Risiko Tinggi Penyeberangan 2026, Komitmen Keselamatan Pelayaran Makin Diuji Pelanggan

Risiko Tinggi Penyeberangan 2026, Komitmen Keselamatan Pelayaran Makin Diuji Pelanggan
Foto: Risiko Tinggi Penyeberangan 2026, Komitmen Keselamatan Pelayaran Makin Diuji Pelanggan. (Illustration by Pexels)
Ukuran teks

Keselamatan di sektor transportasi penyeberangan kini kembali menjadi pusat perhatian publik dan pemangku kepentingan. Hal ini dipicu oleh meningkatnya tuntutan standar operasional di tengah besarnya risiko kecelakaan yang membayangi aktivitas di wilayah perairan Indonesia.

Berbagai upaya pengawasan serta evaluasi terus digencarkan guna memastikan prosedur keamanan tidak sekadar menjadi formalitas dokumen. Audit Sistem Manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja (SMK3) menjadi salah satu instrumen utama untuk menjamin standar tersebut diterapkan secara nyata dalam operasional harian.

Langkah konkret ini salah satunya diwujudkan melalui pelaksanaan audit SMK3 oleh PT Biro Klasifikasi Indonesia (Persero) atau BKI. Proses audit tersebut dilakukan secara intensif di tiga unit operasional milik PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) yang berada di wilayah timur Indonesia.

Adapun tiga lokasi yang menjadi sasaran utama dalam rangkaian evaluasi keselamatan kerja ini mencakup wilayah strategis di Indonesia Timur. Ketiga wilayah tersebut memiliki peran krusial dalam menghubungkan mobilitas logistik dan masyarakat antar pulau.

Daftar wilayah operasional ASDP yang menjalani audit keselamatan :

  • Wilayah operasional penyeberangan di Kupang, Nusa Tenggara Timur.
  • Unit layanan transportasi laut di Ternate, Maluku Utara.
  • Fasilitas dan operasional penyeberangan di Ambon, Maluku.

Pelaksanaan audit di ketiga titik krusial ini bertujuan untuk memastikan setiap prosedur kerja telah memenuhi standar keamanan yang ketat. Dengan adanya audit ini, diharapkan potensi risiko kecelakaan kerja maupun kecelakaan laut dapat ditekan secara signifikan.

Direktur Utama PT BKI, R. Benny Susanto, memberikan penjelasan mendalam mengenai pentingnya penerapan SMK3 di sektor maritim ini. Beliau menegaskan bahwa sistem manajemen ini bukan hanya sarana untuk menggugurkan kewajiban terhadap regulasi pemerintah.

Menurut Benny, implementasi SMK3 memiliki peran yang jauh lebih besar, yakni sebagai fondasi dalam membangun budaya kerja yang aman. Budaya ini nantinya akan melahirkan ekosistem kerja yang tidak hanya sehat, tetapi juga mampu meningkatkan produktivitas secara berkelanjutan.

Benny juga menyampaikan apresiasi atas langkah proaktif yang diambil oleh manajemen ASDP dalam menjaga standar keamanan operasional. Komitmen ASDP di tiga cabang tersebut menjadi bukti nyata kepatuhan perusahaan terhadap peraturan yang berlaku di Indonesia.

Kegiatan audit ini juga dinilai sangat relevan dengan semangat besar yang diusung dalam peringatan Bulan K3 Nasional tahun 2026. Tema tahun ini menitikberatkan pada pembangunan ekosistem pengelolaan K3 nasional yang lebih profesional, andal, dan mengedepankan kolaborasi.

Ringkasan kolaborasi strategis antara BKI dan ASDP :

Aspek Kerjasama Tujuan Utama Wilayah Fokus
Audit SMK3 Nasional Membangun budaya kerja aman dan produktif Kupang, Ternate, dan Ambon
Sertifikasi Keamanan Kepatuhan terhadap regulasi maritim Indonesia Seluruh unit operasional ASDP
Sinergi Operasional Penguatan keselamatan transportasi daerah Wilayah Indonesia Timur

Melalui tabel tersebut, terlihat jelas bahwa fokus utama dari kerjasama ini adalah menciptakan lingkungan transportasi laut yang lebih terjamin bagi pengguna jasa. Selain itu, sinergi ini memperkuat posisi kedua perusahaan negara dalam mendukung konektivitas nasional yang aman.

Melalui audit SMK3 ini, ASDP menegaskan kembali posisinya sebagai penyedia layanan transportasi yang mengutamakan aspek kesehatan kerja. Hal ini sejalan dengan tanggung jawab mereka dalam melayani arus penumpang dan barang di berbagai wilayah nusantara.

Di sisi lain, BKI menjalankan peran vitalnya sebagai lembaga resmi yang memiliki otoritas dalam proses sertifikasi audit keselamatan. Keahlian BKI dalam bidang klasifikasi sangat dibutuhkan untuk memvalidasi apakah operasional di lapangan sudah sesuai dengan protokol internasional maupun nasional.

Benny Susanto menambahkan bahwa sinergi antara BKI dan ASDP merupakan langkah strategis untuk memperkuat standar kerja di daerah-daerah terpencil. Fokus pada unit operasional di daerah menunjukkan komitmen merata untuk menjaga kualitas layanan tanpa memandang lokasi geografis.

Hasil dari audit SMK3 ini diharapkan tidak hanya berhenti pada pemberian sertifikat atau penilaian administratif semata. Lebih dari itu, hasil evaluasi ini harus menjadi panduan untuk perbaikan berkelanjutan demi menjaga standar kerja yang lebih baik di masa depan.

Upaya peningkatan keselamatan ini terasa semakin penting mengingat beban operasional di pelabuhan-pelabuhan strategis sering kali mengalami lonjakan drastis. Sebagai contoh, pelabuhan penyeberangan seperti Gilimanuk sering menghadapi tantangan kepadatan yang membutuhkan kesigapan personel dan keamanan fasilitas.

Komitmen terhadap keselamatan pelayaran memang sedang diuji di tengah berbagai tantangan global dan domestik yang memengaruhi industri transportasi. Namun, melalui kolaborasi yang solid, diharapkan industri maritim Indonesia dapat terus tumbuh dengan standar keselamatan yang tak tergoyahkan.

Artikel terkait

Rekomendasi