Sebanyak 87 aktivis internasional yang tergabung dalam Global Sumud Flotilla secara resmi memulai aksi mogok makan pada Selasa, 19 Mei 2026. Langkah ekstrem ini diambil sebagai bentuk protes atas penangkapan mereka oleh pasukan militer Israel di perairan internasional.
Selain menuntut kebebasan mereka sendiri, para aktivis ini juga menyatakan solidaritas terhadap lebih dari 9.500 warga Palestina yang saat ini mendekam di penjara-penjara Israel. Mereka menganggap penahanan tersebut sebagai tindakan ilegal yang melanggar hak asasi manusia.
Kronologi Penangkapan Aktivis Global Sumud
Melalui pernyataan resmi di platform media sosial X, pihak Global Sumud Flotilla mengecam keras tindakan tentara Israel. Mereka menyebut insiden ini sebagai aksi penculikan kedua yang terjadi dalam kurun waktu hanya tiga minggu.
Dalam unggahan tersebut, mereka menyindir klaim "tentara paling bermoral" yang sering digaungkan pihak Zionis. Fakta di lapangan menunjukkan bahwa para relawan kemanusiaan justru dipaksa keluar dari rute pelayaran mereka secara sepihak.
Pernyataan sikap dari perwakilan aktivis Global Sumud Flotilla:
- Menyatakan protes keras atas penculikan ilegal yang dilakukan militer Israel di wilayah perairan internasional.
- Berkomitmen menjalankan aksi mogok makan hingga seluruh peserta flotilla dibebaskan dari tahanan.
- Menuntut pembebasan segera bagi ribuan warga Palestina yang dianggap sebagai sandera politik di penjara Israel.
- Mendesak komunitas internasional dan pemerintah dunia untuk mengutuk tindakan yang mereka sebut sebagai aksi pembajakan.
Tuntutan tersebut bertujuan untuk menarik perhatian dunia terhadap kondisi para tahanan yang sering kali tidak mendapatkan proses hukum yang adil. Mereka berharap desakan global dapat menekan otoritas Israel agar segera memberikan kebebasan bagi para aktivis.
Konfirmasi dari Otoritas Israel
Kementerian Luar Negeri Israel akhirnya memberikan pernyataan resmi terkait insiden tersebut pada Selasa malam. Mereka mengonfirmasi bahwa seluruh aktivis yang berada di armada tersebut telah diamankan oleh pihak keamanan.
Rincian data penahanan aktivis oleh militer Israel:
| Kategori Informasi | Keterangan Detail |
|---|---|
| Jumlah Total Aktivis | 430 Orang |
| Lokasi Kejadian | Perairan Internasional (Laut Mediterania) |
| Status Terkini | Ditangkap dan dipindahkan ke kapal militer Israel |
| Tujuan Armada | Penyaluran bantuan kemanusiaan ke wilayah Gaza |
Data di atas menunjukkan skala penangkapan besar-besaran yang dilakukan terhadap kapal 'Alcyone' dan 'Girolama'. Meski membawa misi kemanusiaan untuk warga Gaza, seluruh kru dan aktivis kini berada di bawah pengawasan ketat otoritas Tel Aviv.
Hingga saat ini, ketegangan masih berlanjut seiring dengan meningkatnya tekanan dari berbagai organisasi hak asasi manusia di seluruh dunia. Para aktivis tetap teguh pada pendiriannya untuk tidak mengonsumsi makanan hingga ada kejelasan mengenai status hukum dan pembebasan mereka.