Rainbow Six Siege Diduga Kena Hack Lagi, Pemain Kena Ban 67 Hari Secara Mengejutkan

Rainbow Six Siege Diduga Kena Hack Lagi, Pemain Kena Ban 67 Hari Secara Mengejutkan
Foto: Rainbow Six Siege Diduga Kena Hack Lagi, Pemain Kena Ban 67 Hari Secara Mengejutkan. (Illustration by Pexels)
Ukuran teks

Kabar kurang menyenangkan kembali datang dari dunia game shooter taktis garapan Ubisoft, Rainbow Six Siege. Setelah sempat mengalami kekacauan akibat ulah peretas pada akhir tahun 2025 lalu, game ini dilaporkan kembali menjadi sasaran serangan hacker.

Kali ini, metode serangan yang digunakan tergolong unik karena para hacker melakukan aksi "troll" kepada para pemain. Banyak pengguna yang mendadak menerima notifikasi pemblokiran akun atau ban berdasarkan meme populer yang sedang viral.

Pemain Terkena Ban Akibat Meme Brainrot

Serangan terbaru ini pertama kali mencuat setelah adanya laporan dari akun VX-Underground, pihak yang sebelumnya juga melaporkan pembobolan server pertama. Mereka menyebutkan bahwa banyak pemain secara tiba-tiba mendapatkan hukuman ban selama 67 hari tanpa alasan yang jelas.

Angka 67 sendiri merupakan referensi dari meme "Six-Seven" yang sempat meledak di internet pada tahun 2025. Munculnya durasi ban dengan angka yang identik dengan meme tersebut memperkuat dugaan adanya keterlibatan hacker di balik sistem keamanan game.

Salah satu pembuat konten terkenal Rainbow Six Siege, Varsity Gaming, juga membagikan pengalaman serupa melalui akun Instagram pribadinya. Ia mengaku terkena hukuman ban selama 67 hari setelah dilaporkan oleh sebuah akun misterius dengan nama pengguna 67676767.

Varsity meyakini bahwa ini adalah serangan siber karena ia tetap bisa masuk dan memainkan game meskipun notifikasi ban telah muncul. Bahkan, pesan pemberitahuan yang ia terima bertuliskan "Some Nice Text", yang mengindikasikan bahwa sistem ban tersebut telah dimanipulasi.

Tindakan dan Tanggapan Resmi Ubisoft

Menanggapi keresahan yang meluas di komunitas pemain, pihak Ubisoft akhirnya memberikan pernyataan resmi melalui akun Twitter/X mereka. Ubisoft meminta para pemain untuk tetap tenang dan memberikan instruksi khusus terkait masalah tersebut.

Langkah antisipasi yang disarankan oleh pihak pengembang :

  • Abaikan notifikasi ban yang muncul pada tanggal 4 Januari karena pesan tersebut tidak resmi.
  • Pahami bahwa munculnya notifikasi palsu bukan berarti akun Anda benar-benar diblokir dari sistem.
  • Tetap pantau akun media sosial resmi Ubisoft untuk mendapatkan informasi perkembangan terbaru.

Sebagai langkah pencegahan tambahan, Ubisoft memutuskan untuk menonaktifkan fitur Esports Banner untuk sementara waktu. Keputusan ini diambil setelah adanya indikasi bahwa fitur tersebut telah disalahgunakan oleh pihak yang tidak bertanggung jawab.

Meskipun demikian, Ubisoft belum secara gamblang mengakui adanya kebocoran data atau pembobolan sistem keamanan secara total oleh peretas. Saat ini, tim internal mereka masih melakukan investigasi mendalam untuk mencari tahu akar permasalahan dan menutup celah keamanan yang ada.

Kejadian ini tentu menjadi pukulan bagi para penggemar setia yang mengharapkan stabilitas server setelah insiden serupa pada bulan Desember lalu. Para pemain berharap Ubisoft dapat segera menyelesaikan masalah ini agar pengalaman bermain kembali normal dan aman dari gangguan hacker.

Artikel terkait

Rekomendasi