Menteri Sosial Saifullah Yusuf, yang akrab disapa Gus Ipul, melakukan kunjungan kerja ke Kabupaten Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT) pada Minggu (31/5/2026). Kunjungan tersebut bertujuan untuk memantau langsung perkembangan pembangunan gedung permanen Sekolah Rakyat.
Hingga saat ini, progres pembangunan fasilitas pendidikan tersebut dilaporkan telah menyentuh angka 75 persen. Pemerintah menargetkan proyek ini rampung sepenuhnya sebelum memasuki tahun ajaran baru pada Juli mendatang.
Lokasi dan Fasilitas Lengkap Sekolah Rakyat
Gedung Sekolah Rakyat permanen ini berdiri di atas lahan seluas 10 hektare yang berlokasi di Jalan Tilong Dam, Desa Oelnasi. Infrastruktur ini dirancang khusus untuk mendukung kegiatan belajar mengajar bagi sekitar 1.000 siswa di wilayah tersebut.
Gus Ipul menjelaskan bahwa gedung ini memiliki standar nasional guna menjamin kenyamanan para pelajar. Fasilitas penunjang yang tersedia mencakup berbagai ruang fungsional untuk mendukung pengembangan potensi siswa secara maksimal.
Daftar fasilitas yang tersedia di Sekolah Rakyat Kupang meliputi:- Ruang kelas untuk jenjang pendidikan SD, SMP, hingga SMA.
- Laboratorium sains dan komputer yang modern.
- Perpustakaan serta gedung serbaguna untuk kegiatan siswa.
- Asrama putra dan putri lengkap dengan fasilitas tempat tidur, meja belajar, serta loker.
- Asrama khusus bagi tenaga pendidik atau guru.
- Fasilitas olahraga, kantin, dapur, dan rumah ibadah.
- Pusat kegiatan ekstrakurikuler bagi pengembangan bakat.
Pembangunan fasilitas yang komprehensif ini merupakan komitmen pemerintah dalam memberikan dukungan penuh bagi pendidikan keluarga rentan. Dengan adanya asrama berkualitas nasional, siswa diharapkan dapat fokus belajar tanpa memikirkan kendala akomodasi.
Kolaborasi Antar-Kementerian dalam Pembangunan
Dalam proyek ini, Kementerian Pekerjaan Umum (PU) bertanggung jawab sebagai pelaksana pembangunan fisik gedung. Sebelum pengerjaan dimulai, serangkaian asesmen teknis telah dilakukan untuk memastikan kualitas bangunan tetap terjaga.
Aspek yang diperhitungkan mencakup daya dukung sumber air hingga tingkat keamanan gedung terhadap risiko bencana alam. Gus Ipul memastikan bahwa pasokan listrik dan syarat teknis lainnya sudah terpenuhi sesuai kriteria yang ditetapkan kementerian terkait.
Program Prioritas untuk Memutus Rantai Kemiskinan
Sekolah Rakyat ini merupakan program khusus dari Presiden Prabowo Subianto yang diperuntukkan bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu. Sasaran utamanya adalah anak-anak yang terdaftar dalam Desil 1 dan Desil 2 pada Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS).
Program ini mengusung konsep ganda, yakni memberikan pendidikan bagi anak serta melakukan pemberdayaan terhadap orang tua mereka. Upaya sistematis tersebut dilakukan guna memutus rantai kemiskinan dan mempersiapkan Generasi Emas 2045.
Saat ini, Sekolah Rakyat rintisan sebenarnya sudah mulai beroperasi sejak Juli 2025 dengan menampung 100 siswa perdana. Namun, kegiatan belajar mengajar masih dilakukan secara sementara di Sentra Efata Kupang, Naibonat.
Detail perbandingan lokasi sekolah lama dan permanen adalah sebagai berikut:| Kategori Lokasi | Detail Alamat |
|---|---|
| Gedung Sementara (Rintisan) | Sentra Efata Kupang, Jl. Timor Raya KM 36, Naibonat. |
| Gedung Permanen (Baru) | Jl. Tilong Dam, Desa Oelnasi, Kupang Tengah. |
Setelah pembangunan gedung di Desa Oelnasi rampung 100 persen, seluruh aktivitas sekolah rintisan akan segera dipindahkan ke lokasi baru. Fasilitas baru ini diharapkan mampu menampung kapasitas siswa sepuluh kali lipat lebih banyak dari saat ini.
Gus Ipul berharap Sekolah Rakyat di Kabupaten Kupang ini menjadi pionir bagi wilayah lain di Nusa Tenggara Timur. Beliau mendorong pemerintah daerah lainnya untuk segera menyediakan lahan layak agar fasilitas serupa bisa segera dibangun merata.
Dalam peninjauan tersebut, hadir pula Gubernur NTT Emanuel Melkiades Laka Lena beserta jajaran pimpinan daerah Kabupaten Kupang. Selain itu, sejumlah pejabat teras dari Kementerian Sosial dan Kementerian PU turut mendampingi untuk memastikan proyek berjalan sesuai rencana.