Lion Group memberikan respons positif terhadap rencana Presiden Prabowo Subianto yang ingin mengaktifkan kembali dua bandara strategis di Indonesia. Bandara tersebut adalah Bandara Husein Sastranegara di Bandung serta Bandara Adisutjipto di Yogyakarta.
Presiden Direktur Lion Group, Daniel Putut Kuncoro Adi, menegaskan kesiapan perusahaan dalam menyukseskan arahan kepala negara tersebut. Dengan kekuatan armada yang besar dan pangsa pasar yang luas, Lion Group siap mengoptimalkan operasional di kedua bandara itu.
Peluang Rute Baru ke Sumatera dan Kalimantan
Khusus untuk Bandara Husein Sastranegara, Lion Group membidik peluang untuk menghidupkan kembali rute-rute menuju wilayah Sumatera dan Kalimantan. Hal ini diharapkan dapat mempermudah aksesibilitas warga Jawa Barat menuju luar pulau.
Pada tahap awal, maskapai akan menggunakan armada pesawat tipe ATR yang dinilai paling sesuai dengan karakteristik landasan di Bandung. Pesawat baling-baling ini dianggap lebih efisien untuk melayani penerbangan jarak pendek hingga menengah.
Sementara itu, Bandara Adisutjipto di Yogyakarta juga diprediksi memiliki potensi trafik penumpang yang sangat besar. Lion Group berencana menyiapkan strategi khusus untuk menangkap peluang pertumbuhan ekonomi di daerah tersebut.
Selain pesawat ATR, maskapai Super Air Jet yang menggunakan pesawat jet juga berpeluang dioperasikan di Adisutjipto. Langkah ini bertujuan untuk menjangkau lebih banyak destinasi antarpulau dengan kapasitas angkut yang lebih banyak.
Persyaratan Infrastruktur dan Keselamatan
Meskipun sudah siap secara armada, Lion Group mengingatkan bahwa reaktivasi ini memerlukan kesiapan infrastruktur yang matang. Pihak maskapai menekankan pentingnya kelengkapan fasilitas operasional sebelum layanan komersial resmi dibuka.
Beberapa aspek penting yang harus dipenuhi oleh pihak pengelola bandara antara lain adalah:
- Ketersediaan fasilitas pemadam kebakaran bandara yang memadai.
- Peningkatan kategori layanan keselamatan sesuai standar penerbangan.
- Penyediaan peralatan ground handling yang lengkap untuk bongkar muat pesawat.
- Kesiapan teknis pendukung operasional lainnya di sisi udara dan darat.
Fasilitas tersebut sangat krusial karena setiap jenis pesawat membutuhkan standar keselamatan yang berbeda-beda. Pihak maskapai tidak akan mengabaikan aspek keamanan demi keselamatan penumpang selama perjalanan.
Berikut adalah ringkasan standar minimal fasilitas pemadam kebakaran berdasarkan jenis pesawat:
| Jenis Armada Pesawat | Minimal Kategori Pemadam Kebakaran |
|---|---|
| Pesawat ATR (Baling-baling) | Level 5 |
| Pesawat Jet (Super Air Jet, dll) | Level 7 |
Data di atas menunjukkan bahwa operasional pesawat jet memerlukan standar keselamatan yang lebih tinggi dibandingkan pesawat ATR. Hal ini menjadi tantangan tersendiri bagi pengelola bandara dalam melakukan pembenahan infrastruktur.
Koordinasi Demi Pertumbuhan Ekonomi Daerah
Lion Group berkomitmen untuk terus berkoordinasi dengan pemerintah dan seluruh pemangku kepentingan terkait. Sinergi ini diperlukan agar proses reaktivasi berjalan tanpa hambatan teknis yang berarti.
Daniel berharap langkah ini tidak hanya memperlancar konektivitas udara, tetapi juga mampu menggerakkan roda ekonomi masyarakat. Kehadiran kembali layanan penerbangan di tengah kota diharapkan memberikan dampak positif bagi sektor pariwisata dan bisnis lokal.