Proses evakuasi penumpang dan kru kapal pesiar MV Hondius di Tenerife, Kepulauan Canary, Spanyol, mulai dilakukan secara bertahap sejak Minggu lalu. Langkah darurat ini diambil setelah munculnya wabah virus Hanta di dalam kapal yang dilaporkan telah memicu tiga korban jiwa.
Sejumlah warga negara Inggris menjadi kelompok awal yang dipulangkan menggunakan penerbangan khusus menuju karantina di Merseyside. Selain itu, dilaporkan sebanyak 22 penumpang asal Inggris lainnya telah mendarat dengan selamat di Manchester pada Minggu malam.
Sebelum keberangkatan, tim medis yang mengenakan pakaian hazmat lengkap melakukan pemeriksaan ketat terhadap para penumpang asal Spanyol. Setelah dinyatakan layak, mereka segera dipindahkan menuju Bandara Tenerife untuk proses pemulangan lebih lanjut.
Data Operasional dan Kondisi Penumpang
Kapal pesiar berbendera Belanda tersebut bersandar di Kepulauan Canary pada Minggu dini hari dengan membawa total 146 orang. Seluruh individu di dalamnya sempat menjalani masa karantina mandiri di kabin masing-masing selama beberapa hari terakhir.
Hingga saat ini, otoritas setempat melaporkan tidak ada temuan kasus baru yang menunjukkan gejala tambahan di atas kapal. Meskipun demikian, kewaspadaan tetap ditingkatkan guna memastikan virus tidak menyebar ke wilayah daratan.
Daftar negara asal penumpang yang difasilitasi melalui penerbangan evakuasi khusus:
- Inggris dan Belanda
- Jerman, Belgia, dan Prancis
- Yunani, Irlandia, dan Turki
- Kanada, Amerika Serikat, dan Australia
Pemerintah dari masing-masing negara tersebut telah berkoordinasi dengan otoritas Spanyol untuk menyediakan transportasi udara yang aman bagi warganya. Proses ini dilakukan dengan pengawasan medis yang sangat ketat di setiap titik keberangkatan.
Respons Organisasi Kesehatan Dunia (WHO)
Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) memberikan pernyataan penenang bahwa virus Hanta tidak akan memicu pandemi besar seperti COVID-19. Pola penularan virus ini disebut sangat terbatas karena hanya terjadi melalui kontak fisik yang sangat dekat.
Direktur Jenderal WHO, Tedros Adhanom Ghebreyesus, menegaskan bahwa risiko penyebaran virus ini dalam skala global tergolong sangat minim. Berdasarkan penilaian para ahli, skenario pandemi global diprediksi tidak akan terjadi dalam kasus ini.
Perbedaan karakteristik antara virus Hanta dan COVID-19 menurut penjelasan WHO:
| Aspek Perbandingan | Virus Hanta | COVID-19 |
|---|---|---|
| Potensi Pandemi | Sangat Kecil | Sangat Tinggi |
| Pola Penularan | Kontak sangat dekat / terbatas | Melalui droplet / udara |
| Skala Risiko Global | Rendah | Tinggi |
Tabel di atas menunjukkan bahwa meskipun berbahaya bagi individu yang terinfeksi, jangkauan penyebaran virus Hanta jauh lebih mudah dikendalikan. Hal ini menjadi dasar bagi WHO untuk mengimbau masyarakat agar tidak panik secara berlebihan.
Prosedur Evakuasi dan Tindakan Medis
Pemerintah Spanyol memastikan bahwa seluruh rangkaian evakuasi dilakukan tanpa adanya interaksi fisik dengan penduduk lokal di Tenerife. Penumpang dipindahkan langsung dari kapal menggunakan perahu kecil menuju pesawat yang sudah bersiap di landasan pacu.
Namun, beberapa negara melaporkan temuan medis pada warga mereka yang telah kembali ke tanah air. Pemerintah Prancis mengungkapkan satu dari lima warganya menunjukkan gejala penyakit dan kini tengah diisolasi secara intensif.
Kondisi serupa terjadi pada warga Amerika Serikat, di mana satu orang mengalami gejala ringan dan satu lainnya terkonfirmasi positif strain Andes. Strain ini merupakan salah satu varian dari virus Hanta yang kini sedang dipantau ketat oleh tim ahli.
Sebagai langkah antisipasi akhir, WHO terus berkoordinasi dengan berbagai negara untuk melakukan pelacakan kontak. Fokus utama saat ini adalah menemukan penumpang yang sempat turun dari kapal sebelum wabah tersebut terdeteksi secara resmi.