Presiden Prabowo Subianto akan mencatat sejarah dalam penyampaian Kerangka Ekonomi Makro (KEM) dan Pokok-Pokok Kebijakan Fiskal (PPKF) untuk Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN) tahun 2027. Untuk pertama kalinya, pidato mengenai KEM-PPKF akan disampaikan langsung oleh Presiden dalam Rapat Paripurna DPR RI, sebuah perubahan dari kebiasaan di mana biasanya Menteri Keuangan yang melakukannya, yakni Purbaya Yudhi Sadewa.
Penyampaian KEM-PPKF oleh Presiden ini menandai awal dari proses pembahasan RAPBN bersama DPR. Purbaya menjelaskan bahwa keputusan ini bukan karena persyaratan khusus, tetapi adalah keputusan Presiden sendiri yang ingin menyajikan langsung kebijakan dan program prioritas pemerintah dalam KEM-PPKF tahun 2027.
"Ini merupakan momen bersejarah, pertama kalinya Presiden akan menyampaikan pidato KEM-PPKF," ungkap Purbaya saat konferensi pers APBN Kita, Selasa (19/5/2026) malam lalu. Saat disinggung alasan di balik keputusan ini, Purbaya mengklarifikasi bahwa tidak ada peraturan yang mewajibkan Menteri Keuangan untuk selalu menyampaikan pidato tersebut.
Baca Juga:
- Ada Insentif, Purbaya Yakin Data Penjualan Kendaraan Juni Cerah
- Perpres Ojol Bakal Diberlakukan, Sayonara GoRide Hemat
- Pemerintah Tarik Utang Baru Rp305 Triliun April 2026, 36% Target
Artikel Terkait
- Pemerintah Tarik Utang Baru Rp305 Triliun April 2026, 36% Target - Market | 1 jam yang lalu
- Istana Soal Prabowo Akan Hadir di Paripurna DPR Besok - Nasional | 10 jam yang lalu
- APBN April 2026: Pendapatan Negara Naik 13% Jadi Rp918 Triliun - Market | 11 jam yang lalu
- Realisasi Belanja Negara Tembus Rp1.082 T April 2026, Naik 34% - Market | 12 jam yang lalu
- APBN per April 2026: Defisit Anggaran Menyusut Jadi 0,6% PDB - Market | 12 jam yang lalu
- Kemenkeu Targetkan Porsi Belanja Negara Q2-2026 Capai 26% APBN - Market | 1 hari yang lalu
Baca Juga
- Bursa Saham Asia Diprediksi Memerah Akibat Tekanan Inflasi AS - Market | 15 menit yang lalu
- 20 Mei 2026, Harga Emas di Pegadaian Beterbangan - Market | 25 menit yang lalu
- Ada Insentif, Purbaya Yakin Data Penjualan Kendaraan Juni Cerah - Sektor Riil | 45 menit yang lalu
- Perpres Ojol Bakal Diberlakukan, Sayonara GoRide Hemat - Sektor Riil | 1 jam yang lalu
Berita Utama
- Perpres Ojol Bakal Diberlakukan, Sayonara GoRide Hemat - Sektor Riil
- Amran Endus Ketidaksesuaian Proyek Benih Kelapa Senilai Rp3,3 M - Sektor Riil
- Bahlil, Rosan, Purbaya Soal Badan Ekspor Komoditas: Tunggu Besok - Energi Populer
- IHSG Jatuh ke 6.396 Ditimpa Isu Ekspor Satu Pintu Batu Bara Cs
- Kata ESDM Soal Isu Ekspor Minerba Bakal Satu Pintu via Badan Baru
Penyampaian langsung oleh Presiden dalam KEM-PPKF ini diduga kuat memberikan tekanan untuk memperkuat manuver kebijakan ekonomi dan fiskal ke depan. Ini diantisipasi menjadi salah satu bagian dari langkah presiden untuk menunjukkan komitmen pemerintah dalam menghadirkan program prioritas yang mendukung pertumbuhan ekonomi dengan cara yang lebih transparan dan langsung di hadapan para wakil rakyat.
```