Kementerian Transmigrasi (Kementrans) bersama sejumlah perwakilan perguruan tinggi resmi mengumumkan daftar peserta yang lolos dalam seleksi Tim Ekspedisi Patriot 2026 (TEP 2026). Program ini bertujuan untuk melibatkan generasi muda dalam upaya pembangunan dan pengembangan berbagai kawasan transmigrasi di Indonesia.
Sekretaris Jenderal Kementrans, Edy Gunawan, memberikan apresiasi yang mendalam atas tingginya minat mahasiswa untuk berkontribusi dalam program ini. Tercatat sebanyak 10.359 pendaftar dari beragam disiplin ilmu dan wilayah di Indonesia ikut berpartisipasi dalam proses rekrutmen tersebut.
Edy menegaskan bahwa seluruh pendaftar, baik yang lolos maupun tidak, merupakan aset bangsa yang memiliki semangat luar biasa untuk membangun negeri. Bagi mereka yang belum terpilih, Kementrans telah menyiapkan wadah khusus bernama Komunitas Sahabat Patriot.
Komunitas ini dirancang sebagai tempat pembelajaran, pengembangan kapasitas, serta kolaborasi berkelanjutan bagi para pemuda. Melalui wadah tersebut, semangat pengabdian peserta tetap dapat tersalurkan meski belum berkesempatan bergabung dalam tim utama ekspedisi kali ini.
Fasilitas dan Dukungan untuk Peserta
Kementrans berkomitmen memberikan dukungan penuh bagi 1.230 peserta yang dinyatakan lolos seleksi TEP 2026. Direktur Pemberdayaan Masyarakat Transmigrasi, Bondan Djati Utami, menjelaskan bahwa para peserta akan mendapatkan berbagai fasilitas penunjang selama masa tugas.
Salah satu poin utama yang menjadi perhatian adalah pemberian honor bulanan yang besarannya mengacu pada standar Ikatan Nasional Konsultan Indonesia (INKINDO). Hal ini dilakukan sebagai bentuk penghargaan atas profesionalisme dan dedikasi tim di lapangan.
Daftar fasilitas yang akan diterima oleh anggota Tim Ekspedisi Patriot 2026 meliputi:
- Pemberian honor rutin sesuai standar keahlian INKINDO.
- Biaya perjalanan dinas selama masa penugasan berlangsung.
- Fasilitas akomodasi yang mencakup biaya sewa rumah tinggal di lokasi.
- Penyediaan kendaraan operasional untuk mobilitas di kawasan transmigrasi.
- Dukungan anggaran untuk keperluan riset dan pendampingan masyarakat.
Pemberian fasilitas lengkap ini diharapkan dapat mempermudah para peserta dalam menjalankan misi pengembangan kawasan transmigrasi secara optimal. Dukungan logistik dan finansial ini menjadi modal penting agar program pengabdian berjalan efektif dan terukur.
Distribusi Peserta Berdasarkan Kampus Mitra
Para peserta yang terpilih akan dibagi ke dalam 246 tim, di mana setiap tim terdiri dari satu orang ketua dan empat orang anggota. Penyelenggaraan program ini bekerja sama dengan 10 perguruan tinggi ternama di Indonesia sebagai mitra resmi.
Berikut adalah rincian sebaran jumlah tim dan total peserta berdasarkan masing-masing kampus mitra:
| Nama Perguruan Tinggi | Jumlah Tim | Total Anggota |
|---|---|---|
| Institut Pertanian Bogor (IPB) | 25 Tim | 125 Orang |
| Universitas Indonesia (UI) | 25 Tim | 125 Orang |
| Universitas Airlangga (Unair) | 25 Tim | 125 Orang |
| Universitas Brawijaya (UB) | 25 Tim | 125 Orang |
| Universitas Hasanuddin (Unhas) | 25 Tim | 125 Orang |
| Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) | 25 Tim | 125 Orang |
| Institut Teknologi Bandung (ITB) | 24 Tim | 120 Orang |
| Universitas Gadjah Mada (UGM) | 24 Tim | 120 Orang |
| Universitas Diponegoro (Undip) | 24 Tim | 120 Orang |
| Universitas Padjadjaran (Unpad) | 24 Tim | 120 Orang |
Tabel di atas menunjukkan distribusi peserta yang cukup merata di berbagai universitas besar di Indonesia. Fokus utama dari pembagian ini adalah untuk memastikan setiap kawasan mendapatkan sentuhan inovasi dari berbagai latar belakang akademis.
Bagi para peserta yang ingin mengetahui status kelulusannya, pengecekan dapat dilakukan secara mandiri melalui situs resmi TEP Kementrans. Anda cukup mengakses laman tep.transmigrasi.go.id/status dan memasukkan Nomor Induk Kependudukan (NIK) atau nomor paspor yang terdaftar.
Setelah menekan tombol cari atau periksa status, sistem akan secara otomatis menampilkan hasil rekrutmen individu masing-masing peserta. Langkah ini merupakan bentuk transparansi Kementrans dalam menjaring talenta terbaik untuk pembangunan daerah.