Harapan untuk menghidupkan kembali operasional Bandara Husein Sastranegara di Kota Bandung kini mulai menemukan titik terang.
Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan, merespons rencana reaktivasi ini dengan mengusulkan pembangunan akses jalan baru dari arah Gerbang Tol Pasteur.
Farhan menjelaskan bahwa langkah strategis ini bertujuan untuk memperkuat konektivitas transportasi menuju kawasan bandara tersebut.
Target utamanya adalah mengembalikan masa kejayaan Bandara Husein yang pernah mencatat angka lalu lintas penumpang sangat tinggi pada masa lalu.
Rincian statistik operasional Bandara Husein Sastranegara pada tahun 2019:
- Total pergerakan penumpang mencapai sekitar 3,8 juta orang dalam satu tahun.
- Kontribusi penerbangan domestik mendominasi dengan angka 3 juta penumpang.
- Layanan penerbangan internasional mencatatkan traffic hingga 800.000 orang.
Data tersebut menjadi acuan bagi Pemerintah Kota Bandung untuk optimis terhadap potensi ekonomi jika bandara ini kembali beroperasi penuh.
Rencana Pembangunan Akses Jalan Melalui PTDI
Farhan mengungkapkan bahwa koordinasi teknis terkait reaktivasi ini sepenuhnya berada di bawah kewenangan pemerintah pusat.
Meski demikian, Pemkot Bandung berkomitmen untuk membenahi sarana dan prasarana pendukung, termasuk mempermudah akses kendaraan keluar masuk.
Rencana akses baru tersebut akan memanfaatkan jalur yang melintasi kawasan PTDI agar perjalanan penumpang menjadi lebih efisien.
Nantinya, kendaraan dari arah Pasteur sebelum gerbang tol dapat berbelok ke kiri melewati kompleks TNI AU langsung menuju bandara.
Keuntungan dari rencana perbaikan infrastruktur bandara:
- Meningkatkan kelancaran arus lalu lintas kendaraan penumpang dari dan menuju bandara.
- Memanfaatkan keberadaan Flyover Nurtanio yang telah selesai dibangun untuk mempermudah akses.
- Mengurangi potensi kemacetan di titik-titik krusial sekitar pintu masuk lama.
- Mempercepat waktu tempuh bagi wisatawan maupun pelaku bisnis.
Pihak pemerintah daerah berharap perbaikan akses ini membuat aktivitas di Bandara Husein lebih tertata dibandingkan periode sebelumnya.
Dampak Ekonomi dan Fokus Pembenahan
Farhan menilai reaktivasi ini bukan sekadar rencana biasa, melainkan sebuah lompatan besar untuk memacu pertumbuhan ekonomi daerah.
Berdasarkan data BPS, sektor transportasi khususnya Bandara Husein menjadi salah satu motor penggerak utama ekonomi Kota Bandung.
Kondisi serupa juga terjadi di Yogyakarta, di mana bandara di bawah pengawasan TNI AU memiliki pengaruh besar bagi wilayahnya.
Saat ini, Pemerintah Kota Bandung terus bersiap sambil menunggu arahan resmi lebih lanjut mengenai teknis operasional penerbangan.
Langkah persiapan yang akan dilakukan Pemerintah Kota Bandung:
| Fokus Perbaikan | Tujuan Utama |
|---|---|
| Akses Jalan Baru | Mempermudah koneksi dari Tol Pasteur lewat PTDI. |
| Fasilitas Parkir | Meningkatkan daya tampung kendaraan pengunjung. |
| Sarana Prasarana | Memperbaiki kualitas layanan umum di area bandara. |
Tabel di atas merangkum tiga pilar utama yang menjadi perhatian pemerintah daerah dalam menyambut operasional kembali bandara.
Farhan berharap seluruh rencana perbaikan fasilitas ini dapat dialokasikan dan masuk dalam anggaran APBD tahun 2027.
Dukungan dari berbagai pihak sangat diharapkan agar proses revitalisasi bandara ini bisa segera dirasakan manfaatnya oleh masyarakat luas.