Rusia Resmi Terbitkan Obligasi Yuan Terbaru Usai Putin Kunjungi China 2026

Rusia Resmi Terbitkan Obligasi Yuan Terbaru Usai Putin Kunjungi China 2026
Foto: Rusia Resmi Terbitkan Obligasi Yuan Terbaru Usai Putin Kunjungi China 2026. (Illustration by Pexels)
Ukuran teks
```html

Rusia kini mulai menerima tawaran untuk penerbitan obligasi pemerintah kedua yang menggunakan denominasi yuan. Langkah ini diambil setelah Presiden Vladimir Putin melakukan pertemuan dengan pihak China di Beijing minggu lalu.

Kementerian Keuangan Rusia mengumumkan bahwa kupon untuk obligasi dengan jangka waktu sepuluh tahun tersebut tidak akan melebihi 8%. Penawaran ini akan dikumpulkan hingga pukul 15.00 di Moskow.

Tahun lalu, Rusia untuk pertama kalinya menjual obligasi lokal dalam bentuk yuan dengan mengumpulkan total 20 miliar yuan atau setara dengan US$2,9 miliar. Hal ini dilakukan melalui dua tahap untuk mencari pendanaan guna menutup defisit anggaran akibat belanja militer dan melemahnya pendapatan minyak.

Pemerintah sebenarnya menargetkan defisit fiskal sebesar 1,6% dari produk domestik bruto (PDB) tahun ini. Namun, pada empat bulan pertama, defisit tersebut mengalami peningkatan hingga sekitar 2,5%.

Baca Juga: BI: Instrumen Penempatan DHE SDA Kini Bisa Pakai Yuan China

Wamenkeu Beber Progres Penerbitan Panda Bonds

Analis: Panda Bond Bisa Perkuat Pembiayaan, Waspada Currency Risk

Artikel Terkait

Kecelakaan Tambang China, Industri Baja hingga Listrik Terpukul Energi | 1 jam yang lalu

Drone Hantam Tuapse, Pelabuhan Laut Hitam Rusia Terbakar Global | 1 hari yang lalu

Terima Delegasi Hebei, Airlangga Pacu Kolaborasi Smart Technology Market | 1 hari yang lalu

Reli Aluminium Dunia Berpotensi Pacu Lonjakan Ekspor dari China Energi | 1 hari yang lalu

China Tunda Pesanan Airbus Gegara Eropa Lambat Sertifikasi Comac Global | 1 hari yang lalu

Musim Panas Asia Ekstrem, Harga Gas Berisiko Melonjak Energi | 1 hari yang lalu

Baca Juga: DPR Klaim Prabowo Kurban Sapi Pakai APBN Sudah Sesuai Aturan

Market | 31 menit yang lalu

Rupiah Melemah Nyaris Rp17.900/US$, Industri Masuk Survival Mode Market | 2 jam yang lalu

Prediksi Gerak Rupiah Besok, Dibayangi Geopolitik hingga Minyak Market | 2 jam yang lalu

Mata Uang Asia Tiarap, Dihantam Kenaikan Harga Minyak Market | 2 jam yang lalu

Lainnya

Permintaan Listrik Prancis Naik Seiring Gelombang Panas Ekstrem Global | 14 menit yang lalu

DPR Klaim Prabowo Kurban Sapi Pakai APBN Sudah Sesuai Aturan Market | 31 menit yang lalu

Ada Cacing, Organ Hewan Kurban di Kepulauan Seribu Dimusnahkan Nasional | 43 menit yang lalu

Libur Iduladha, Kendaraan Keluar dari Jabodetabek Naik 20% Sektor Riil | 56 menit yang lalu

Kecelakaan Tambang China, Industri Baja hingga Listrik Terpukul Energi | 1 jam yang lalu

Berita Utama

Terseret Dugaan Pelanggaran Ekspor, Grup Wilmar Terkapar Market

Menlu Sebut Prabowo ke Prancis Lagi karena Undangan dari Macron Nasional

Aparat Gagalkan Ekspor Logam Tanah Jarang 390 Ton di Batam Nasional

Populer

Terseret Dugaan Pelanggaran Ekspor, Grup Wilmar Terkapar

Rupiah Offshore Hampir Rp17.900/US$, Mengapa Paling Liar di Asia?

GOTO Berisiko Didepak dari MSCI Buntut Likuiditas Seret

Rupiah dalam Fase Overshooting, Tanggung Beban Terlalu Besar

Aparat Gagalkan Ekspor Logam Tanah Jarang 390 Ton di Batam

Foto Pemotongan Hewan Kurban di Jakarta

Ratusan Umat Muslim Salat Iduladha di Pantai Lagoon Ancol

Video Awas! Batu Bara dan CPO RI Ditinggalkan, Efek Ekspor Satu Pintu

Purbaya Bantah Peleburan Bea Cukai dan PT DSI

Infografis

10 PTN Akademik Paling Populer di SNBT 2026

10 Produsen CPO Raksasa Terindikasi Transfer Pricing

Z-Zone

Kalau Saja Semua Gubernur Seperti Mereka

Tentang Kami

Redaksi

Pedoman Media Siber

Karir

Disclaimer

Kebijakan Privasi

Hak Cipta © 2023 - Berita Mediatama Indonesia

```

Artikel terkait

Rekomendasi