Striker andalan Timnas Indonesia, Ramadhan Sananta, secara resmi telah mengakhiri masa baktinya bersama klub asal Malaysia, DPMM FC. Perjalanan karier perdananya di luar negeri ini ditutup dengan catatan performa yang dinilai kurang maksimal sepanjang musim 2025/2026.
Kabar perpisahan ini diumumkan langsung oleh manajemen DPMM FC pada Rabu (13/5/2026). Momentum ini sekaligus menandai tuntasnya ambisi Sananta dalam mencoba peruntungan di kompetisi kasta tertinggi sepak bola Malaysia.
Pemain yang kini menginjak usia 23 tahun tersebut sebenarnya mendapatkan kepercayaan yang cukup besar dari sang pelatih, Jamie McAllister. Tercatat, Sananta tampil dalam 27 pertandingan di berbagai kompetisi dengan total waktu bermain mencapai 1.849 menit.
Sepanjang musim bergulir, pemain kelahiran Daik, Lingga, ini tercatat hanya absen dalam dua pertandingan saja. Ia mengawali laga sebagai starter sebanyak 21 kali, meski posisi utamanya mulai goyah di penghujung musim akibat ketatnya persaingan skuad.
Penurunan Produktivitas Gol
Selama berseragam DPMM FC, kontribusi Ramadhan Sananta tergolong minim jika meninjau statistiknya sebagai juru gedor utama. Ia hanya mampu mengemas total empat gol dan menyumbangkan dua assist untuk tim sepanjang musim 2025/2026.
Rincian performanya di Liga Super Malaysia 2025/2026 menunjukkan bahwa ia hanya mengoleksi dua gol dan satu assist. Sementara itu, pada ajang Piala Malaysia, Sananta hanya berhasil menyarangkan satu bola dari empat kali penampilannya.
Satu gol dan satu assist lainnya ia catatkan saat berlaga di kompetisi Piala FA Malaysia dari dua pertandingan yang dijalani. Angka-angka ini dinilai cukup rendah bagi pemain yang sebelumnya dikenal sangat tajam saat bermain di kompetisi domestik Indonesia.
Berikut adalah rincian kontribusi gol Ramadhan Sananta selama membela DPMM FC:
- Liga Super Malaysia: Mencetak 2 gol dan memberikan 1 assist.
- Piala Malaysia: Mengemas 1 gol dari total 4 penampilan.
- Piala FA Malaysia: Menyumbangkan 1 gol dan 1 assist dalam 2 pertandingan.
Statistik di atas menggambarkan bahwa ketajaman Sananta belum sepenuhnya keluar selama berkarier di Malaysia. Perolehan golnya musim ini tertinggal cukup jauh dibandingkan masa keemasannya saat masih memperkuat klub-klub di tanah air.
Perbandingan dengan Rekor di Liga Indonesia
Jika menilik ke belakang, jumlah gol yang diraih Sananta di Malaysia sangat kontras dengan pencapaiannya saat masih berkarier di Indonesia. Penurunan ini terlihat nyata apabila dibandingkan dengan data statistik pada musim-musim sebelumnya.
Pada musim 2024/2025 bersama Persis Solo, ia mencatatkan lima gol dan dua assist dari total 30 laga yang dimainkan. Sementara pada musim 2023/2024, ketajamannya lebih terlihat dengan raihan 11 gol dari 28 pertandingan untuk klub yang sama.
Meskipun pada periode tersebut ia sering kali absen membela klub karena panggilan Timnas Indonesia U-23, insting golnya tetap terjaga. Namun, puncak performa terbaik Sananta di liga domestik justru terjadi pada musim 2022/2023 silam.
Simak perbandingan statistik gol Ramadhan Sananta dalam beberapa musim terakhir:
| Musim | Klub | Penampilan | Jumlah Gol |
|---|---|---|---|
| 2022/2023 | PSM Makassar | 24 | 11 |
| 2023/2024 | Persis Solo | 28 | 11 |
| 2024/2025 | Persis Solo | 30 | 5 |
| 2025/2026 | DPMM FC (Malaysia) | 27 | 4 |
Data di atas memperlihatkan tren penurunan jumlah gol yang cukup signifikan dalam tiga musim terakhir karier profesionalnya. Keberhasilannya membawa PSM Makassar menjuarai Liga 1 dengan 11 gol tetap menjadi catatan terbaik dalam portofolionya hingga saat ini.
Masa Depan dan Langkah Selanjutnya
Setelah resmi hengkang dari DPMM FC, publik kini menanti klub mana yang akan menjadi pelabuhan baru bagi Ramadhan Sananta. Pasalnya, posisi Sananta masih sangat krusial bagi kerangka tim nasional di bawah asuhan pelatih John Herdman.
Pelatih asal Inggris tersebut selama ini menjadikan Sananta sebagai salah satu tumpuan utama di lini depan Timnas Indonesia. Ia hampir selalu dipasang sebagai starter, seperti saat melakoni laga krusial melawan St Kitts and Nevis serta Bulgaria.
Kondisi ini menuntut Sananta untuk sangat berhati-hati dalam menentukan langkah karier berikutnya demi menjaga konsistensi permainan. Ia harus berada di lingkungan kompetisi yang kompetitif agar performanya tetap berada di level tertinggi.
Tujuannya tentu agar ia tetap menjadi pilihan utama bagi Skuad Garuda dalam menghadapi berbagai agenda internasional mendatang. Tantangan besar kini menanti Sananta untuk membuktikan bahwa dirinya masih merupakan salah satu striker terbaik yang dimiliki Indonesia.