Moskow kembali melancarkan serangan udara besar-besaran menggunakan pesawat tak berawak dan rudal ke wilayah Ukraina hanya beberapa jam sebelum kesepakatan gencatan senjata Kiev diberlakukan. Aksi militer yang terjadi tiga hari sebelum rencana jeda pertempuran dari pihak Moskow ini mengakibatkan sedikitnya 26 orang tewas dan melukai lebih dari 80 orang lainnya.
Serangan pada Selasa sore tersebut melibatkan penggunaan bom luncur berat yang menyasar sejumlah kota strategis seperti Kramatorsk di wilayah timur, Zaporizhzhia di tenggara, dan Chernihiv di utara. Gubernur wilayah Zaporizhia, Ivan Fedorov, melaporkan bahwa setidaknya 12 nyawa melayang dan belasan orang lainnya mengalami luka-luka akibat hantaman di wilayahnya saja.
Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy mengonfirmasi bahwa serangan di pusat kendali terakhir Kiev di Donetsk, yakni Kramatorsk, telah menewaskan sedikitnya lima orang warga. Selain itu, gempuran Rusia di kota Dnipro yang terletak di bagian tenggara Ukraina juga dilaporkan merenggut empat nyawa tambahan.
Fasilitas gas milik negara di wilayah Poltava dan Kharkiv tidak luput dari serangan udara semalam yang terjadi tepat setelah pengumuman gencatan senjata yang saling bersaing antara kedua negara. CEO perusahaan energi negara Naftogaz, Serhiy Koretskyi, menyatakan bahwa serangan gabungan drone dan rudal balistik tersebut mengakibatkan kerusakan infrastruktur serta kehilangan produksi yang sangat signifikan.
| Lokasi Serangan | Jumlah Korban Jiwa | Keterangan Korban |
|---|---|---|
| Zaporizhzhia | 12 Orang | Termasuk lebih dari belasan luka-luka |
| Kramatorsk | 5 Orang | Pusat kendali terakhir di wilayah Donetsk |
| Dnipro | 4 Orang | Berlokasi di tenggara Ukraina |
| Fasilitas Gas (Poltava & Kharkiv) | 5 Orang | Terdiri dari 3 karyawan dan 2 petugas penyelamat |
| Total Keseluruhan | 26 Orang | Lebih dari 80 orang terluka |
Serangan rudal dan drone yang terjadi dalam waktu singkat tersebut juga menyebabkan 37 orang mengalami cedera di lokasi fasilitas energi negara. Situasi ini memberikan sinyal ketegangan yang semakin memuncak meskipun jadwal gencatan senjata sudah berada di depan mata bagi kedua belah pihak yang bertikai.