Presiden Rusia Vladimir Putin secara tegas menyatakan bahwa Moskow tidak pernah menemukan bukti kuat yang menunjukkan adanya upaya Iran dalam mengembangkan bom nuklir. Pernyataan ini muncul sebagai respon tajam yang berlawanan dengan dalih Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengenai urgensi perang gabungan antara AS dan Israel untuk menghentikan ambisi nuklir Teheran.
Berbicara di sela-sela peringatan parade Hari Kemenangan pada tanggal 9 Mei, Putin menggambarkan bahwa ketegangan yang tengah berlangsung antara Amerika Serikat dan Iran merupakan sebuah konflik yang sangat rumit. Ia menekankan bahwa posisi Rusia saat ini berada di situasi yang cukup sulit karena Moskow tetap menjalin hubungan diplomasi yang baik dengan pihak Iran maupun negara-negara di wilayah Teluk.
Guna mencari jalan keluar atas krisis yang terus bergulir, Rusia mengklaim tetap aktif melakukan komunikasi dengan kedua belah pihak yang berseteru demi mencapai stabilitas kawasan. Putin menyampaikan harapannya agar pertikaian tersebut dapat segera berakhir dan ia meyakini tidak ada satu pihak pun yang memiliki kepentingan untuk memperpanjang durasi konflik yang merugikan ini.
Pemimpin Rusia tersebut juga menyatakan keyakinannya bahwa kompromi diplomatik masih sangat mungkin untuk dicapai demi meredakan ketegangan antara Washington dan Teheran. Menanggapi tuduhan keras dari AS dan Israel terkait ambisi senjata nuklir Iran, Putin justru menyoroti rekam jejak kerja sama nuklir yang telah dilakukan Teheran bersama Moskow sejak tahun 2015.
Putin menekankan bahwa berbagai proyek nuklir yang saat ini sedang dikerjakan, termasuk pembangunan pembangkit listrik tenaga nuklir Bushehr di Iran, tetap sepenuhnya difokuskan pada tujuan energi damai. Ia mengingatkan kembali peran Rusia pada tahun 2015 yang berhasil membangun kepercayaan penuh dengan Iran sehingga menjadi landasan penting bagi tercapainya perjanjian internasional yang melibatkan berbagai negara.
Menurut Putin, hasil kerja Rusia di bidang atom damai tidak akan terpengaruh oleh situasi geopolitik saat ini dan pihaknya menyatakan kesiapan untuk mengulangi peran mediasi serupa jika diperlukan. Ia menegaskan bahwa jika semua pihak mencapai kesepakatan, Iran dapat memberikan jaminan penuh dengan mengekspor bahan-bahan nuklirnya ke negara sahabat yang sudah lama bekerja sama dalam pengembangan energi atom non-militer.
Lebih lanjut, Putin menggarisbawahi bahwa Rusia tidak pernah sekalipun menyatakan adanya bukti otentik mengenai upaya Iran untuk mempersenjatai teknologi nuklir mereka menjadi hulu ledak. Sebagaimana dikutip dari laporan Asia Net pada Minggu, 10 Mei 2026, Putin berpendapat bahwa transparansi dan kerja sama internasional di bidang atom damai seharusnya menjadi ketertarikan bagi semua peserta yang terlibat dalam diplomasi global tersebut.