Rusia Hujani Kyiv Rudal Hipersonik Oreshnik 2026: 4 Tewas, Puluhan Luka-luka

Rusia Hujani Kyiv Rudal Hipersonik Oreshnik 2026: 4 Tewas, Puluhan Luka-luka
Foto: Rusia Hujani Kyiv Rudal Hipersonik Oreshnik 2026: 4 Tewas, Puluhan Luka-luka. (Illustration by Pexels)
Ukuran teks

Militer Rusia meluncurkan serangan udara secara masif yang menargetkan Kyiv dan wilayah sekitarnya pada Minggu dini hari, 24 Mei 2026. Serangan mematikan ini melibatkan penggunaan rudal hipersonik canggih Oreshnik, berbagai jenis rudal jelajah, hingga armada drone tempur.

Ketegangan ini menjadi salah satu eskalasi paling serius dalam konflik bersenjata antara Rusia dan Ukraina selama beberapa bulan terakhir. Akibat dari gempuran tersebut, setidaknya empat warga sipil dinyatakan tewas dan puluhan orang lainnya menderita luka-luka.

Serangan besar ini mulai terdeteksi sekitar pukul 01.00 waktu setempat, segera setelah militer Ukraina mengeluarkan peringatan dini terkait potensi peluncuran rudal balistik hipersonik. Tak lama berselang, rentetan ledakan keras terdengar menggelegar di berbagai titik di ibu kota Ukraina.

Dampak ledakan tersebut menyebabkan kerusakan parah pada sejumlah infrastruktur penting, mulai dari gedung perkantoran hingga bangunan tempat tinggal warga. Fasilitas publik di jantung kota Kyiv juga dilaporkan tidak luput dari kerusakan akibat serpihan maupun hantaman langsung.

Alasan di Balik Serangan Rudal Hipersonik

Kementerian Pertahanan Rusia secara resmi mengonfirmasi penggunaan rudal hipersonik Oreshnik dalam operasi udara tersebut. Melansir laporan dari Al-Jazeera, pihak Moskow menegaskan bahwa aksi ini merupakan langkah balasan yang terukur.

Rusia mengklaim serangan ini sebagai respons atas aksi drone Ukraina yang sebelumnya menyasar wilayah pendudukan Rusia di Ukraina timur. Serangan Ukraina tersebut dilaporkan telah merenggut nyawa sedikitnya 18 orang di wilayah tersebut.

Pernyataan resmi dari Kementerian Pertahanan Rusia menyebutkan bahwa militer mereka meluncurkan operasi besar-besaran untuk menghancurkan infrastruktur tertentu. Mereka menegaskan serangan ini menggunakan berbagai persenjataan mutakhir milik Angkatan Bersenjata Federasi Rusia.

Daftar persenjataan yang digunakan Rusia dalam serangan udara tersebut meliputi:

  • Rudal balistik hipersonik Oreshnik yang menjadi senjata utama dalam operasi ini.
  • Sistem rudal taktis Iskander yang dikenal memiliki akurasi tinggi.
  • Rudal hipersonik Kinzhal yang diluncurkan dari platform udara.
  • Rudal jelajah hipersonik Tsirkon yang memiliki kecepatan sangat tinggi.
  • Ratusan unit drone tempur yang digunakan untuk mengalihkan sistem pertahanan udara.

Pihak Rusia berdalih bahwa operasi tersebut sengaja diarahkan sebagai jawaban atas apa yang mereka sebut sebagai "serangan teroris" Ukraina. Sasaran utama dalam gempuran ini diklaim tetap difokuskan pada infrastruktur strategis lawan.

Skala Kerusakan dan Upaya Pertahanan Kyiv

Angkatan Udara Ukraina melaporkan bahwa intensitas serangan kali ini benar-benar masif dan datang dari berbagai arah. Rusia diperkirakan mengerahkan sekitar 600 unit pesawat nirawak atau drone serta 90 unit rudal yang ditembakkan dari darat, laut, dan udara.

Meskipun demikian, sistem pertahanan udara Ukraina bekerja keras untuk menghalau gempuran udara yang datang bertubi-tubi tersebut. Hasilnya, sebanyak 549 drone dan 55 rudal diklaim berhasil dijatuhkan atau diganggu jalurnya oleh pasukan pertahanan Kyiv.

Selain itu, terdapat laporan bahwa 19 rudal lainnya gagal mengenai sasaran utama karena mengalami kendala teknis atau gangguan elektronik. Namun, beberapa rudal yang lolos tetap memberikan dampak kerusakan yang sangat signifikan di darat.

Wali Kota Kyiv, Vitali Klitschko, memaparkan data terkini mengenai jatuhnya korban jiwa di wilayah otoritasnya. Beliau mengonfirmasi dua orang tewas di dalam kota Kyiv, sementara 81 warga lainnya tercatat mengalami luka-luka dengan tingkat keparahan yang berbeda.

Laporan tambahan dari wilayah penyangga di sekitar ibu kota menyebutkan adanya dua korban tewas lainnya. Hal ini menambah daftar panjang duka warga sipil di tengah berkecamuknya perang yang tak kunjung mereda.

Berikut adalah ringkasan dampak kerusakan di wilayah Kyiv dan sekitarnya:

Kategori Dampak Keterangan Detail
Jumlah Korban Jiwa 4 orang dinyatakan tewas.
Jumlah Korban Luka Lebih dari 60 orang (81 orang khusus di kota Kyiv).
Lokasi Kerusakan Tercatat di sedikitnya 40 lokasi berbeda di berbagai distrik.
Fasilitas Terdampak Gedung apartemen, pusat bisnis, toko, dan kantor pos.
Gedung Pemerintah Kerusakan ringan pada kantor kementerian dan gedung kabinet.

Data di atas menunjukkan betapa luasnya jangkauan serangan yang dilancarkan oleh militer Rusia. Meski banyak proyektil berhasil ditangkis, dampak sisa ledakan tetap merusak tatanan kota secara luas.

Kondisi Infrastruktur dan Gedung Publik

Kepala Administrasi Militer Kyiv, Tymur Tkachenko, memberikan gambaran situasi melalui kanal komunikasi resminya di Telegram. Ia menyebutkan bahwa ibu kota benar-benar berada di bawah tekanan serangan rudal balistik secara massal.

Beberapa fasilitas umum yang mengalami kerusakan antara lain lobi stasiun metro serta kantor pos yang terletak di Independence Square. Lokasi-lokasi tersebut merupakan area yang sangat vital bagi mobilitas dan aktivitas harian warga Kyiv.

Selain bangunan komersial, serangan ini juga berdampak pada simbol-simbol pemerintahan Ukraina. Gedung kabinet Ukraina serta kantor Kementerian Luar Negeri dilaporkan turut mengalami kerusakan ringan akibat gelombang kejut ledakan.

Hingga saat ini, tim penyelamat dan petugas medis masih terus bekerja di lapangan untuk mengevakuasi korban yang mungkin masih terjebak. Pemerintah setempat juga sedang melakukan penilaian kerugian lebih mendalam terhadap infrastruktur energi dan publik lainnya.

Situasi di Kyiv tetap dalam kondisi siaga tinggi mengingat ancaman serangan susulan masih mungkin terjadi kapan saja. Warga diimbau untuk tetap waspada dan segera menuju tempat perlindungan jika sirine peringatan udara kembali berbunyi.

Artikel terkait

Rekomendasi