Utama
Terseret Dugaan Pelanggaran Ekspor, Grup Wilmar Terkapar Market
Menlu Sebut Prabowo ke Prancis Lagi karena Undangan dari Macron Nasional
Aparat Gagalkan Ekspor Logam Tanah Jarang 390 Ton di Batam Nasional
Populer
Terseret Dugaan Pelanggaran Ekspor, Grup Wilmar Terkapar
Rupiah Offshore Hampir Rp17.900/US$, Mengapa Paling Liar di Asia?
GOTO Berisiko Didepak dari MSCI Buntut Likuiditas Seret
Rupiah dalam Fase Overshooting, Tanggung Beban Terlalu Besar
Aparat Gagalkan Ekspor Logam Tanah Jarang 390 Ton di Batam
Foto Pemotongan Hewan Kurban di Jakarta
Ratusan Umat Muslim Salat Iduladha di Pantai Lagoon Ancol
Video Awas! Batu Bara dan CPO RI Ditinggalkan, Efek Ekspor Satu Pintu
Purbaya Bantah Peleburan Bea Cukai dan PT DSI
Infografis
10 PTN Akademik Paling Populer di SNBT 2026
10 Produsen CPO Raksasa Terindikasi Transfer Pricing
Z-Zone
Kalau Saja Semua Gubernur Seperti Mereka
Tentang Kami
Redaksi
Pedoman Media Siber
Karir
Disclaimer
Kebijakan Privasi
Hak Cipta © 2023 - Berita Mediatama Indonesia
```